Penemuan Mayat di Gorontalo
Kronologi Petani Gorontalo Yunus Biki Ditemukan Tewas Setelah 2 Hari Menghilang
Kabar duka menyelimuti Desa Dulamayo Utara, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, pada Selasa (13/10/2025).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kronologi-penemuan-mayat-Yunus-Biki-di-Desa-Dulamayo-Selatan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Kabar duka menyelimuti Desa Dulamayo Utara, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, pada Selasa (13/10/2025).
Warga setempat digegerkan dengan penemuan jenazah seorang petani yang diduga telah meninggal dunia akibat amukan sapi peliharaannya sendiri.
Tragedi naas ini menimpa Yunus Biki, seorang petani berusia 48 tahun.
Ia adalah sosok yang dikenal masyarakat Dulamayo Utara karena aktivitasnya memelihara sapi untuk membantu pekerjaan rutinnya di kebun.
Jenazah Yunus Biki ditemukan tergeletak di Dusun II Piloaita sekitar pukul 10.20 Wita, pada Selasa (14/10/2025). Yunus Biki sempat menghilang selama dua hari dan dicari-cari oleh keluarganya.
Peristiwa pilu ini pertama kali terungkap berkat pencarian yang dilakukan oleh dua warga setempat yang juga menjadi saksi kunci, yaitu Arfan Harun (24) dan Agus M Harun (39).
Menurut keterangan yang disampaikan oleh Kasi Humas Polres Gorontalo, AKP Wawan Suryawan, petunjuk awal dimulainya pencarian adalah hilangnya Yunus secara misterius.
Kronologi Penemuan Korban
Kisah ini dimulai pada hari Minggu, dua hari sebelum penemuan jenazah. Korban, Yunus Biki, kala itu sempat berpamitan kepada saksi Arfan Harun.
Tujuannya berpamitan adalah untuk memindahkan sapi peliharaannya ke lokasi lain, sebuah kegiatan yang sering ia lakukan.
Namun, setelah berpamitan, Yunus Biki tidak pernah lagi terlihat di sekitar pondok tempat ia biasa menghabiskan waktu, khususnya untuk membuat gula aren.
Ketiadaan Yunus Biki selama lebih dari sehari menimbulkan kecurigaan dan kekhawatiran di kalangan kerabat serta tetangga.
Saksi Agus Harun, yang merasa ganjil dengan hilangnya korban, kemudian memutuskan untuk memulai pencarian bersama dengan saksi Arfan.
Saat menyusuri lokasi kebun tempat Yunus biasa beraktivitas, mereka menemukan sapi milik korban berada di area tersebut, namun Yunus Biki sendiri tidak terlihat.
Pencarian pun dilanjutkan dengan menyisir area sekitar kebun yang lebih luas.
Ketika proses pencarian berlangsung, saksi Agus mulai mencium adanya bau busuk yang sangat mencurigakan, bau yang mengarah ke lokasi yang tersembunyi.
Agus lalu menelusuri sumber bau tersebut dengan hati-hati. Ia terus mengikuti arah bau tak sedap itu hingga akhirnya menemukan pemandangan yang memilukan.
Yunus Biki ditemukan dalam posisi telentang dan yang lebih mengerikan, leher atau tubuhnya terlilit tali sapi peliharaannya sendiri.
“Saksi dua melihat korban sudah dalam posisi terlentang dan terlilit tali sapi peliharaannya,” ungkap AKP Wawan, menjelaskan kondisi korban saat ditemukan.
Setelah menemukan korban, saksi Agus segera memanggil Arfan Harun untuk menunjukkan tempat penemuan yang dipenuhi kengerian itu, sebelum akhirnya melaporkannya kepada pihak berwajib.
Baca juga: Yunus Biki Petani Gorontalo Ditemukan Tewas, Diduga Akibat Amukan Sapi
Luka Parah dan Riwayat Amukan Sapi
Dari hasil visum luar yang dilakukan oleh dokter, korban diketahui mengalami sejumlah luka parah. Hal ini memperkuat dugaan bahwa korban sempat mendapat amukan hebat.
Luka-luka tersebut antara lain adalah memar di dada kiri dan kanan, luka robek di paha kanan dan selangkangan, serta sejumlah lecet pada tangan dan pelipis kiri.
Tidak hanya itu, tim medis juga menemukan luka robek pada bagian bibir dan memar pada mata kiri, yang secara meyakinkan menunjukkan bahwa korban mendapat benturan keras, kemungkinan besar ditanduk atau diinjak oleh sapi peliharaannya.
Hasil penyelidikan sementara dari pihak kepolisian juga mengungkap fakta memilukan di balik tragedi ini.
Korban ternyata sudah empat kali mendapatkan amukan atau serangan dari sapi yang sama sebelum insiden fatal ini terjadi.
“Berdasarkan keterangan saksi dua, korban sudah empat kali mendapatkan amukan dari sapi yang dipeliharanya,” jelas AKP Wawan.
Kepala Desa Dulamayo Utara, Ancho Hasan, turut membenarkan riwayat kekejaman sapi tersebut.
“Dulu pernah juga ditanduk tapi masih selamat. Kali ini sepertinya tidak sempat menyelamatkan diri,” tutur Ancho Hasan.
Bahkan, menurut penuturan pihak keluarga, mereka sempat menyarankan korban untuk menjual sapi yang sering mengamuk itu. Namun, saran tersebut ditolak oleh Yunus Biki.
Penyelidikan Polisi
Kepala Desa Ancho Hasan menyebut bahwa setelah menerima laporan, ia langsung menuju lokasi kejadian untuk memastikan dan menghubungi aparat kepolisian setempat.
“Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka di beberapa bagian tubuh. Dugaan sementara, korban ditanduk dan diinjak oleh sapi peliharaannya,” ujarnya.
Pihak kepolisian telah melakukan identifikasi awal di lokasi kejadian dan mengamankan area sekitar untuk penyelidikan lebih lanjut, meskipun hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi mengenai hasil pemeriksaan lanjutan.
Meskipun terdapat dugaan kuat tindak kekerasan hewan yang fatal, pihak keluarga korban menyatakan tidak keberatan atas peristiwa yang menimpa Yunus Biki.
Mereka telah membuat surat pernyataan penolakan otopsi, menerima kejadian tersebut sebagai takdir.
Yunus Biki, yang merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dan memiliki satu anak dari pernikahan sebelumnya, kini telah dimakamkan oleh keluarga.
Prosesi pemakaman dilakukan sore hari di desanya, Dusun II Piloaita, Dulamayo Utara, diiringi suasana duka yang mendalam dari warga yang berdatangan ke rumah duka.
(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.