Khazanah Islam
Panduan Lengkap Ziarah Kubur: Hikmah, Adab, dan Doa yang Dianjurkan
Berikut 8 hikmah dan adab ziarah kubur lengkap dengan tata cara dan doa yang dianjurkan untuk dibaca.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2422023_ziarah-ke-makam-pejuang-Pohuwato.jpg)
Ringkasan Berita:1. Mengingatkan kehidupan akhirat dan mendorong persiapan amal.2. Sarana mendoakan keluarga dan kerabat yang telah meninggal.3. Menumbuhkan empati, kerendahan hati, dan kedekatan dengan Allah SWT.
TRIBUNGORONTALO.COM — Mengunjungi makam atau ziarah kubur merupakan salah satu praktik spiritual dalam Islam yang berfungsi sebagai pengingat manusia akan kefanaan hidup dan pentingnya persiapan menuju kehidupan setelah mati.
Aktivitas ini kerap dilakukan oleh masyarakat, terutama saat momen-momen penting seperti Idul Fitri atau bulan suci Ramadan, sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan kerabat yang telah meninggal.
Selain itu, ziarah kubur juga menjadi kesempatan untuk merenungi kematian dan mengingatkan diri akan hari akhir, sehingga menumbuhkan kesadaran spiritual yang lebih dalam.
Baca juga: Harga Emas Minggu 22 Maret 2026: Antam, Galeri 24, dan UBS Turun, Kini di Rp 2,9 Juta per Gram
Secara bahasa, kata “ziarah” berarti melakukan kunjungan, sehingga ziarah kubur dapat diartikan sebagai kegiatan mengunjungi makam.
Dalam perspektif Islam, ziarah kubur termasuk amalan yang bersifat sunnah; artinya, pelaksanaannya tidak diwajibkan, tetapi tetap mendapatkan pahala bagi yang melakukannya.
Tidak melakukan ziarah kubur pun tidak menimbulkan dosa, sehingga umat Muslim diberikan fleksibilitas untuk menjalankan amalan ini sesuai kemampuan dan kesempatan yang ada.
Pelaksanaan ziarah kubur sebaiknya disertai dengan tata krama dan adab yang benar, agar aktivitas tersebut tidak sekadar menjadi rutinitas sosial, melainkan juga bernilai ibadah.
Dengan mengikuti adab yang dianjurkan, setiap Muslim dapat memperoleh hikmah dari ziarah, seperti memperkuat rasa empati, menjaga hubungan silaturahmi dengan keluarga yang telah tiada, dan meningkatkan kesadaran akan kehidupan akhirat.
Baca juga: Harga BBM Non-Subsidi di Gorontalo Kompak Naik Bahkan Hingga Rp1.000 per Liter, Ini Daftarnya
8 Hikmah Ziarah Kubur dalam Islam
- Mengingatkan akan kehidupan akhirat
Ziarah kubur membuat seseorang sadar bahwa hidup di dunia hanya sementara dan setiap manusia akan kembali kepada Allah SWT. - Mendorong untuk mendoakan orang yang telah meninggal
Ziarah menjadi sarana mengirim doa bagi keluarga dan kerabat yang telah wafat sebagai bentuk kasih sayang. - Menyadarkan bahwa kematian pasti terjadi
Kematian adalah kenyataan yang tidak bisa dielakkan, sehingga setiap manusia terdorong untuk menyiapkan bekal amal sebagai persiapan menghadapi kehidupan setelah mati.
Aktivitas ziarah kubur membantu menumbuhkan rasa rendah hati karena semua orang akan mengalami hal yang sama, tanpa memandang status sosial atau kekayaan, sehingga kesombongan perlahan berkurang.
Selain itu, ziarah juga memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Suasana khusyuk di pemakaman mendorong refleksi diri, memperdalam iman, dan meningkatkan ketakwaan.
Aktivitas ini juga menumbuhkan kepedulian sosial dengan mengingatkan kita untuk lebih perhatian terhadap orang lain, khususnya keluarga yang ditinggalkan.
Ziarah kubur merupakan sunnah Rasulullah SAW, sehingga setiap kunjungan bernilai ibadah dan dapat membawa ketenangan batin, membantu hati menerima kehilangan, serta membersihkan jiwa dari sifat negatif.
Baca juga: Ingin Ziarah Kubur Keluarga Jelang Ramadhan, Berikut Tata Caranya
Adab Berziarah Kubur
Berdasarkan buku Panduan Lengkap Ibadah Muslimah oleh Ustaz Syukron Maksum, ada beberapa adab dan tata cara yang perlu diperhatikan agar ziarah kubur tidak sekadar tradisi, tetapi menjadi ibadah yang penuh hikmah:
1. Berwudhu
Sebelum pergi untuk ziarah hendaknya kita berwudhu terlebih dahulu untuk menyempurnakan dan mensucikan niat kita dalam menjalankan ziarah kubur.
2. Mengucap Salam
Ketika masuk pintu gerbang pemakaman, hendaknya mengucap salam.
Bacaan salam bisa seperti yang diajarkan Rasulullah, yakni:
Assalamu Alaikum Ahlad-Diyaar Minal Mu miniina Wal Muslimiin. Yarhamulloohul Mustaqdimiina Minnaa Wal Musta khiriin. Wa Inna Insyaa Alloohu Bikum La-Laahiquun. Wa As Alullooha Lanaa Walakumul Aafiyah.
Artinya: Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam, semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian
3. Tidak menduduki kuburan
4. Tidak boleh bernazar dengan niat tertentu yang berkaitan dengan takziah, karena nazar hanya ditujukan kepada Allah
5. Tidak diperbolehkan mencium atau menyapu dengan tangan untuk minta berkah, karena hal itu menjurus ke arah kemusyrikan
6. Berdoa
Hendaknya menyampaikan doa kepada allah yang berisi mohon ampunan, rahmat dan keselamatan.
Doa Ziarah Kubur
Berikut bacaan doa saat melakukan ziarah kubur, dikutip dari islamicfinder.org:
السَّلَامُ عَلَيْكُمُ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ نَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ
Assalaamu 'alaykum 'ahlad-diyaari, minal-mu'mineena walmuslimeena, wa 'innaa 'in shaa' Allaahu bikum laahiqoona [wa yarhamullaahul-mustaqdimeena minnaa walmusta'khireena] 'as'alullaaha lanaa wa lakumul- 'aafiyata.
Artinya:
“Semoga kesejahteraan untukmu, wahai penduduk kampung (barzakh) dari orang-orang mukmin dan muslim. Semoga Allah merahmati orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terakhir di antara kita. Sesungguhnya kami -insya Allah- akan menyusul kalian.”
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 8 Hikmah dan Adab Ziarah Kubur, Lengkap dengan Bacaan Doanya
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.