Siswi Gorontalo Dikeroyok
5 Fakta Kasus Siswi SMA Gorontalo Dikeroyok: Ponsel Dirampas hingga Dipukul Bergantian
Kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang siswi SMA Negeri di Kota Gorontalo mengundang perhatian luas publik.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SISWA-SMA-Fakta-fakta-seorang-siswi-dikeroyok-tiga-orang-hingga-trauma.jpg)
Dalam proses mediasi yang dilakukan pihak sekolah, terungkap bahwa salah satu terduga pelaku merupakan anak dari seorang tenaga pendidik atau guru.
Fakta ini disampaikan langsung oleh ibu korban. Namun, dalam pertemuan tersebut, keluarga korban menilai tidak ada permintaan maaf maupun itikad baik dari pihak pelaku.
Bahkan, orang tua pelaku yang berprofesi sebagai guru disebut melakukan pembelaan terhadap tindakan anaknya.
5. Korban Mengalami Trauma Berat dan Orang Tua Menolak Berdamai
Hasil visum menunjukkan adanya luka lebam di sejumlah bagian tubuh korban serta gangguan psikologis yang dikategorikan sebagai trauma berat. Kondisi mental korban dilaporkan belum pulih hingga saat ini.
Korban menarik diri dari lingkungan sosial, sering menangis, dan takut keluar rumah.
Bahkan saat dibawa ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), asesmen harus dihentikan karena korban histeris.
Atas kondisi tersebut, orang tua korban menolak penyelesaian damai dan memilih menempuh jalur hukum demi memberikan efek jera.(*)