Rabu, 11 Maret 2026

Human Interest Story

Ajoeba Wartabone dan Jurnalisme Kebangsaan di Masa Revolusi Indonesia

Nama Ajoeba Wartabone bagi orang Gorontalo, dan Sulawesi Utara, tertulis dengan tinta emas

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Ajoeba Wartabone dan Jurnalisme Kebangsaan di Masa Revolusi Indonesia
Istimewa
HUMAN INTEREST -- Kolase foto Rusdin Tompo, Koordinator Satupena Sulsel. Rusdin memperlihatkan buku tentang Ajoeba Wartabone. (Sumber: Rusdin Tompo) 

Melalui Perjanjian Linggarjati, 25 Maret 1947, kemudian terbentuk Republik Indonesia Serikat (RIS). Berikutnya, Perjanjian Renville, pada 17 Januari 1948, menghasilkan garis van Mook, yang mengakibatkan terjadinya demarkasi, antara wilayah Republik Indonesia dengan daerah-daerah yang masih diduduki Belanda.

Kemudian Perjanjian Roem-Royen, 7 Mei 1949, yang menghentikan aksi militer Belanda dan mengembalikan pemerintahan Republik Indonesia ke Yogyakarta.

Lalu Konferensi Meja Bundar (KMB), 2 November 1949, yang memaksa Belanda mengakui Indonesia sebagai negara merdeka, dengan tenggat waktu penyerahan kedaulatan paling lambat dilakukan pada 30 Desember 1949.

Dari timeline history itu, kita bisa melihat betapa alot dan liatnya perjuangan para founding father kita, sebelum kita benar-benar bisa menghirup udara kebebasan penuh di Bumi Pertiwi ini.

Ajoeba Wartabone dan para jurnalis pejuang mengembangkan apa yang kita sebut sebagai jurnalisme kebangsaan, yakni hendak mempertebal kesadaran kolektif hidup bersama, senasib sepenanggungan, dalam identitas kita sebagai negara dan bangsa merdeka.

Ajoeba Wartabone dan mereka yang mengusung jurnalisme kebangsaan, berkontribusi besar dalam menanamkan nasionalisme kepada pembacanya di masanya agar punya kesadaran kritis, sehingga semangat cinta tanah air dan bangsanya terus menguat.

Mereka mentransmisikan nilai-nilai kebangsaan melalui informasi dan berita-berita yang disebarluaskan, supaya terus tumbuh tekad untuk mempertahankan, memajukan, dan menjaga kedaulatan negara dan bangsanya. (***)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Rabu, 11 Maret 2026 (21 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:30
Subuh 04:40
Zhuhr 12:01
‘Ashr 15:08
Maghrib 18:04
‘Isya’ 19:12

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved