Kunci Jawaban
Kunci Jawaban IPS Kelas 9 Hal 48: Tradisi Mappalette Bola dan Gotong Royong
Kupas Tradisi Mappalette Bola dan makna gotong royong, lengkap dengan kunci jawaban IPS Kelas 9 halaman 48 untuk panduan belajar mandiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Siswa-SMP-PGRI-6-belajar-di-ruang-kelas-bekas-ruang-guru-di-SDN-205-Neglasari.jpg)
Ringkasan Berita:
- Tema “Manusia dan Perubahan” membahas Tradisi Mappalette Bola sebagai contoh kearifan lokal.
- Tradisi ini menonjolkan gotong royong, keunikan pemindahan rumah adat, dan nilai kebersamaan.
- Sikap saling membantu masih ada, namun mulai berkurang karena perubahan zaman dan gaya hidup.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Buku Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) untuk kelas 9 pada halaman 48 dalam Kurikulum Merdeka mengangkat Tema 01 yang berjudul “Manusia dan Perubahan.”
Di halaman tersebut, terdapat tugas pada bagian Pengayaan yang membahas Tradisi Mappalette Bola.
Materi ini disusun dalam buku IPS kelas 9 karya Mohammad Rizky dan rekan-rekan, yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Kunci jawaban untuk tugas Pengayaan pada halaman 48 ini sebaiknya dimanfaatkan sebagai bahan rujukan bagi siswa saat belajar secara mandiri di rumah.
Berikut ini disajikan kunci jawaban IPS kelas 9 halaman 48.
Kunci Jawaban IPS Kelas 9 Halaman 48
Pengayaan
Menurutmu, apa hal menarik dari tradisi Mappalette Bola?
Apakah sikap saling membantu masih ada di lingkungan masyarakat tempat tinggalmu?
Jawaban:
Menurut saya, ada beberapa hal yang menarik dari tradisi Mappalette Bola diantaranya
- Semangat gotong royong
Tradisi ini menunjukkan semangat gotong royong yang tinggi dari masyarakat Bugis.
Warga desa akan saling membantu untuk memindahkan rumah, tanpa memandang status sosial atau ekonomi.
- Kearifan lokal
Tradisi ini merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Bugis.
Tradisi ini telah berlangsung turun-temurun dan masih dilestarikan hingga saat ini.
- Tradisi yang unik
Tradisi ini terbilang unik karena rumah yang dipindahkan adalah rumah adat Bugis yang terbuat dari kayu.