BERITA NASIONAL
Sentil Elite yang Takut Dolar Naik, Prabowo: Bangsa Tak Boleh Dipenuhi Ketakutan
Presiden Prabowo Subianto kembali melontarkan pernyataan yang menjadi perhatian publik terkait kondisi ekonomi nasional
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Presiden-Prabowo-Subianto-saat-berpidato-dddddoi.jpg)
Ringkasan Berita:
- Prabowo Subianto menilai rasa takut berlebihan terhadap kenaikan dolar dan stok BBM dapat membuat bangsa menjadi lemah.
- Ia menyebut Indonesia sebenarnya memiliki kekayaan alam besar, namun belum dikelola maksimal untuk kemakmuran rakyat.
- Presiden juga menyoroti perlunya perubahan sistem ekonomi agar Indonesia lebih mandiri dan mampu bersaing secara global.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Presiden Prabowo Subianto kembali melontarkan pernyataan yang menjadi perhatian publik terkait kondisi ekonomi nasional, khususnya soal nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Dalam pidatonya pada Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026), Prabowo menyinggung sikap sebagian kelompok elite yang dinilai terlalu khawatir terhadap kenaikan kurs dolar AS maupun isu ketersediaan bahan bakar minyak (BBM).
Menurutnya, mentalitas yang dipenuhi rasa takut justru dapat membuat Indonesia menjadi bangsa yang lemah dan sulit menjaga kedaulatan.
“Tanpa kemakmuran kita tidak mungkin bisa jaga kedaulatan kita. Bahwa kemungkinan besar kita akan menjadi bangsa yang lemah, bangsa yang selalu takut kurs dollar, takut BBM tidak cukup, takut ini takut itu, bangsa yang takut, bangsa yang elite-nya takut,” kata Prabowo dalam pidatonya.
Pernyataan tersebut muncul tak lama setelah ucapan Prabowo sebelumnya mengenai masyarakat desa yang disebut tidak terlalu terdampak fluktuasi dolar AS ramai diperbincangkan publik.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menegaskan Indonesia sejatinya memiliki sumber daya alam melimpah yang seharusnya mampu menjadi modal besar menuju kemakmuran nasional.
Ia menyebut kekayaan alam Indonesia merupakan anugerah besar yang dimiliki bangsa ini.
Namun, menurutnya, selama bertahun-tahun banyak kekayaan negara justru mengalir ke luar negeri.
Prabowo turut menyoroti sistem ekonomi nasional yang dinilai belum sepenuhnya berjalan sesuai arah untuk membawa Indonesia menjadi negara yang kuat dan sejahtera.
Karena itu, ia menekankan perlunya pembenahan sistem ekonomi agar Indonesia mampu berdiri lebih mandiri dan bersaing dengan negara-negara lain.