PEMPROV GORONTALO
Pasar Murah Pemprov Gorontalo Ramai, Tapi Warga Mengeluh tak Ada Gas LPG
pasar murah bersubsidi yang digelar Pemerintah Provinsi Gorontalo di Kelurahan Heledulaa Utara, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Selasa (10/3/2
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PASAR-MURAH-Dua-warga-ditemui-di-sela-pelaksanaan-pasar-m.jpg)
Ringkasan Berita:
- Pasar murah yang digelar Pemprov Gorontalo disambut antusias oleh warga di Kelurahan Heledulaa Utara.
- Meski bahan pokok dijual dengan harga terjangkau, warga berharap gas LPG 3 kilogram juga disediakan dalam kegiatan tersebut.
- Mereka menilai gas sangat penting karena bahan makanan yang dibeli tidak bisa dimasak jika LPG sulit ditemukan di pasaran.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Pelaksanaan pasar murah bersubsidi yang digelar Pemerintah Provinsi Gorontalo di Kelurahan Heledulaa Utara, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Selasa (10/3/2026), mendapat sambutan tinggi dari masyarakat.
Warga terlihat memadati lokasi kegiatan untuk membeli berbagai kebutuhan pokok yang dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan di pasaran.
Namun di balik tingginya antusiasme tersebut, sejumlah warga berharap pemerintah juga menyediakan gas LPG 3 kilogram dalam kegiatan pasar murah.
Mereka menilai gas menjadi kebutuhan penting yang seharusnya ikut dijual bersama bahan pokok lainnya.
Baca juga: Nama Komisioner Ombudsman Muncul dalam Pengusutan Kasus Minyak Goreng
Salah satu warga, Hamzah, mengatakan dirinya membeli hampir seluruh komoditas yang disediakan dalam pasar murah tersebut.
“Semua tujuh komoditas yang disiapkan saya beli,” ujarnya.
Meski demikian, Hamzah mengaku ada satu kebutuhan rumah tangga yang menurutnya sangat penting tetapi tidak tersedia dalam kegiatan itu, yakni gas LPG bersubsidi.
“Kurang yang tidak ada gas LPG 3 kilogram,” katanya.
Menurut Hamzah, keberadaan gas sangat dibutuhkan karena bahan makanan yang dibeli dari pasar murah tidak dapat dimasak jika gas sulit diperoleh di pasaran.
“Kalau tidak ada gas, tidak bisa dimasak apa-apa yang dijual di sini,” ujarnya.
Ia mengaku saat ini harus mencari gas hingga ke berbagai tempat. Bahkan ketika berhasil mendapatkannya, harga yang dibayar sering kali jauh lebih mahal dibandingkan harga resmi di pangkalan.
Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo Utara Peringkat 2, Bupati Thariq Modanggu: Ini Menggembirakan
“Minimal Rp50 ribu di dalam kota,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Fini Safitri, yang juga memanfaatkan pasar murah untuk membeli berbagai bahan kebutuhan rumah tangga.
Menurutnya, harga bahan pokok yang dijual dalam kegiatan tersebut cukup membantu masyarakat. Namun ia berharap pemerintah dapat mempertimbangkan penjualan gas LPG dalam pelaksanaan pasar murah berikutnya.
“Tapi kalau bisa diusulkan gas, tabung gas,” kata Fini.
Ia menilai gas LPG merupakan kebutuhan yang tidak kalah penting dibanding bahan makanan, karena tanpa gas warga kesulitan memasak bahan yang sudah dibeli.
“Minta tolong untuk gas, biar cuma sekali pasar murah untuk gas,” ujarnya.
Fini mengaku terkadang masih bisa memperoleh gas LPG dengan harga sekitar Rp20 ribu di luar tempat biasanya ia membeli.
Namun menurutnya, persoalan utama saat ini adalah ketersediaan gas yang sulit ditemukan.
Hal yang sama diungkapkan warga lainnya, Masat Amat. Ia mengatakan masyarakat sangat membutuhkan gas LPG, terutama menjelang Idulfitri ketika aktivitas memasak meningkat.
“Terakhir itu mesti ada gas,” katanya.
Menurut Masat, banyak warga mulai menyiapkan berbagai makanan khas Lebaran, mulai dari hidangan utama hingga kue-kue tradisional.
“Orang mau masak burasa, masak ikan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa selain menyiapkan makanan untuk keluarga, sebagian warga juga mulai membuat aneka kue untuk menyambut hari raya.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.