Berita Gorontalo
Cerita Dua Siswa PKS Gorontalo Jaga Lalu Lintas di Kawasan Kampus UNG Jelang Pergantian Tahun
Sejumlah siswa Patroli Keamanan Sekolah (PKS) tampak berjaga dan membantu pengaturan lalu lintas di Posko Pengamanan kawasan Kampus Satu UNG
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ANGGOTA-PKS-Dua-anggota-PKS-Nataru-Rafly-Ahmad-S-Duda-siswa-kelas.jpg)
Ringkasan Berita:
- Rafly menceritakan, ketertarikannya bergabung dengan PKS berawal dari rasa penasaran
- Para siswa tersebut turun bersama personel kepolisian untuk membantu kelancaran lalu lintas di sekitar kawasan kampus.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Sejumlah siswa Patroli Keamanan Sekolah (PKS) tampak berjaga dan membantu pengaturan lalu lintas di Posko Pengamanan kawasan Kampus Satu Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Sabtu (27/12/2025).
Para siswa tersebut turun bersama personel kepolisian untuk membantu kelancaran lalu lintas di sekitar kawasan kampus.
Dari beberapa siswa PKS yang bertugas, TribunGorontalo.com mewawancarai dua di antaranya, yakni Rafly Ahmad S Duda, siswa kelas XII SMA Negeri 3 Kota Gorontalo, dan Fatmawati Tobamba, siswi kelas X MAN 1 Kota Gorontalo.
Rafly menceritakan, ketertarikannya bergabung dengan PKS berawal dari rasa penasaran setelah melihat siswa berseragam putih ikut turun ke jalan bersama polisi saat pergantian tahun.
Katanya, saat itu, ia masih berstatus sebagai siswa pindahan dari Kabupaten Gorontalo ke Kota Gorontalo.
“Saya heran, kok masih siswa tapi bisa ikut mengatur lalu lintas bareng polisi,” ujar Rafly.
Rasa penasaran itu mendorongnya mencari tahu hingga akhirnya mengenal PKS.
Dia pun mendaftar, meski awalnya mengira organisasi tersebut hanya ada di satu sekolah.
“Pas mau seleksi, ternyata yang datang itu banyak sekali dari berbagai sekolah. Di situ saya kaget dan bangga,” katanya.
Setelah dinyatakan lolos seleksi, Rafly mengikuti pengkaderan selama empat hari tiga malam.
Dia mengaku sempat terkejut karena sebelumnya belum pernah mengikuti kegiatan fisik dan pembinaan dengan aturan ketat.
“Hari pertama itu benar-benar dibentuk supaya patuh aturan. Kami masih polos dan sering salah,” ucapnya.
Selama pengkaderan, Rafly menerima berbagai materi dari kepolisian, mulai dari pengaturan lalu lintas, rambu-rambu, bahaya narkotika, kesehatan, hingga bela diri.
“Saya baru tahu pembina PKS itu banyak, dari Kapolres, Kasat Lantas, Kasat Binmas, sampai pembina lapangan,” jelas Rafly.
Momen paling berkesan baginya terjadi saat pelantikan. Rafly mengaku terharu karena untuk pertama kalinya mengikuti kegiatan yang mendapat dukungan langsung dari orang tua.
“Itu pengalaman yang sangat berkesan buat saya,” katanya.
Setelah resmi menjadi anggota PKS, Rafly mulai terlibat dalam pengamanan, termasuk pengamanan Natal dan Tahun Baru.
Bagi dia pengalaman tersebut memberinya banyak pelajaran.
“Kami jadi tahu tugas polisi di pos itu seperti apa. Ternyata tidak mudah, tapi sangat penting,” ujarnya.
Berbeda dengan Rafly, ketertarikan Fatmawati terhadap PKS sudah muncul sejak ia masih duduk di bangku SMP.
Ia pertama kali melihat atraksi PKS saat masa pengenalan sekolah.
“Saya lihat mereka turun bersama polisi, kelihatan gagah. Dari situ saya ingin ikut PKS,” ujar Fatmawati.
Keinginan tersebut baru terwujud saat ia duduk di bangku sekolah menengah.
Fatmawati mengikuti seleksi dan pengkaderan hingga akhirnya resmi menjadi anggota PKS.
Turun langsung ke jalan menjadi pengalaman yang cukup menegangkan baginya.
Ia mengaku sempat merasa takut saat harus berdiri di tengah kepadatan kendaraan, terutama di kawasan kampus.
“Awalnya saya takut karena kendaraan banyak sekali. Saya bingung kendaraan mana yang harus dihentikan,” katanya.
Namun seiring waktu, rasa takut itu berkurang setelah mendapat arahan langsung dari personel Polantas dan bimbingan senior PKS.
“Pelan-pelan saya mulai paham cara mengambil posisi dan memberi isyarat ke pengendara,” ujarnya.
Fatmawati mengaku tak lepas dari teguran di hari-hari awal pengamanan.
Namun hal itu justru menjadi pelajaran penting baginya.
“Teguran itu bikin saya lebih hati-hati dan disiplin,” katanya.
Menjelang puncak arus Natal dan Tahun Baru, Rafly dan Fatmawati sama-sama berharap pengendara dapat lebih tertib dan mengutamakan keselamatan di jalan.
“Jangan lupa pakai helm dan patuhi aturan lalu lintas,” ujar Rafly.
Sementara Fatmawati mengingatkan pengendara untuk saling menghargai di jalan.
“Kalau kita tertib, jalan juga lebih aman dan nyaman,” katanya.
Di tengah kesibukan pengamanan di kawasan Kampus Satu UNG, para siswa PKS Gorontalo tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Dua di antaranya, Rafly dan Fatmawati, berbagi cerita tentang pengalaman yang menjadi bagian penting dari proses belajar dan pembentukan karakter mereka.
Pantauan awak media TribunGorontalo.com di lapangan di siang yang cukup terik itu mereka masih setia berdiri di pinggiran jalan.
Memberikan kode lalu lintas untuk mengatur kenderaan, sedangakn sejumlah polisi dan aparat lain juga nampak memantau.
Dengan gagah berani mereka tidak segan segan menegur pengendara yang melawan arah.(*/Jefry)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.