Rabu, 11 Maret 2026

Kebakaran di Gorontalo

5 Fakta Kebakaran di Dulalowo Kota Gorontalo, 6 Rumah Terbakar dan Puluhan Warga Terdampak

Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Madura, Kelurahan Dulalowo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo,

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto 5 Fakta Kebakaran di Dulalowo Kota Gorontalo, 6 Rumah Terbakar dan Puluhan Warga Terdampak
Kesepakatan
FOTO DRONE -- Potret kebakaran di Dulalolowo diambil menggunakan drone oleh content creator, PapaIyas. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Madura, Kelurahan Dulalowo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, Selasa (16/12/2025).

Peristiwa ini menghanguskan rumah warga, memicu kepanikan, serta menyisakan kisah pilu para korban.

Berikut lima fakta kebakaran di Dulalowo yang dirangkum TribunGorontalo.com:

1. Enam Rumah Warga Terbakar, Dua Ludes Dilalap Api

Kebakaran yang terjadi di kawasan Jalan Madura mengakibatkan enam rumah warga terbakar.

Dari jumlah tersebut, dua rumah dilaporkan ludes terbakar, sementara empat rumah lainnya mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda akibat jilatan api.

Baca juga: Bupati Boalemo Gorontalo Rum Pagau Tegas! Kades Selingkuh Bakal Langsung Dicopot

Camat Kota Tengah, Sitami Suratinoyo, menyampaikan bahwa data tersebut merupakan informasi sementara yang diterima dari pihak kelurahan setempat.

“Informasi dari pak lurah ada sekitar enam rumah yang terbakar, yang ludes dua rumah,” ujar Sitami kepada TribunGorontalo.com.

Kondisi rumah yang saling berdekatan di kawasan padat penduduk membuat api dengan cepat merambat, sehingga menyulitkan upaya awal pemadaman dan memperbesar dampak kebakaran.

2. Kebakaran Berdampak pada 16 KK dan 51 Jiwa, Kelompok Rentan Ikut Terdampak

Kebakaran di Dulalowo tidak hanya menghanguskan bangunan, tetapi juga berdampak langsung pada kehidupan warga.

Tercatat 16 kepala keluarga (KK) dengan total 51 jiwa terdampak dalam peristiwa tersebut.

Di antara jumlah tersebut, terdapat kelompok rentan, yakni dua penyandang disabilitas, dua orang lanjut usia, serta empat balita.

Kondisi ini membuat penanganan pascakebakaran membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah dan pihak terkait.

“Ada 16 kepala keluarga dengan total 51 jiwa,” kata Sitami.

Ia menambahkan, pemerintah kecamatan terus berkoordinasi dengan kelurahan untuk memastikan kebutuhan dasar para korban dapat segera terpenuhi.

3. Api Berkobar Hebat Disertai Asap Hitam dan Dentuman Keras

Pantauan TribunGorontalo.com di lokasi sekitar pukul 13.00 Wita menunjukkan api masih berkobar hebat. Asap hitam tebal terlihat membumbung tinggi ke udara dan dapat disaksikan dari jarak cukup jauh.

Situasi di lokasi semakin mencekam karena beberapa kali terdengar dentuman keras dari titik kebakaran, meski hingga kini sumber suara tersebut belum diketahui secara pasti.

Kondisi tersebut memicu kepanikan warga sekitar, terlebih lokasi berada di kawasan permukiman padat dengan akses jalan yang terbatas.

4. Warga dan Pemuda Nekat Panjat Atap, PLN Putus Aliran Listrik

Di tengah kepanikan, warga bersama aparat TNI dan petugas pemadam kebakaran bahu-membahu melakukan pemadaman. Sebagian warga berupaya menyelamatkan barang-barang berharga dari rumah yang terancam api.

Sejumlah pemuda bahkan terlihat nekat memanjat atap rumah untuk membantu memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lain.

Padatnya warga di sekitar lokasi sempat menyulitkan proses penanganan. Demi menghindari risiko lanjutan, petugas PLN memutus aliran listrik di kawasan tersebut.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi korsleting listrik yang dapat memperparah kebakaran.

5. Korban Alami Kerugian Besar, Uang Puluhan Juta Hangus Terbakar

Salah satu korban kebakaran, Fandi Liando, mengungkapkan kerugian materi yang dialaminya akibat peristiwa tersebut. Ia mengaku kehilangan uang tunai dalam jumlah besar yang selama ini disimpan di dalam brankas.

“Sekitar Rp50 juta,” ujar Fandi.

Ia menjelaskan, uang tunai tersebut sebagian hangus terbakar, meski ada yang masih bisa diselamatkan. Beruntung, emas perhiasan yang disimpan di tempat yang sama tidak mengalami kerusakan parah.

Fandi mengaku saat kejadian dirinya tidak sempat mengingat keberadaan brankas karena fokus menyelamatkan diri dan keluarga dari kobaran api.

“Tidak saya ingat, nanti mereka dari Damkar yang beri tahu. Saya sudah tidak pusing dengan itu,” tuturnya.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Rabu, 11 Maret 2026 (21 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:30
Subuh 04:40
Zhuhr 12:01
‘Ashr 15:08
Maghrib 18:04
‘Isya’ 19:12

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved