Pantauan Fasilitas Publik
Jalan Berpasir di Ippot Tapa Gorontalo Dikeluhkan Warga, Pengendara Diminta Ekstra Hati-hati
Kondisi jalan di sekitar Lapangan Ippot Tapa, Desa Talumopatu, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, menuai keluhan warga.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/JALAN-RUSAK-JALAN-BERPASIR-Warga-keluhan-jalan-berpasir.jpg)
Ringkasan Berita:
- Warga mengeluhkan kondisi jalan di kawasan Lapangan Ippot Tapa yang dipenuhi pasir dan kerikil sehingga dinilai membahayakan pengendara.
- Jalan tersebut merupakan akses utama penghubung sejumlah wilayah di Bone Bolango menuju Kota Gorontalo.
- Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan penanganan karena kondisi jalan berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Kondisi jalan di sekitar Lapangan Ippot Tapa, Desa Talumopatu, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, menuai keluhan warga.
Permukaan jalan yang dipenuhi pasir dan kerikil disebut membahayakan keselamatan pengendara, khususnya pengguna sepeda motor.
Hasil pemantauan TribunGorontalo.com pada Rabu (4/2/2026), menunjukkan badan jalan di kawasan tersebut tertutup material pasir bercampur batu-batu kecil.
Sejumlah kendaraan yang melintas terlihat mengurangi kecepatan demi menghindari potensi tergelincir.
Baca juga: Lowongan Kerja Gorontalo Hari Ini Kamis 5 Februari 2026, Informa Cari Kasir
Ruas jalan di Lapangan Ippot Tapa memiliki peran penting sebagai jalur penghubung antarwilayah.
Akses ini menjadi satu-satunya jalur yang menghubungkan kawasan Bulango Utara, Bulango Ulu, hingga menuju Kota Gorontalo.
Mobilitas masyarakat di jalur tersebut terbilang tinggi setiap harinya.
Aktivitas warga, pedagang, hingga pelajar membuat arus kendaraan di kawasan ini cukup padat, terutama pada jam-jam sibuk.
Selain menjadi akses utama warga, lokasi Lapangan Ippot Tapa juga berada di titik strategis.
Kawasan tersebut berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat Kota Gorontalo, kurang lebih 25 kilometer dari Bandara Djalaluddin, serta sekitar 18 kilometer dari Pelabuhan Gorontalo.
Steven Giu, warga Kecamatan Bulango Utara yang rutin melintasi jalur tersebut, mengungkapkan kondisi jalan berpasir sudah berlangsung cukup lama tanpa penanganan maksimal.
“Jalan ini sudah lama berpasir. Kalau siang masih bisa terlihat, tapi malam hari sangat berbahaya. Sudah beberapa kali pengendara hampir terjatuh karena pasir,” ujar Steven.
Menurutnya, risiko kecelakaan semakin meningkat saat hujan turun. Material pasir yang bercampur air membuat permukaan jalan menjadi licin dan sulit dilalui kendaraan.
“Kalau hujan, pasir berubah jadi lumpur. Motor gampang selip. Ini jalan utama, seharusnya lebih diperhatikan,” tambahnya.