Senin, 4 Mei 2026

Berita Nasional

Baru 4 Bulan Berdinas, Bripda Natanael Tewas di Mess Bintara, Keluarga Curiga

Kasus kematian seorang anggota polisi muda di lingkungan Polda Kepulauan Riau menyisakan duka mendalam bagi keluarga.

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Baru 4 Bulan Berdinas, Bripda Natanael Tewas di Mess Bintara, Keluarga Curiga
TribunGorontalo.com
SOSOK BRIPDA NAEL - Bripda Nael semasa hidup. Sosok Bripda Natanael Simanungkalit (20), anggota Direktorat Samapta (DIT Samapta) Polda Kepri yang tewas diduga dianiaya seniornya. 
Ringkasan Berita:
  • Bripda Natanael Simanungkalit, anggota muda Polda Kepri, meninggal dunia diduga akibat penganiayaan oleh seniornya di Mess Bintara. 
  • Korban yang baru empat bulan berdinas dikenal sebagai pribadi pendiam dan memiliki kemampuan bela diri karate. 
  • Polisi telah menetapkan satu tersangka dan masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Kasus kematian seorang anggota polisi muda di lingkungan Polda Kepulauan Riau menyisakan duka mendalam bagi keluarga.

Bripda Natanael Simanungkalit (20), anggota Direktorat Samapta (Dit Samapta), ditemukan meninggal dunia di Mess Bintara pada Senin malam (13/4/2026) dengan dugaan kuat akibat penganiayaan oleh seniornya.

Natanael, yang akrab disapa Nael, diketahui merupakan Bintara angkatan 2025 dan baru menyelesaikan pendidikan pada Desember 2025.

Baca juga: Terungkap! Modus Permainan Pita Cukai di Bea Cukai, Negara Rugi Besar

Artinya, masa pengabdiannya sebagai anggota Polri belum genap empat bulan saat peristiwa tersebut terjadi.

Di lingkungan keluarga, Nael dikenal sebagai sosok yang tenang dan tidak banyak bicara.

Ia merupakan anak kedua dari empat bersaudara, dengan dua saudara perempuan dan satu saudara laki-laki.

"Nael ini anaknya pendiam, enggak mau buat masalah. Istilahnya anak ini enggak neko-nekolah," kata paman korban, Jefri, ditemui di rumah duka dikutip dari TribunBatam, Selasa (14/4/2026) siang.

Selain sifatnya yang tertutup, Nael juga memiliki kemampuan dalam bidang olahraga bela diri. Sejak bangku SMP, ia telah menekuni karate dan dikenal cukup mahir.

Baca juga: Wanita Dianiaya di Karaoke Bandungan, Hidung Bergeser Diduga Ulah Oknum Anggota Dewan

"Dari SMP ada dia itu belajar karate ya. Jago karate," ujarnya.

Kemampuan tersebut justru menimbulkan tanda tanya di pihak keluarga terkait kejadian yang menimpa korban.

Mereka menilai, secara logika, Nael seharusnya mampu melakukan perlawanan jika hanya berhadapan dengan satu orang.

"Kalau cuma satu orang, enggak mungkin dia enggak bisa ngelawan. Logika kami begitu," katanya.

Kini, keluarga berharap kasus tersebut dapat diusut secara menyeluruh hingga semua pihak yang terlibat diproses sesuai hukum yang berlaku.

"Ya tuntaslah, diusut sebagaimana mestinya. Semua pihak yang terlibat dikeluarkan," tegas Jefri.

Fakta Penyelidikan Polisi

Polda Kepri melalui Bidang Propam mengungkap bahwa terdapat dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh seorang anggota senior terhadap korban.

Sosok yang diduga terlibat adalah Bripda AS, yang juga bertugas di Dit Samapta.

“Memang terjadi adanya penganiayaan yang diduga dilakukan oleh anggota DIT Samapta. Senior korban, Bripda AS,” ujar Kabid Propam Polda Kepri, Kombes Pol Eddwi Kurniyanto.

Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa korban dalam peristiwa tersebut tidak hanya satu orang.

Selain Natanael, terdapat satu anggota muda lainnya berinisial JP yang turut menjadi korban.

Namun, kondisi keduanya berbeda. Natanael dinyatakan meninggal dunia, sementara JP hanya mengalami luka ringan dan telah menjalani visum.

"Untuk korban JP, hanya luka ringan dan sudah dilakukan visum," ungkapnya.

Dalam upaya mengungkap peristiwa ini, pihak Propam telah memeriksa sedikitnya delapan personel yang diduga mengetahui kejadian tersebut.

Sejauh ini, satu orang telah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka.

Meski demikian, penyelidikan masih terus berlanjut untuk memastikan apakah terdapat keterlibatan pihak lain.

“Sementara baru satu yang kami tetapkan sebagai tersangka. Tapi kami masih dalami, apakah ada pihak lain yang turut melakukan tindakan kekerasan,” kata Eddwi.

 
(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved