Berita Viral
Sosok Hijrah Gadis Belia Karyawan PNM Tewas Dibunuh Nasabah saat Tagih Angsuran
Hijrah (19), karyawati PNM Pasangkayu, ditemukan tewas di kebun kelapa. Sosoknya dikenal rajin, tulang punggung keluarga, dan berbakti pada neneknya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/hijrah-karyawan-PNM.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Kepergian Hijrah (19), karyawati PT Permodalan Nasional Madani (PNM), meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar.
Hijrah ditemukan tewas di sebuah kebun kelapa di Dusun Tanga-tanga, Desa Sarjo, Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, pada Sabtu (20/9/2025).
Remaja asal Desa Maponu, Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat ini dikenal sebagai sosok pekerja keras yang rela mengorbankan masa mudanya demi keluarga.
Sejak kecil, Hijrah harus menerima kenyataan pahit ketika kedua orangtuanya berpisah.
Sang ayah dan ibu kemudian membangun keluarga baru masing-masing, sementara Hijrah memilih tinggal bersama neneknya yang sudah lanjut usia.
Bagi Hijrah, nenek bukan sekadar orang tua pengganti, tetapi juga sosok yang harus dijaga sampai akhir hayat.
Seiring bertambahnya usia, Hijrah tumbuh menjadi gadis yang mandiri.
Meski masih remaja, ia mengambil tanggung jawab besar sebagai tulang punggung keluarga.
Baca juga: Dibunuh Nasabah Saat Tagih Angsuran, Pemicu Kematian Hijrah Karyawati PNM Terkuak
Dengan penuh kesabaran, ia merawat neneknya yang menderita pikun dan sudah lama terbaring sakit.
Setiap hari, ia memastikan kebutuhan neneknya terpenuhi, mulai dari makan, minum, hingga membersihkan tubuh.
Menurut sepupunya, Fini, Hijrah adalah contoh nyata dari seorang cucu yang berbakti.
Ia tidak pernah mengeluh meski harus membagi waktu antara bekerja dan merawat sang nenek.
“Dia itu anak baik, sangat bertanggung jawab. Sejak nenek sakit, Hijrah yang merawat tanpa lelah,” ucap Fini dengan mata berkaca-kaca.
Hijrah bekerja di PNM dengan semangat tinggi.
PNM merupakan perusahaan BUMN yang bergerak di bidang jasa keuangan non-bank dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat kecil, khususnya pelaku usaha mikro dan kelompok perempuan prasejahtera.
Melalui program unggulan seperti Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera), PNM hadir untuk memberikan akses permodalan sekaligus pendampingan agar masyarakat mampu mandiri secara ekonomi.
Baca juga: Pengisian DRH PPPK Paruh Waktu 2025 Ditutup Hari Ini, Segera Cek Tanda Berkasmu Sukses Diterima
Bagi Hijrah, pekerjaannya itu bukan hanya sekadar mencari penghasilan, tetapi juga jalan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari dan pengobatan neneknya.
Namun, karena tuntutan pekerjaan, ia hanya bisa pulang ke rumah setiap hari Minggu dan Senin malam.
Waktu singkat itu ia manfaatkan sepenuhnya untuk menemani neneknya.
Di mata rekan-rekannya, Hijrah dikenal sebagai pribadi pendiam, sederhana, dan tidak pernah menolak ketika diminta bantuan.
Meski usianya masih sangat muda, ia mampu menunjukkan tanggung jawab yang besar.
“Kalau ada yang kesusahan, Hijrah biasanya cepat membantu. Dia anaknya supel meski pendiam,” kata salah seorang rekannya.
Sayangnya, ketulusan dan pengorbanan Hijrah harus berakhir tragis.
Pada Sabtu (20/9/2025), jenazahnya ditemukan di sebuah kebun kelapa dalam kondisi mengenaskan.
Ia diduga menjadi korban pembunuhan setelah menjalankan tugas menagih angsuran kepada nasabah PNM.
Kabar kematian Hijrah tidak hanya membuat keluarga terpukul, tetapi juga menyisakan luka mendalam bagi sang nenek yang hingga kini tidak mengetahui tragedi yang menimpa cucunya.
Dengan kondisi pikun, perempuan tua itu masih terbaring lemah di rumah, tanpa menyadari bahwa sosok yang setia merawatnya telah tiada.
Baca juga: Cara Jitu Mengatasi Tombol Cetak DRH PPPK Paruh Waktu 2025 yang Tiba-tiba Hilang
Sementara itu, ibu kandung Hijrah yang tinggal di Pantai Timur, Sulawesi Tengah, langsung bergegas pulang setelah mendengar kabar duka.
Isak tangis pecah begitu ia tiba di rumah duka dan mendapati kenyataan pahit bahwa anak perempuannya telah pergi untuk selamanya.
Kini, warga Desa Maponu dan rekan-rekan kerja Hijrah hanya bisa mengenang kebaikan almarhumah.
Doa dan air mata terus mengiringi kepergian gadis muda yang telah mengorbankan segalanya demi keluarga, hingga akhirnya harus menemui ajal dengan cara yang begitu memilukan. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunPalu.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.