PEMPROV GORONTALO
Gubernur-Wagub Gorontalo Salat Idul Fitri 1447 H Terpisah, Gusnar di Limboto, Idah di Kompleks
Perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Provinsi Gorontalo berlangsung khidmat dengan kehadiran para pemimpin daerah yang melaksanakan Salat Idulfitri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SALAT-Gubernur-Gusnar-Ismail-Idul-Fitri-1447.jpg)
Ringkasan Berita:
- Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie melaksanakan Salat Idulfitri 1447 H di lokasi berbeda bersama masyarakat.
- Gusnar menunaikan salat di Masjid Agung Baiturrahman Limboto, sementara Idah Syahidah di Masjid Asy-Syahidah kompleks kediamannya.
- Usai salat, keduanya melanjutkan silaturahmi, dengan Idah juga melakukan ziarah keluarga.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Provinsi Gorontalo berlangsung khidmat dengan kehadiran para pemimpin daerah yang melaksanakan Salat Idulfitri bersama masyarakat di lokasi berbeda, Sabtu (21/3/2026).
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menunaikan Salat Id di Masjid Agung Baiturrahman Limboto, Kabupaten Gorontalo, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Gorontalo. Ia hadir didampingi Ketua Tim Penggerak PKK, Nani Ismail Mokodongan.
Sejak pukul 06.00 Wita, umat Islam mulai berdatangan dan memadati Masjid Agung Baiturrahman Limboto untuk mengikuti salat berjamaah. Suasana ibadah berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan.
Baca juga: Wali Kota dan Wakil Wali Kota Gorontalo Salat Idul Fitri di Lokasi Berbeda
Bertindak sebagai khatib dalam pelaksanaan Salat Idulfitri tersebut adalah Habib Salim bin Abdurrahman Al-Jufri, sementara imam adalah Qadi Kabupaten Gorontalo.
Dalam khutbahnya, ia menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari setelah bulan suci berakhir.
“Ada tiga sikap yang harus kita jaga di luar Ramadan, yaitu rasa takut kepada Allah SWT, memperhatikan hak-hak sesama, serta mengendalikan emosi, saling memaafkan, dan menjalin silaturahmi,” kata Ustaz Al-Jufri.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam pelaksanaan salat tersebut, di antaranya Kapolda Gorontalo Widodo, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Idrus M.T Mopili, serta Bupati Gorontalo Sofyan Puji bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Gorontalo.
Turut hadir pula Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan, Sulastri Husain, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Provinsi Gorontalo.
Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG Besok Minggu, 22 Maret 2026: Waspada Hujan Guyur Seluruh Wilayah Gorontalo!
Usai pelaksanaan salat, Gubernur Gusnar Ismail bermaaf-maafan dan berjabat tangan dengan jamaah yang hadir, mencerminkan suasana kebersamaan dalam perayaan hari raya.
Wagub Gorontalo Idah Syahidah
Sementara itu, Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah bersama keluarga di Masjid Asy-Syahidah, yang berada di kompleks kediamannya di Kelurahan Moodu, Kecamatan Kota Timur.
Pelaksanaan salat di lokasi tersebut dimulai pukul 07.00 Wita. Idah Syahidah hadir didampingi suaminya, Rusli Habibie, bersama anak dan cucu.
Mereka berjalan kaki menuju masjid yang berjarak sekitar 20 meter dari rumah.
Bertindak sebagai imam dalam salat tersebut adalah ustad Agus Mamulaiya, sementara khatib adalah ustad Chandra Guamo.
Masjid Asy-Syahidah memiliki nilai historis bagi keluarga Wakil Gubernur, karena dibangun sejak tahun 2014 oleh Idah Syahidah bersama suaminya, Rusli Habibie.
Hingga saat ini, masjid tersebut menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan masyarakat di lingkungan sekitar.
Pelaksanaan Salat Idulfitri di Masjid Asy-Syahidah juga mencerminkan kedekatan pemimpin daerah dengan masyarakat dalam suasana hari raya.
Usai pelaksanaan salat, Idah Syahidah bersama keluarga melanjutkan silaturahmi dengan jamaah melalui kegiatan saling bermaaf-maafan dan berjabat tangan.
Setelah itu, ia bersama keluarga melaksanakan ziarah ke makam orang tua.
Menurutnya, Idulfitri merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk kembali kepada fitrah, mempererat tali silaturahmi, serta memperkuat persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Semoga nilai-nilai Ramadan yang telah kita jalani dapat menjadi inspirasi untuk terus meningkatkan keimanan, kepedulian sosial, serta semangat dalam membangun daerah yang kita cintai,” ujar Idah. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.