PEMPROV GORONTALO
Wagub Idah Syahidah Buka Storytelling Pariwisata Gorontalo, Ingatkan Pentingnya Identitas Karawo
Pemerintah Provinsi Gorontalo kembali menghadirkan rangkaian kegiatan dalam Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2025
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Wakil-Gubernur-Gorontalo-Idah-Syahidah-resmi-membuka-Storytelling-Competition.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Pemerintah Provinsi Gorontalo kembali menghadirkan rangkaian kegiatan dalam Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2025. Salah satunya adalah Storytelling Competition Pariwisata Gorontalo yang digelar di Citimall Gorontalo, Minggu (28/9/2025).
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Provinsi Gorontalo, Ivone Larekeng, mewakili Kepala Dinas Pariwisata, melaporkan bahwa lomba ini tidak hanya menampilkan kreativitas generasi muda, tetapi juga mengusung misi pelestarian budaya Karawo.
“Dapat kami laporkan bahwa kegiatan ini adalah Storytelling, lomba baca puisi, dan juga lomba desain motif Karawo. Ini merupakan side event Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) tahun 2025,” jelas Ivone.
Ia menambahkan, GKK telah digelar sebanyak 12 kali dan lima kali berturut-turut berhasil masuk dalam 110 kalender event nasional yang dikurasi langsung oleh Kementerian Pariwisata.
Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah, memberikan apresiasi atas terselenggaranya ajang kreatif ini.
Menurut Idah, Karawo kini semakin menunjukkan perkembangan signifikan dan telah diterima oleh banyak kalangan, termasuk masyarakat di luar Gorontalo.
“Tentu ini berkat usaha daripada pemerintah, daripada para pengrajin,” ungkap Idah.
Ia mengenang bahwa dahulu Karawo masih dipandang terbatas dan bahkan ada yang enggan menggunakannya. Namun, seiring dengan inovasi desain dan kreativitas para pengrajin, sulaman khas Gorontalo tersebut kini justru menjadi kebanggaan.
“Dulu Karawo masih terbatas bahkan ada yang malu pakai Karawo. Namun saat ini motif dan desainnya makin berkembang dan inovatif sehingga dapat diterima oleh berbagai kalangan bahkan dari luar daerah,” tutur Wagub.
Baca juga: Wagub Gorontalo Idah Syahidah Kritik Penari Karawo Gara-gara Kostum
Idah berharap, melalui kegiatan seperti ini, kecintaan terhadap Karawo semakin tumbuh di hati masyarakat, khususnya generasi muda.
Ia juga menekankan pentingnya promosi agar Karawo lebih dikenal luas dan menjadi identitas budaya yang membanggakan.
“Karawo semakin mendunia, dan Insya Allah dengan kegiatan hari ini, seleksi yang diikuti makin menumbuhkan kecintaan terhadap Karawo,” tutupnya.
Sebanyak 10 peserta lomba puisi, 10 peserta lomba narasi, dan 7 peserta desain motif Karawo kini tampil di babak final, setelah melewati tahap audisi sejak Agustus 2025.
Storytelling Competition Pariwisata Gorontalo 2025 ini merupakan wadah penting untuk melestarikan seni Karawo dan memperkuat kecintaan terhadap produk lokal.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)