INFOTAINMENT
Viral Pengantin Wanita di Ternate Gagal Nikah dengan Oknum Densus 88, Calon tak Datang di Hari H
Rencana pernikahan seorang perempuan di Kota Ternate mendadak berakhir kecewa setelah calon mempelai pria yang merupakan oknum anggota Densus 88
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/VIRAL-Kronologi-Gagalnya-Pernikahan-Anisa-dan-Anggota-Densus-88.jpg)
Menurut Anisa, pihak keluarga pria menyampaikan kondisi calon suaminya cukup serius hingga tangan dan kaki tidak bisa digerakkan serta penglihatannya kabur.
Padahal saat itu seluruh rangkaian acara sudah berjalan dan tamu undangan mulai berdatangan ke lokasi pernikahan.
“Kami menunggu sampai sekitar pukul 10.00 WIT, tetapi belum ada kepastian dari pihak laki-laki. MC juga terus mengulur waktu,” ujar Anisa.
Karena tak kunjung mendapat kepastian, keluarga perempuan akhirnya mendatangi rumah Briptu AA di Kelurahan Jan sekitar pukul 11.30 WIT.
Keluarga sempat mengusulkan agar prosesi ijab kabul dipindahkan ke rumah mempelai pria.
Namun setibanya di lokasi, keluarga perempuan mengaku tidak mendapat sambutan yang baik.
Anisa bahkan masuk langsung ke kamar Briptu Alim dengan masih mengenakan busana pengantin untuk memastikan kondisi calon suaminya.
“Saat saya lihat langsung di dalam kamar, ternyata kondisinya tidak separah yang sebelumnya disampaikan,” katanya.
Di lokasi juga telah hadir petugas Kantor Urusan Agama (KUA).
Petugas sempat menawarkan solusi agar ijab kabul dapat diwakilkan apabila mempelai pria benar-benar tidak mampu menggerakkan tangan.
Namun usulan tersebut ditolak oleh Briptu Alim.
Penolakan itu membuat keluarga Anisa memutuskan pulang dan membatalkan seluruh prosesi akad nikah.
Usai insiden tersebut, Anisa mengaku belum menerima permintaan maaf ataupun iktikad baik dari pihak Briptu AA.
Karena itu, ia melayangkan somasi resmi dengan tuntutan ganti rugi materi dan immateri sebesar Rp400 juta.
Nominal tersebut disebut sebagai bentuk pertanggungjawaban atas biaya persiapan pernikahan serta rasa malu yang dialami keluarga besar.