Hari Pancasila 2026
Prabowo Sebut Pancasila Jadi Kekuatan Indonesia Hadapi Gejolak Dunia
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Pancasila tetap menjadi pedoman utama bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PANCASILA-Presiden-Prabowo-Subianto-merasa-bersyukur-bahwa-Indonesia.jpg)
Ringkasan Berita:
- Presiden Prabowo Subianto menegaskan Pancasila tetap menjadi pegangan utama Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi dan konflik global.
- Prabowo meminta nilai-nilai Pancasila diterapkan dalam pembangunan ekonomi agar manfaatnya dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat.
- Ia juga menyoroti pentingnya transformasi ekonomi agar kekayaan sumber daya alam Indonesia dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat.
TRIBUNGORONTALO.COM – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Pancasila tetap menjadi pedoman utama bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global, termasuk ketidakpastian ekonomi dunia yang tengah terjadi saat ini.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/2026).
Menurut Prabowo, di tengah situasi dunia yang diwarnai konflik, rivalitas geopolitik, perang dagang, hingga perlambatan ekonomi, Indonesia masih memiliki fondasi yang kuat untuk menjaga arah pembangunan nasional.
Baca juga: Bansos PKH-BPNT Juni 2026 Berpotensi Cair Lebih Cepat, Kemensos Ubah Jadwal Update Data DTSEN
"Di tengah dunia yang semakin terpecah oleh pertikaian, rivalitas geopolitik, perang dagang, dan ketidakpastian ekonomi, Indonesia memiliki pegangan yang kokoh yaitu Pancasila," kata Prabowo.
Ia menegaskan, Pancasila tidak boleh hanya dijadikan slogan atau simbol semata, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam penyusunan kebijakan ekonomi nasional.
Menurut Prabowo, pembangunan ekonomi Indonesia harus berjalan sejalan dengan nilai-nilai Pancasila agar hasilnya dapat dirasakan secara adil oleh seluruh rakyat.
"Pancasila adalah pedoman untuk mengatur kehidupan berbangsa, bermasyarakat, dan bernegara. Termasuk bagaimana kita membangun ekonomi nasional kita," ujarnya.
Prabowo mengakui masih terdapat tantangan besar yang harus dihadapi bangsa Indonesia, terutama terkait pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Ia menilai belum seluruh rakyat Indonesia menikmati hasil pembangunan dan kekayaan yang dimiliki negara.
"Marilah kita jujur dalam melihat kenyataan yang kita hadapi sekarang," ucapnya.
Meski demikian, Prabowo mengajak masyarakat untuk tetap optimistis. Ia menyoroti keberhasilan Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan di tengah banyak negara yang masih menghadapi krisis.
Baca juga: Kata-kata Sofia Yulinar Sebelum Pernikahan Adhisty Zara Terungkap ke Publik
"Sekarang kita sudah swasembada pangan di mana banyak negara menghadapi kesulitan. Kita sudah lebih siap," tegasnya.
Presiden juga menyinggung besarnya potensi sumber daya alam Indonesia yang selama ini belum sepenuhnya memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Menurutnya, nilai tambah dari kekayaan alam Indonesia masih banyak dinikmati pihak lain, sehingga diperlukan transformasi besar untuk memastikan manfaatnya kembali kepada rakyat.