Sabtu, 28 Maret 2026

TNI Gorontalo Meninggal

Tangis Ibu Iringi Pemakaman Rein Pasau, Prajurit TNI AL Asal Gorontalo Korban Longsor Bandung

rosesi pemakaman Serda Mar Rein Pasau, prajurit TNI Angkatan Laut asal Gorontalo yang gugur akibat bencana longsor di Kabupaten Bandung Barat

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Tangis Ibu Iringi Pemakaman Rein Pasau, Prajurit TNI AL Asal Gorontalo Korban Longsor Bandung
TribunGorontalo.com
PEMAKAMAN -- Tangis histeris pecah dari ibunda almarhum, Hasna Biga, saat jenazah putra tercintanya dimakamkan di pemakaman keluarga, Kelurahan Pauwo, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo Sabtu (31/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Jenazah Rein Pasau, prajurit TNI AL asal Gorontalo, dimakamkan dengan upacara militer di kampung halamannya.
  • Suasana pemakaman berlangsung haru, saat sang ibu menangis histeris melepas kepergian almarhum.
  • Tangis keluarga dan kerabat mewarnai prosesi pemakaman yang dihadiri aparat TNI serta masyarakat setempat.

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Prosesi pemakaman Serda Mar (Anumerta) Rein Pasau, prajurit TNI Angkatan Laut asal Gorontalo yang gugur akibat bencana longsor di Kabupaten Bandung Barat, berlangsung dalam suasana duka mendalam.

Isak tangis keluarga mengiringi penguburan jenazah almarhum di pemakaman keluarga, Kelurahan Pauwo, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Sabtu (31/1/2026).

Tangisan pecah ketika jenazah diturunkan ke liang lahat. Ibunda almarhum, Hasna Biga, tak kuasa menahan kesedihan.

Sejak awal prosesi hingga tanah terakhir menutup pusara, Hasna terus menangis dan beberapa kali terlihat kehilangan tenaga hingga harus dipapah oleh keluarga.

Rein dimakamkan berdampingan dengan makam ayahnya. Pada salah satu momen paling mengharukan, Hasna tampak mencium tanah yang menutup jasad putra tercintanya, seolah enggan berpisah untuk selamanya dengan anak keduanya tersebut.

Baca juga: 2 Mobil Pickup Angkut Solar Ilegal Masuk Kawasan Tambang Emas tanpa Izin Gorontalo, Berakhir Disita

Pantauan di lokasi pemakaman menunjukkan keluarga besar terus berada di sisi Hasna untuk menopang kondisi emosionalnya.

Kakak serta adik-adik almarhum bergantian menguatkan sang ibu yang beberapa kali tampak hampir terjatuh akibat syok dan kelelahan.

Kabar gugurnya Rein sebelumnya membuat Hasna sempat pingsan.

Sejak menerima informasi duka tersebut, ia terus diliputi kesedihan mendalam hingga prosesi pemakaman selesai sekitar pukul 12.12 WITA.

Almarhum Rein Pasau diketahui merupakan anak kedua dari enam bersaudara, terdiri dari empat laki-laki dan dua perempuan.

Di dalam keluarga, Rein dikenal sebagai sosok yang memikul tanggung jawab besar dan menjadi tumpuan utama kehidupan rumah tangga.

Ayah sambung almarhum, Azis Rabiu, menyampaikan bahwa Rein adalah pribadi yang selalu siap membantu keluarga dalam berbagai kondisi.

Menurutnya, almarhum dikenal sebagai anak yang paling bisa diandalkan.

“Dia anak yang sangat baik, selalu hadir ketika keluarga membutuhkan. Paling bertanggung jawab dan sangat peduli dengan keluarganya,” ujar Azis dengan suara bergetar.

Azis menambahkan, kehilangan Rein tidak hanya dirasakan oleh keluarga inti, tetapi juga oleh lingkungan sekitar.

Sejumlah tetangga, sahabat lama, hingga rekan sekolah almarhum turut mendatangi rumah duka dan pemakaman untuk menyampaikan belasungkawa.

“Banyak yang datang dan ikut menangis. Teman-temannya dulu juga hadir. Semua merasa kehilangan,” katanya.

Kepergian Rein meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, mengingat almarhum merupakan tulang punggung utama.

Kabar duka tersebut sempat membuat keluarga terpukul dan sulit menerima kenyataan.

Di tengah tangisnya, Hasna beberapa kali menyebut nama panggilan kesayangan almarhum dalam bahasa Gorontalo.

“Uh te uti sudah tidak ada,” ucapnya lirih sambil bersandar di bahu Azis, disambut tangisan keluarga yang mengelilinginya.

Jenazah Serda Mar (Anumerta) Rein Pasau dipulangkan ke Gorontalo pada Sabtu, 31 Januari 2026, dini hari.

Berdasarkan laporan resmi, jenazah diberangkatkan dari Jakarta menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 644 pada pukul 03.20 WIB.

Pesawat mendarat di Bandara Djalaluddin Gorontalo sekitar pukul 07.25 WITA. Setibanya di bandara, jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Jalan Sultan Botutihe, Kelurahan Pauwo, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango.

Prosesi penyambutan dilakukan secara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir atas pengabdian almarhum kepada negara. Upacara berlangsung khidmat dan penuh haru.

Dalam pemulangan jenazah, almarhum didampingi sejumlah perwira TNI AL dan anggota keluarga. Hadir di antaranya Danyon Komlek 1 Marinir Letkol Mar Bernadus Yudi Ari bersama istri, Maria Vita Pratiwi, serta Kapten Mar Syaifullah selaku liaison officer (LO) keluarga.

Dua sepupu almarhum, Bharada Polisi M. Rizki Karim dan Fadlya Halada, juga turut mendampingi selama proses pemulangan hingga pemakaman.

Serda Mar (Anumerta) Rein Pasau merupakan salah satu dari 23 prajurit Marinir TNI AL yang gugur dalam peristiwa longsor di wilayah Bandung Barat. Almarhum adalah putra daerah Gorontalo yang mengabdikan diri sebagai prajurit TNI AL sejak tahun 2022.

Selama berdinas, Rein bertugas di Yon Komlek 1 Marinir, Menbanpur 1, Pasmar 1, Jakarta. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, institusi TNI AL, serta masyarakat Gorontalo. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved