PEMPROV GORONTALO
Partisipasi Warga Dorong Donasi Gorontalo Islamic Center Capai Rp1,4 Miliar
Pengumpulan dana pembangunan Masjid Raya Gorontalo atau Gorontalo Islamic Center (GIC) terus menunjukkan perkembangan positif.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/GIC-Gubernur-tak-bakal-gunakan-APBD-untuk-Gorontalo-Islamic-Center-GIC.jpg)
Ringkasan Berita:
- Hingga 9 Januari 2025, total donasi mencapai Rp1,4 miliar
- Dana sepenuhnya berasal dari partisipasi masyarakat dan infak pegawai Pemprov Gorontalo
- Yayasan GIC menjaga transparansi dengan rutin mengumumkan penerimaan dan pengeluaran melalui media sosial resmi
TRIBUNGORONTALO.COM – Pengumpulan dana pembangunan Masjid Raya Gorontalo atau Gorontalo Islamic Center (GIC) terus menunjukkan perkembangan positif.
Hingga Jumat, 9 Januari 2025, total donasi yang berhasil dihimpun telah mencapai Rp 1,4 miliar.
Dana tersebut tersimpan di dua rekening perbankan, yakni Bank Muamalat sebesar Rp 1,268 miliar dan Bank SulutGo senilai Rp 136 juta.
Pembangunan Gorontalo Islamic Center yang berlokasi di Desa Talulobutu Selatan, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, resmi dimulai pada 12 Desember 2025.
Sejak momentum groundbreaking tersebut, Yayasan GIC terus memacu berbagai tahapan persiapan. Kendati demikian, pembangunan fisik utama hingga kini belum dimulai.
Ketua Yayasan Gorontalo Islamic Center, Wahyudin Katili, menyampaikan bahwa pendanaan proyek masih sepenuhnya bertumpu pada partisipasi masyarakat serta infak dari pegawai di lingkungan Pemprov Gorontalo.
Ia menegaskan, hingga saat ini belum ada investor yang melakukan komunikasi langsung dengan pihak yayasan.
Wahyudin menjelaskan, donasi yang masuk menunjukkan konsistensi dari minggu ke minggu. “Rata-rata setiap minggu itu (donasi yang masuk) berkisar Rp 60–70 juta hingga di atas ratusan juta,” ujarnya, Minggu (11/1/2026).
Ia menambahkan, Yayasan GIC berkomitmen menjaga transparansi dalam pengelolaan dana. Seluruh penerimaan dan pengeluaran diumumkan secara terbuka melalui media sosial resmi.
“Kami selalu terbuka meng-update, termasuk pengeluaran-pengeluaran kami tampilkan di situ (Instagram),” kata Wahyudin.
Seiring dengan penguatan pendanaan, Yayasan GIC juga memantapkan struktur pelaksana pembangunan. Sejak groundbreaking, panitia pembangunan telah dibentuk dan diketuai oleh Jamal Nganro sebagai bagian dari struktur operasional teknis.
Di bidang perizinan, salah satu capaian penting pasca groundbreaking adalah diperolehnya izin kesesuaian tata ruang untuk lokasi pembangunan.
“Kemajuan yang sudah dicapai sejak groundbreaking itu yang pertama adalah izin kesesuaian tata ruang,” jelas Wahyudin.
Izin tersebut telah dikantongi dari Bupati Bone Bolango, Ismet Mile.
Tahapan berikutnya menyasar aspek lingkungan hidup. Saat ini, Yayasan GIC tengah menyiapkan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) sebagai bagian dari proses awal dokumen lingkungan.
Baca juga: 14 Pejabat Gorontalo Dipanggil Gubernur Gusnar, Ini Kata Mereka soal Mutasi
“UKL-UPL itu merupakan bagian dari dokumen lingkungan hidup. Kita sementara mempersiapkan untuk pembahasan,” kata Wahyudin.
Ia menambahkan, secara menyeluruh dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) akan disusun sebagai bagian dari master plan pembangunan GIC.