GEMPA BUMI
Gempa Bumi Magnitudo 2,4 Guncang Wilayah Sumba, Ini Penjelasan BMKG
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,4 mengguncang wilayah Sumba, Nusa Tenggara Timur, Jumat (27/3/2026) pukul 09.13 WIB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/GEMPA-BUMI-Gempa-hari-ini-terjadi-di-NTT-Jumat-pagi-27-Maret-2026.jpg)
Ringkasan Berita:
- Gempa magnitudo 2,4 mengguncang wilayah Sumba, Nusa Tenggara Timur, Jumat (27/3/2026)
- Wilayah ini rawan gempa karena berada di zona pertemuan lempeng aktif, sementara magnitudo kecil membuat dampak terbatas
- BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang, waspada, dan memantau informasi resmi guna menghindari hoaks serta mengetahui perkembangan terbaru.
TRIBUNGORONTALO.COM — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,4 mengguncang wilayah Sumba, Nusa Tenggara Timur, Jumat (27/3/2026) pukul 09.13 WIB.
Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada koordinat 9,19 Lintang Selatan dan 120,12 Bujur Timur, dengan kedalaman 14 kilometer.
Wilayah Rawan karena Aktivitas Lempeng Tektonik
Kawasan Sumba dan sekitarnya merupakan wilayah yang rawan gempa karena berada di jalur pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia di bagian selatan Indonesia.
Selain itu, aktivitas sesar lokal di kawasan Nusa Tenggara turut berkontribusi terhadap sering terjadinya gempa bumi di wilayah ini.
Magnitudo Kecil, Kedalaman Dangkal
Gempa dengan magnitudo 2,4 tergolong kecil dan umumnya tidak menimbulkan kerusakan.
Baca juga: Update Harga Emas 27 Maret 2026: Turun Hingga Rp22 Ribu, Antam Stabil di Rp2,95 Juta
Namun, kedalaman gempa yang relatif dangkal, yakni 14 kilometer, berpotensi membuat getaran terasa di sekitar pusat gempa.
Meski demikian, karena energinya kecil, dampak yang ditimbulkan biasanya terbatas dan tidak signifikan.
Imbauan BMKG dan Tips Hadapi Gempa
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing isu yang belum jelas kebenarannya.
Adapun langkah yang perlu dilakukan saat gempa antara lain:
- Berlindung di bawah meja atau benda kokoh saat guncangan terjadi.
- Menjauhi kaca dan benda yang mudah jatuh.
- Segera menuju tempat terbuka setelah gempa berhenti.
- Memastikan kondisi bangunan sebelum kembali masuk.
- Menyiapkan tas siaga bencana sebagai langkah antisipasi.
- Tetap Tenang dan Pantau Informasi Resmi
BMKG menegaskan informasi gempa yang disampaikan mengutamakan kecepatan, sehingga data masih dapat berubah seiring pembaruan.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan selalu memantau informasi resmi dari BMKG untuk mengetahui perkembangan terkini serta menghindari penyebaran informasi yang tidak benar. (*)