Kamis, 5 Maret 2026

Imlek 2026

Mengapa Barongsai Identik dengan Imlek? Ini Penjelasan Sejarahnya

Imlek 2026 identik dengan barongsai. Ternyata, tarian singa ini punya sejarah panjang dan makna keberuntungan mendalam.

Tayang:
Editor: Tita Rumondor
zoom-inlihat foto Mengapa Barongsai Identik dengan Imlek? Ini Penjelasan Sejarahnya
TRIBUNGORONTALO/ANDIKAMACHMUD
IMLEK 2026 - Masyarakat sekitar memadati tempat berlangsungnya latihan dan persiapan barongsai pada Jumat Malam (23/02/2024). - Imlek 2026 identik dengan barongsai. Ternyata, tarian singa ini punya sejarah panjang dan makna keberuntungan mendalam. 
Ringkasan Berita:
  • Barongsai adalah tarian tradisional Tiongkok yang sarat simbol perlindungan, rezeki, dan kebahagiaan.
  • Berasal dari inspirasi singa mitologis dan berkembang sejak era dinasti kuno.
  • Dipentaskan saat Imlek untuk mengusir energi buruk dan menyambut tahun baru penuh harapan.

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Dunia akan menyambut Tahun Baru Imlek 2026 yang jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026.

Dalam kalender lunar, Imlek bukan sekadar pergantian tahun, tetapi momentum penting yang sarat makna harapan baru, keberuntungan, serta doa untuk kemakmuran.

Baca juga: Horoskop Zodiak Aries, Taurus, Gemini Besok Selasa 17 Februari 2026: Cinta, Karier, Uang, Kesehatan

Di Indonesia, suasana Imlek identik dengan dominasi warna merah, pembagian angpao, serta pertunjukan barongsai yang selalu dinantikan.

Lebih dari sekadar hiburan, barongsai memiliki sejarah panjang dan filosofi mendalam yang melekat pada setiap gerakannya.

Baca juga: Jelang Ramadan 1447 H, Bansos PKH dan BPNT Tahap 1 Tahun 2026 Cair, Cek Status Anda di Sini

Apa Itu Barongsai?

Potret barongsai.
Potret barongsai. (ist)

Barongsai merupakan seni pertunjukan tradisional Tiongkok yang menampilkan tarian menyerupai singa.

Kostumnya berwarna cerah dan biasanya dimainkan oleh dua orang.

Satu pemain mengendalikan bagian kepala dan kaki depan, sementara pemain lainnya mengatur bagian tubuh dan kaki belakang.

Keduanya harus bergerak kompak agar “singa” tampak hidup, mulai dari meloncat, mengangguk, hingga menampilkan ekspresi gagah atau jenaka.

Pertunjukan ini diiringi musik khas berupa tabuhan gendang, simbal, dan gong. Irama gendang menentukan tempo gerakan, sedangkan bunyi simbal dan gong memperkuat suasana dramatis.

Kombinasi gerak enerjik dan suara lantang dipercaya mampu membangkitkan energi positif sekaligus mengusir hal-hal buruk.

Baca juga: Jelang Tahun Baru Imlek 2577, Kelenteng Tulus Harapan Kita Gorontalo Dihiasi Lampion

Asal-usul dan Perkembangan Barongsai

Latihan Barongsai di Kelenteng Tulus Harapan Kita, Kota Gorontalo. FOTO Husnul Puhi
Latihan Barongsai di Kelenteng Tulus Harapan Kita, Kota Gorontalo. FOTO Husnul Puhi (TribunGorontalo.com/Husnul Puhi)

Menariknya, singa bukan hewan asli Tiongkok. Dalam budaya Tionghoa, singa lebih dikenal sebagai makhluk simbolis, mirip naga.

Masyarakat Tiongkok kuno mengenal singa melalui jalur perdagangan, termasuk Jalur Sutra.

Bentuk dan gerakan hewan ini kemudian menginspirasi lahirnya tari singa pada masa Periode Tiga Kerajaan (220–280 M).

Seiring berkembangnya ajaran Buddhisme pada era Dinasti Utara dan Selatan, kesenian ini semakin populer.

Pada masa Dinasti Tang (618–907 M), barongsai bahkan dipentaskan di lingkungan istana sebagai bagian dari hiburan resmi.

Baca juga: Jelang Tahun Baru Imlek 2577, Kelenteng Tulus Harapan Kita Gorontalo Dihiasi Lampion

Lambat laun, tradisi ini menyebar ke masyarakat luas dan menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan festival, pembukaan usaha, hingga ritual keagamaan.

Di Indonesia, barongsai dibawa oleh komunitas Tionghoa sejak masa Hindia-Belanda. Tradisi ini sempat mengalami pembatasan pada era 1960-an hingga 1990-an.

Namun setelah reformasi, barongsai kembali berkembang pesat. Kini, pertunjukan barongsai dapat ditemukan di klenteng, pusat perbelanjaan, hingga ajang kompetisi olahraga.

Makna Filosofis di Balik Gerakan

Barongsai bukan hanya tontonan, tetapi sarat simbol kebaikan, antara lain:

  • Perlindungan: Diyakini mampu menolak kesialan dan energi negatif.
  • Kemakmuran: Melambangkan datangnya rezeki dan keberhasilan.
  • Kebahagiaan: Menghadirkan semangat baru dan sukacita.
  • Keberanian: Mewakili kekuatan menghadapi tantangan hidup.

Salah satu adegan paling khas adalah tradisi cai qing atau “memetik hijau”, yaitu mengambil sayuran atau amplop yang digantung tinggi.

Aksi ini melambangkan upaya meraih rezeki, yang kemudian dibagikan kembali sebagai simbol keberuntungan bersama.

Warna kostum juga memiliki arti tersendiri: merah melambangkan kebahagiaan, emas simbol kemakmuran, dan hijau menandakan pertumbuhan serta harmoni.

Mengapa Identik dengan Imlek?

Perayaan Tahun Baru Imlek 2025 di Kelenteng Tulus Harapan Kita, Gorontalo, berlangsung meriah pada Selasa 28 Januari 2025 malam
Perayaan Tahun Baru Imlek 2025 di Kelenteng Tulus Harapan Kita, Gorontalo, berlangsung meriah pada Selasa 28 Januari 2025 malam (TRIBUNGORONTALO/FAISAL HUSUNA)

Kehadiran barongsai saat Imlek berkaitan dengan legenda makhluk jahat bernama Nian yang diyakini takut pada suara keras dan warna merah.

Karena itu, pertunjukan dengan tabuhan gendang nyaring dan kostum mencolok dipercaya mampu “membersihkan” awal tahun dari energi negatif.

Secara umum, barongsai dipentaskan saat Imlek untuk:

  • Menyambut tahun baru dengan semangat dan energi positif.
  • Mengusir kesialan simbolis dari tahun sebelumnya.
  • Mengundang keberuntungan dan kemakmuran.
  • Memeriahkan suasana perayaan.

Dua Gaya Besar Barongsai

Dalam perkembangannya, terdapat dua aliran utama barongsai:

1. Gaya Selatan (Nan Shi)

Berasal dari Tiongkok Selatan, gaya ini lebih teatrikal dan ekspresif.

Gerakannya meniru perilaku alami singa seperti bermain, menggaruk, atau menggoyangkan kepala.

Interaksi dengan penonton seringkali menjadi daya tarik utama.

2. Gaya Utara (Bei Shi)

Berbeda dari selatan, gaya utara menonjolkan unsur akrobatik dan seni bela diri.

Gerakannya lebih atletis, dengan lompatan tinggi serta formasi bertingkat yang menuntut kekuatan dan keseimbangan.

Kostumnya cenderung lebih sederhana demi menunjang kelincahan pemain. (*)

 

 

Sumber: https://www.kompas.com/jawa-timur/read/2026/02/15/191500188/kenapa-barongsai-selalu-ada-saat-imlek-ini-asal-usul-dan-makna-di?page=2

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Kamis, 05 Maret 2026 (15 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:32
Subuh 04:42
Zhuhr 12:03
‘Ashr 15:13
Maghrib 18:06
‘Isya’ 19:14

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved