KRIMINALITAS
Gegara Tak Terima Digugat Cerai, Pria di Bandung Diduga Ancam Bakar Rumah dan Anak
Ketegangan terjadi di sebuah rumah di Jalan Lemah Neundeut, Kelurahan Sukawarna, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (12/5/2026)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PENYEKAPAN-ANAK-Petugas-gabungan-termasuk-pemadam-kebakaran.jpg)
Ringkasan Berita:
- Seorang pria di Kota Bandung diduga menyekap dan mengancam membakar tiga anak kandungnya setelah sang istri meminta cerai.
- Petugas gabungan mengevakuasi ketiga anak dari ruang tersembunyi di dalam rumah, sementara pelaku melarikan diri sebelum diamankan.
- Polisi masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan saksi terkait dugaan penyanderaan tersebut.
TRIBUNGORONTALO.COM – Ketegangan terjadi di sebuah rumah di Jalan Lemah Neundeut, Kelurahan Sukawarna, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (12/5/2026) dini hari.
Seorang pria diduga nekat menyekap tiga anak kandungnya sendiri setelah cekcok rumah tangga dengan sang istri yang disebut meminta cerai.
Peristiwa itu pertama kali terungkap setelah sang istri meminta bantuan kepada polisi karena khawatir terhadap keselamatan anak-anaknya.
Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton, mengatakan laporan diterima sekitar pukul 00.54 WIB.
Baca juga: Calon Suami Nathalie Holscher Ternyata Lulusan SMK, Kini Sukses Bangun Bisnis Digital
Dalam laporan tersebut, ibu korban menyebut ketiga anaknya berada di dalam rumah bersama sang ayah yang diduga melakukan ancaman.
“Yang disampaikan ibunya ke polisi bahwa anaknya disekap atau ditawan,” kata Anton, Rabu (13/5/2026).
Ia menjelaskan petugas kemudian bergerak ke lokasi bersama tim gabungan, termasuk personel Damkar Kota Bandung dan tenaga medis.
Situasi di lokasi disebut cukup tegang karena pelaku diduga mengancam akan melakukan tindakan berbahaya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung, Sony Bakhtiyar, mengatakan tim mendapat informasi adanya dugaan penyekapan terhadap anak-anak di dalam rumah.
Petugas kemudian melakukan koordinasi dengan kepolisian sebelum memasuki bangunan.
“Situasi di lokasi dilaporkan cukup kritis sehingga perlu penanganan darurat dan negosiasi,” ujar Sony.
Tim gabungan lalu menyisir seluruh bagian rumah untuk mencari keberadaan korban.
Namun saat memeriksa lantai atas, petugas tidak menemukan siapa pun.
Saat turun kembali, petugas menemukan sebuah ruang tersembunyi di bawah lantai bangunan yang dipenuhi tumpukan kemasan oli.