Bansos 2026
Cukup Masukkan NIK, Cek Status Bansos April 2026 di Sini
Tribunners, cek status kepesertaan Anda sebagai calon penerima bantuan sosial (bansos).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-pencairan-Bansos-Simak-cara-cek-penerima-Bansos-2026.jpg)
Ringkasan Berita:
- Cek Bansos Pakai NIK – KPM kini bisa mengecek status bansos secara mandiri lewat website atau aplikasi Cek Bansos hanya dengan memasukkan NIK KTP, tanpa perlu ke kantor desa/kelurahan
- Sistem baru Kemensos bersama BPS mengelompokkan keluarga ke dalam 10 desil berdasarkan kondisi sosial ekonomi. Desil 1–4 jadi prioritas penerima PKH dan Sembako
- Dana Triwulan II Cair Bertahap – Sejak 10 April 2026, bansos mulai disalurkan melalui PT Pos Indonesia dan bank Himbara
TRIBUNGORONTALO.COM – Tribunners, cek status kepesertaan Anda sebagai calon penerima bantuan sosial (bansos).
Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) kini mempermudah keluarga penerima manfaat (KPM).
KPM tidak perlu lagi mendatangi kantor desa atau kelurahan, hanya perlu Nomor Induk Kependudukan.
Perubahan skema pengecekan ini sejalan dengan percepatan pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang digarap Kemensos bersama Badan Pusat Statistik (BPS).
Dengan integrasi NIK, akurasi data desil dan status penerimaan bantuan diharapkan menjadi lebih transparan dan tepat sasaran.
Bagi Anda yang sedang menantikan pencairan, dana bansos Triwulan II sendiri sudah mulai digulirkan secara bertahap sejak 10 April 2026.
Masyarakat disarankan segera melakukan pengecekan mandiri untuk memastikan apakah NIK mereka sudah terdaftar sebagai penerima manfaat pada periode ini.
Untuk mengetahui hasilnya, Anda cukup memperhatikan kolom program Sembako atau PKH; jika status berubah dari "Tidak" menjadi "Ya" disertai keterangan periode April-Juni 2026, maka bantuan dipastikan segera cair ke tangan penerima.
Baca juga: Cara Cek Desil Kemensos, Pastikan Anda Termasuk Keluarga Penerima Manfaat Bansos 2026
Cara Cek Desil dan Status Bansos
Ada dua cara mengecek desil dan status bansos secara mandiri lewat HP:
Melalui website, buka cekbansos.kemensos.go.id di browser, lalu:
Masukkan NIK ke kolom yang tersedia
Ketik kode verifikasi yang muncul di layar, klik refresh jika tidak terbaca
Tekan tombol "Cari Data"
Informasi nama, kelompok desil, dan status bansos akan tampil
Melalui aplikasi Cek Bansos, isi NIK atau nama sesuai KTP, pilih wilayah domisili, lalu klik cek. Aplikasi ini juga menyediakan fitur usul dan sanggah bagi warga yang merasa data tidak sesuai.
Melansir cekbansos.kemensos.go.id, sistem desil membagi seluruh keluarga di Indonesia ke dalam 10 kelompok berdasarkan kondisi sosial ekonomi secara menyeluruh, mulai dari jenis pekerjaan, tingkat pendidikan, kondisi fisik rumah, kapasitas daya listrik, hingga kepemilikan aset.
Setiap kelompok mewakili 10 persen populasi keluarga, dengan desil 1 sebagai yang paling tidak sejahtera.
Posisi desil menentukan akses seseorang terhadap bansos. Keluarga di desil 1 sampai 4 menjadi prioritas utama penerima PKH dan Sembako, sementara desil 5 masih membuka peluang untuk terdaftar sebagai peserta PBI-JK.
Warga yang merasa pengelompokannya tidak mencerminkan kondisi sebenarnya dapat mengajukan koreksi ke desa, kelurahan, atau dinas sosial setempat, maupun langsung melalui aplikasi Cek Bansos.
BPS akan menghitung ulang secara periodik berdasarkan data terbaru.
Baca juga: Cara Lihat Desil Lewat HP, Cek Apakah Anda Termasuk Penerima Bansos 2026
Besaran Dana Bansos Triwulan II
Dana disalurkan melalui PT Pos Indonesia dan bank Himbara secara bertahap, sehingga jadwal penerimaan antarwarga tidak selalu bersamaan.
Untuk program Sembako atau BPNT, setiap keluarga menerima Rp 200.000 per bulan atau Rp 600.000 per triwulan.
Untuk PKH, besaran dana per triwulan terbagi berdasarkan kategori penerima:
Korban pelanggaran HAM berat: Rp 2.700.000
Ibu hamil atau nifas: Rp 750.000
Anak usia 0-6 tahun: Rp 750.000
Lansia 60 tahun ke atas: Rp 600.000
Penyandang disabilitas berat: Rp 600.000
Pelajar SMA sederajat: Rp 500.000
Pelajar SMP sederajat: Rp 375.000
Pelajar SD sederajat: Rp 225.000
Artikel ini telah tayang di KompasTV
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.