Sekolah Rakyat Gorontalo
Sekolah Rakyat Gorontalo Segera Dibuka, 13 Guru Diangkat Jadi PNS oleh Kemensos
Pembangunan Sekolah Rakyat pertama di Gorontalo, yang berlokasi di Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Wakil-Gubernur-Gorontalo-Idah-Syahidah-dan-Sherman-Moridu.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Provinsi Gorontalo menjadi salah satu pionir dalam mewujudkan program nasional Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif yang bertujuan memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Pembangunan Sekolah Rakyat pertama di Gorontalo, yang berlokasi di Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo, telah memasuki tahap akhir dan direncanakan akan dibuka pada akhir September 2025.
Progres ini mendapat sorotan langsung dari Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah, yang meninjau lokasi pembangunan pada Rabu (10/9/2025).
Menurutnya, fasilitas yang menelan anggaran Rp388 juta tersebut sudah cukup baik.
"Pembangunannya sudah cukup bagus. Insyaallah, pada tanggal 30 September, sudah bisa dimulai masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS),” ungkap Idah kepada TribunGorontalo.com, Rabu.
Ia menambahkan, Sekolah Rakyat ini adalah bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Gorontalo.
Saat ini, sekolah rintisan ini sudah memiliki dua rombongan belajar (rombel) SMP dan satu rombel SD, dengan total sekitar 25 siswa.
Jika beroperasi penuh, setiap sekolah rakyat ditargetkan dapat menampung hingga 1.000 siswa.
Baca juga: 10 Alasan PPPK Paruh Waktu Diberhentikan dari Instansi
Dukungan Tenaga Pendidik dari Kementerian Sosial
Sebagai wujud keseriusan pemerintah dalam program ini, dukungan penuh datang dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Sosial (Kemensos).
Tercatat, sebanyak 13 guru telah diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) oleh Kemensos untuk mengajar di sekolah ini. Selain itu, seorang kepala sekolah juga sudah ditetapkan dari hasil seleksi ketat terhadap delapan kandidat.
Dukungan Kemensos ini sejalan dengan pernyataan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, yang menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat adalah upaya konkret untuk memutus mata rantai kemiskinan.
Sekolah ini dirancang sebagai sekolah berasrama (boarding school) yang menyediakan pendidikan gratis, gizi memadai, dan kurikulum khusus yang disiapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Meskipun program ini menuai kritik dari beberapa pihak, termasuk akademisi yang mempertanyakan peran Kemensos dalam sektor pendidikan, pemerintah Gorontalo tetap berkomitmen melanjutkan inisiatif ini.
Setelah di Boalemo, Sekolah Rakyat berikutnya akan dibangun di Kecamatan Wonosari dalam enam bulan mendatang.
(tribungorontalo.com)