PEMPROV GORONTALO

PPPA Genjot Program Desa Peduli Anak, Komitmen Hingga Regulasi Jadi Kunci

Upaya menciptakan lingkungan sosial yang aman dan peduli terhadap perempuan dan anak terus digencarkan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo. 

Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
Tribunnews.com
KADIS PPPA -- Kadis PPPA Provinsi Gorontalo dalam sebuah kegiatan. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Upaya menciptakan lingkungan sosial yang aman dan peduli terhadap perempuan dan anak terus digencarkan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo. 

Dinas PPPA menargetkan lahirnya 100 persen Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak pada tahun 2030. 

Namun saat ini baru ada beberapa desa/kelurahan yang mengadopsi program tersebut.

"Kita Provinsi Gorontalo menargetkan 100 persen 2030 Desa Ramah Perempuan dan Peduli anak di Provinsi Gorontalo," ungkapnya, Kamis (27/11/2025).

Yana menegaskan, program ini bukan sekadar label desa wisata atau desa digital, tetapi membutuhkan komitmen kelembagaan, pendanaan, dan kekuatan regulasi.

"Memang butuh waktu, pemikiran dan keikhlasan," imbuhnya. 

Desa Ayula Selatan, Kabupaten Bone Bolango menjadi salah satu contoh nyata keberhasilan awal. 

Di desa ini, literasi anak dan pengawasan penggunaan gawai telah menjadi praktik sosial.

"Di sana sudah ada upaya (satu) literasi anak, jadi ketika anak punya Hp, harus tau bagaimana penggunaan hp yang baik," jelasnya. 

Selain itu, muncul gagasan Gerakan Ayah Hebat, sebuah pendekatan untuk memulihkan peran ayah dalam pembinaan psikologis dan moral anak.

"Anak-anak yang labil, anak-anak yang melakukan kekerasan itu karena peran ayah yang tidak nampak di psikolognya anak," terangnnya. 

Yana menilai, keterlibatan ayah memiliki dampak psikologis besar, meski peran itu terlihat sederhana.

"(Adanya peran ayah), dia tidak mudah tajuh cinta, dia tidak mudah pengaruhi orang lain karena ayahnya sangat dekat dengan dia,"jelas Yana. 

Program ini juga dikembangkan untuk mendorong kewirausahaan perempuan, sebagai upaya menurunkan ketimpangan gender.

Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak menjadi simbol pembangunan berbasis keluarga, sosial, dan inklusif.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved