Sabtu, 14 Maret 2026

Human Interest Story

Kisah Iptu Fitri S Ali Sosok Kapolsek Telaga Biru, 4 Kali Gagal Tes TNI Gorontalo

Iptu Fitri merupakan anak sulung dari lima bersaudara. Ayahnya adalah seorang imam masjid, sementara ibunya seorang ibu rumah tangga

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Kisah Iptu Fitri S Ali Sosok Kapolsek Telaga Biru, 4 Kali Gagal Tes TNI Gorontalo
TribunGorontalo.com
HUMAN INTEREST -- Iptu Fitri S Ali, Kapolsek Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Ia menceritakan perjalanan karirnya di kepolisian. (Sumber Foto: Fitri S Ali) 
Ringkasan Berita:
  • Sebelum sukses menjadi anggota Polri, Iptu Fitri sempat mengalami kegagalan sebanyak empat kali saat mendaftar TNI
  • Setelah mengabdi selama 16 tahun di Korps Brimob dan bertugas di Bid Propam Polda Gorontalo, ia kini mengemban amanah sebagai Kapolsek Telaga Biru, kembali melayani masyarakat di tempat kelahirannya sendiri
  • Di samping tugasnya sebagai polisi, Iptu Fitri juga merupakan seorang dosen praktisi sejak 2021

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Garis tangan seseorang tidak ada yang tahu. Namun bagi Iptu Fitri S Ali, keberhasilan yang ia rengkuh hari ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan buah dari ketekunan dan doa restu orang tua.

Lahir di Desa Timuato, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo pada 7 Juli 1986, Iptu Fitri kini kembali ke tanah kelahirannya bukan sebagai warga biasa, melainkan sebagai Kapolsek Telaga Biru.

Dibalik seragam cokelatnya, tersimpan kisah perjuangan seorang anak desa yang tumbuh di lingkungan religius dan sederhana.

Iptu Fitri merupakan anak sulung dari lima bersaudara. Ayahnya adalah seorang imam masjid, sementara ibunya seorang ibu rumah tangga. Sejak kecil, ia ditempa dengan nilai-nilai kedisiplinan dan pengabdian.

Namun, jalan menuju kesuksesan tidaklah mulus. Lulusan SMK Pelayaran Bina Taruna Gorontalo ini awalnya bercita-cita menjadi prajurit TNI. Sayangnya, nasib berkata lain.

"Saya sebelumnya empat kali masuk tentara, tidak lulus," kenang Fitri.

Menuntaskan Mimpi Sang Ayah

Kegagalan empat kali di TNI tidak membuatnya patah arang. Ia kemudian mencoba peruntungan di institusi Polri. Menariknya, ia langsung dinyatakan lulus hanya dalam satu kali tes.

Keberhasilan ini terasa sangat emosional bagi keluarganya. Usut punya usut, Iptu Fitri seolah sedang menuntaskan mimpi masa lalu sang ayah yang sempat kandas.

Namun jalan menuju cita-cita itu tidak selalu mulus. Setelah lulus dari SMK Pelayaran Bina Taruna Gorontalo, ia berkali-kali mencoba peruntungan menjadi prajurit TNI. 

Berbekal pengalaman dan persiapan dari kegagalan sebelumnya, ia akhirnya berhasil lolos seleksi polisi hanya dalam satu kali tes. 

Menurutnya, proses panjang saat gagal menjadi TNI justru menjadi bekal penting dalam keberhasilannya.

Dengan suara bangga, ia menceritakan ksah perjuangannya yang ternyata memiliki kemiripan dengan masa lalu sang ayah. 

Ia mengungkapkan bahwa ayahnya pun pernah mengalami kegagalan serupa saat mencoba menjadi anggota polisi.

"Bapak saya itu dulu katanya empat kali masuk polisi katanya tidak lulus, sehingga ketika saya lulus ekspektasi sangat luar biasa," katanya.

Keberhasilannya menjadi polisi bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi wujud mimpi ayahnya yang dulu belum terwujud. 

Ia kemudian menempuh pendidikan kepolisian di SPN Karombasan, Sulawesi Utara, sebelum kembali bertugas di Gorontalo.

Baca juga: Sosok Agus Priono Adada, Anak Sopir Bentor Jadi Kanit Turjawali Satlantas Polresta Gorontalo Kota

PENEMUAN MAYAT -- Iptu Fitri S Ali, Kapolsek Telaga Biru saat memberikan keterangan terkait penanganan kasus penemuan mayat di Desa Tuladenggi Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Kamis (5/2/2026). Polisi memastikan korban tidak mengalami kekerasan.
HUMAN INTEREST -- Iptu Fitri S Ali, Kapolsek Telaga Biru saat memberikan keterangan terkait penanganan kasus penemuan mayat di Desa Tuladenggi Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Kamis (5/2/2026). (TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

Kariernya dimulai di Kompi Brimob Gorontalo. Selama lebih dari 16 tahun, sejak Desember 2005 hingga Agustus 2021, ia mengabdikan diri di satuan tersebut. 

Berbagai jenjang pangkat dilalui, dari Bintara Bripda hingga menjadi Perwira Ipda, dengan jabatan terakhir sebagai Kasi Provos Brimob Polda Gorontalo.

Selama masa itu pula, ia menempuh pendidikan perwira serta melanjutkan pendidikan akademik hingga S1 dan S2.

Pada 2021, ia mendapat amanah baru sebagai Kanit 1 Paminal Bid Propam Polda Gorontalo. 

Empat tahun bertugas di Propam menabna pengalaman baru sebelum akhirnya dipercaya memimpin Polsek Telaga Biru.

"Saya empat tahun di Propam Polda Gorontalo, dan bulan Maret 2025, saya diberikan amanah menjadi Kapolsek Telaga Biru," ujarnya.

Kisah inspiratif tidak hanya datang dari dirinya. Tiga dari lima bersaudara di keluarganya kini menjadi anggota polisi. Ia menyebut,

"Dari lima kami bersaudara, tiga orang polisi," ungkapnya.

Perjalanan adik-adiknya juga tidak mudah. Salah satu di antaranya bahkan pernah bekerja sebagai sekuriti sambil terus mencoba menjadi polisi. 

Sebagai kakak, ia selalu menanamkan pesan moral kepada adik-adiknya, trutama karena profesi polisi saat ini berada di bawah sorotan publik.

Ia kerap mengingatkan mereka dengan pesan sederhana namun bermakna. 

"Ketika kalian pulang ke kampung ini, ingat bahwa orang-orang yang di kampung ini dulu adalah orang-orang yang pernah mendoakan, jadi jangan nanti mereka buat masalah, kalau buat masalah, saya sendiri yang akan menangani," tegasnya.

Kini, kesuksesan lima bersaudara itu masih dapat disaksikan langsung oleh kedua orang tua mereka yang hingga kini masih sehat. 

Selain aktif sebagai polisi, ia juga menjalani peran lain di dunia pendidikan. 

Istrinya merupakan tenaga pendidik sekaligus Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Gorontalo, sementara ia sendiri menjadi dosen praktisi sejak 2021.

Dalam aktivitas mengajar, ia berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada mahasiswa, khususnya dalam bidang hukum dan kewarganegaraan.

"Kalau saya materi Pendidikan Kewarganegaraan (PKN), hukum. Saya dari 2021 sudah mengajar," tutupnya. 

 

(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Sabtu, 14 Maret 2026 (24 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:30
Subuh 04:40
Zhuhr 12:01
‘Ashr 15:05
Maghrib 18:03
‘Isya’ 19:11

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved