BERITA NASIONAL
Anies Baswedan Minta Pemerintah Jujur soal Kondisi Ekonomi Indonesia
Anies Baswedan melontarkan kritik tajam terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dengan menilai kondisi Indonesia saat ini sedang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2024-08-31_Kolase-foto-Anies-Baswedan.jpg)
Ringkasan Berita:
- Anies Baswedan menilai kondisi Indonesia di bawah pemerintahan Prabowo Subianto sedang tidak baik-baik saja.
- Ia menyoroti pelemahan rupiah, naiknya harga kebutuhan pokok, hingga menurunnya daya beli masyarakat dan kesempatan kerja.
- Anies juga meminta pemerintah lebih transparan dan konsisten dalam menyampaikan kondisi ekonomi kepada publik.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Anies Baswedan melontarkan kritik tajam terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dengan menilai kondisi Indonesia saat ini sedang tidak baik-baik saja.
Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya pada Rabu (20/5/2026), Anies menyoroti sejumlah persoalan ekonomi mulai dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, naiknya harga kebutuhan pokok, hingga menyempitnya lapangan pekerjaan.
Ia juga menyinggung kondisi daya beli masyarakat yang disebut terus mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir.
Baca juga: Lowongan Kerja Gorontalo Jumat 22 Mei 2026: Hisana Cari Crew Toko, Cek Syaratnya
“Saya mengikuti dengan seksama apa yang sedang terjadi di negeri ini dan terus terang kondisinya tidak baik-baik saja,” kata Anies.
“Rupiah jatuh ke titik terendah sepanjang sejarah, harga-harga naik, kesempatan kerja menyempit, daya beli rumah tangga melemah, tabungan tergerus. Dan ini berdampak pada hajat hidup orang banyak,” lanjutnya.
Selain persoalan dalam negeri, Anies menilai Indonesia juga sedang menghadapi tantangan global yang tidak ringan, mulai dari situasi geopolitik dunia hingga perubahan iklim.
Menurutnya, berbagai tekanan tersebut datang secara bersamaan sehingga membuat kondisi semakin berat bagi masyarakat.
“Satu ujian saja berat, saat ini beberapa datang bersamaan. Makanya beratnya berlipat,” ujarnya.
Anies kemudian menyoroti sikap pemerintah yang dinilainya belum memberikan kepastian kepada publik maupun pasar.
Ia menyebut masyarakat membutuhkan transparansi dan arah kebijakan yang jelas, bukan sekadar ketenangan semu.
“Dalam kondisi seperti ini, yang dibutuhkan oleh pasar dan publik adalah satu hal yaitu kepastian, bukan ketenangan semu, bukan masalah yang ditaburi gula-gula,” katanya.
“Tapi kepastian yang lahir dari transparansi dan kejujuran. Dari arah yang jelas, dari pemerintah yang tahu akan ke mana negeri ini dibawa. Sayangnya itu yang justru tidak kita dapatkan,” sambung Anies.
Baca juga: Mohamad Taufik Sapii dan Nurlia Herman Raih Juara 1 Duta Bahasa Gorontalo 2026
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mengkritik cara pemerintah menyampaikan informasi kepada publik yang menurutnya hanya menampilkan data positif sementara persoalan yang ada justru ditutupi.
“Data dipilih-pilih. Hanya yang baik yang ditampilkan, yang buruk disembunyikan. Komentar pejabat soal situasi serius sering terdengar enteng, bahkan bercanda,” ucapnya.