Universitas Negari Gorontalo
UNG Perkuat Nilai HAM, Ribuan Mahasiswa Antusias Sambut Menteri HAM RI
Kunjungan Menteri HAM RI di UNG disambut antusias ribuan mahasiswa, jadi momentum penguatan nilai kemanusiaan di lingkungan kampus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Menteri-Hak-Asasi-Manusia-HAM-RI-Natalius-Pigai-saat-memberikan-materi.jpg)
Ringkasan Berita:
- Ribuan mahasiswa UNG antusias menyambut kehadiran Menteri HAM RI
- Kunjungan jadi momentum penguatan nilai HAM di kalangan akademisi
- UNG dorong lahirnya lulusan berintegritas dan berkepekaan sosial tinggi
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Atmosfer akademik yang kuat terasa di Auditorium Universitas Negeri Gorontalo (UNG) saat ribuan mahasiswa berkumpul dalam satu forum besar, Rabu (1/4).
Momentum ini menjadi bagian dari penguatan peran kampus dalam mendorong kesadaran dan pemahaman Hak Asasi Manusia (HAM) di kalangan generasi muda.
Kegiatan yang menghadirkan Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Natalius Pigai, menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan langsung dari pemangku kebijakan nasional.
Antusiasme tinggi terlihat dari partisipasi aktif sivitas akademika yang memanfaatkan kesempatan ini sebagai sarana pembelajaran kontekstual.
Rektor Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T. menilai kunjungan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan.
Menurutnya, kampus tidak hanya menjadi pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter yang menjunjung tinggi prinsip HAM.
Baca juga: Rektor Eduart Wolok Tegaskan Komitmen UNG Cetak Lulusan Berbasis Nilai HAM Lewat Kunjungan Menham RI
Penguatan Nilai HAM di Lingkungan Kampus
“Kehadiran Pak Menteri di kampus kerakyatan UNG memberikan suntikan motivasi yang luar biasa bagi kami. Ini adalah momentum penting untuk terus mengimplementasikan nilai-nilai HAM dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Prof. Eduart dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Prof. Eduart menekankan bahwa pemahaman HAM harus menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas seorang intelektual.
Ia mendorong agar nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan tidak hanya berhenti di ruang diskusi, tetapi juga meresap ke dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi: Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat.
Baca juga: Rektor Eduart Wolok Beri Selamat Mahasiswa Baru UNG SNBP 2026:Kesuksesan Bukan Sekadar Keberuntungan
Harapan Lahirnya Generasi Berintegritas
“Keterlibatan aktif kementerian HAM di lingkungan kampus diharapkan mampu mencetak lulusan yang memiliki kompetensi tinggi sekaligus kepekaan sosial yang tajam, khususnya dalam mengawal amanat HAM di wilayah Provinsi Gorontalo,” pungkasnya. (*)