Rabu, 11 Maret 2026

Warga Gorontalo Hanyut

Hari Kelima Pencarian Ibu dan Anak Hanyut di Paguyaman, Tim SAR Perluas Penyisiran ke Laut

Upaya pencarian terhadap seorang ibu dan anak yang dilaporkan hanyut di Sungai Paguyaman, Kabupaten Gorontalo, kembali dilanjutkan oleh tim SAR

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Hari Kelima Pencarian Ibu dan Anak Hanyut di Paguyaman, Tim SAR Perluas Penyisiran ke Laut
TribunGorontalo.com
ORANGHANYUT -- Tim SAR menyisir perairan untuk mencari korban hanyut dari Sungai Paguyaman. 
Ringkasan Berita:
  • Operasi pencarian ibu dan anak yang hanyut di Sungai Paguyaman, Kabupaten Gorontalo, memasuki hari kelima dengan memperluas area hingga ke laut. 
  • Perluasan dilakukan karena derasnya arus sungai yang berpotensi menyeret korban keluar dari aliran utama. 
  • Hingga Kamis sore, tim SAR gabungan belum menemukan tanda keberadaan kedua korban dan memastikan pencarian akan terus dilanjutkan.

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Upaya pencarian terhadap seorang ibu dan anak yang dilaporkan hanyut di Sungai Paguyaman, Kabupaten Gorontalo, kembali dilanjutkan oleh tim SAR gabungan pada Kamis (8/1/2026).

Memasuki hari kelima operasi, jangkauan pencarian tidak lagi terbatas di aliran sungai, tetapi diperluas hingga ke wilayah laut.

Perluasan area pencarian dilakukan setelah tim mempertimbangkan karakter arus Sungai Paguyaman yang deras dan berpotensi menyeret korban keluar dari jalur sungai menuju muara.

Sejak pagi hari, personel SAR telah disebar ke sejumlah titik, mulai dari aliran sungai, kawasan muara, hingga perairan laut di sekitar wilayah tersebut.

Baca juga: Trump Tarik AS dari 66 Lembaga PBB, Langkah Mundur Terbesar dari Kerja Sama Global

Penyisiran difokuskan ke arah timur dari muara Sungai Paguyaman. Penentuan arah pencarian dilakukan dengan menyesuaikan kondisi arus yang masih aktif bergerak, baik di sungai maupun di laut.

Kepala Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, Halidin La Bidin, menyampaikan bahwa hingga sore hari, pencarian belum menghasilkan temuan.

Tim telah bekerja sejak pagi dengan berbagai metode, namun tanda keberadaan korban belum ditemukan.

Menurut Halidin, operasi pencarian dilaksanakan sesuai standar prosedur hingga pukul 17.00 Wita.

Selama proses berlangsung, strategi di lapangan terus disesuaikan dengan dinamika arus sungai dan laut yang masih tergolong kuat.

Ia menjelaskan bahwa kondisi arus menjadi faktor utama yang mendorong perluasan area pencarian.

Baca juga: Trump Tarik AS dari 66 Lembaga PBB, Langkah Mundur Terbesar dari Kerja Sama Global

Dengan arus yang masih deras, kemungkinan korban terbawa hingga ke laut tetap menjadi perhatian tim SAR.

Pada hari kelima ini, Basarnas Gorontalo mengerahkan kekuatan yang sama seperti hari-hari sebelumnya.

Operasi pencarian dibagi ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk menjangkau area yang lebih luas dan beragam.

SRU pertama bertugas menyusuri Sungai Paguyaman menggunakan perahu karet, dimulai dari kawasan jembatan hingga mendekati muara.

SRU kedua melakukan penyisiran darat dengan menyusuri bantaran sungai di sisi kiri dan kanan aliran.

Sementara itu, SRU ketiga difokuskan pada pencarian di laut. Tim menggunakan Rubber Boat Basarnas serta Rigid Buoyancy Boat (RBB) dari unsur terkait untuk menyisir perairan luar muara, mengikuti arah arus yang memungkinkan korban terbawa ke laut.

Dalam operasi ini, Basarnas tidak bekerja sendiri. Sejumlah unsur terlibat, di antaranya TNI, Polri, Polair, Brimob, serta para relawan.

Total personel yang dikerahkan hampir mencapai 50 orang.

Dari sisi cuaca, kondisi lapangan dinilai masih mendukung pelaksanaan pencarian.

Hujan sempat turun dalam bentuk gerimis, namun hanya berlangsung singkat dan tidak menghambat operasi secara signifikan.

Meski hingga hari kelima belum ada hasil, tim SAR memastikan pencarian tidak dihentikan.

Evaluasi dilakukan setiap hari untuk menentukan pola dan perluasan area pencarian, dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan personel.

Halidin menegaskan bahwa upaya maksimal terus dilakukan. Harapan keluarga korban menjadi salah satu pertimbangan utama bagi tim SAR untuk tetap melanjutkan operasi selama kondisi memungkinkan.

Korban dalam peristiwa ini diketahui bernama Sumitra Isini (26) dan anaknya, Akbar Diangi (9). Keduanya dilaporkan hanyut sejak Sabtu (3/1/2026).

Insiden tersebut terjadi ketika Sumitra, anaknya, dan seorang kerabat berusaha menyeberangi Sungai Paguyaman.

Ketiganya sempat berpegangan tangan saat berada di tengah sungai, namun derasnya arus memisahkan mereka.

Akbar disebut sempat berteriak memanggil ibunya.

Dalam upaya menolong sang anak, Sumitra melepaskan pegangan tangan.

Namun arus yang kuat justru menyeret ibu dan anak tersebut.

Sementara itu, satu orang lainnya berhasil menyelamatkan diri dengan berpegangan pada batang kayu di sungai.

Sejak saat itu, Sumitra dan Akbar dinyatakan hilang.

Selama proses pencarian, tim SAR sempat menemukan beberapa barang yang diduga milik korban di aliran sungai.

Namun hingga hari kelima operasi, keberadaan Sumitra dan Akbar masih belum diketahui.

Bagi pihak keluarga, peristiwa ini meninggalkan duka yang mendalam.

Sehari sebelum kejadian, Sumitra diketahui masih sempat melakukan panggilan video dengan kerabatnya. Percakapan singkat tersebut kini menjadi kenangan terakhir yang terus dikenang.

Operasi pencarian dipastikan akan terus dilanjutkan dengan memperluas wilayah penyisiran, termasuk ke perairan laut, selama kondisi cuaca dan arus memungkinkan.

 (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Rabu, 11 Maret 2026 (21 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:30
Subuh 04:40
Zhuhr 12:01
‘Ashr 15:08
Maghrib 18:04
‘Isya’ 19:12

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved