Sains Populer
Ternyata Minum 2–3 Cangkir Kopi per Hari Baik untuk Kesehatan Otak, Bisa Terhindar Risiko Pikun
Temuan ini berasal dari penelitian observasional terbaru yang dipublikasikan dalam The Journal of the American Medical Association (JAMA).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-segelas-kopi.jpg)
Ringkasan Berita:
- Penelitian jangka panjang menemukan konsumsi kopi berkafein dua hingga tiga cangkir per hari dapat menurunkan risiko demensia hingga 18 persen.
- Kandungan kafein dan polifenol dalam kopi serta teh dinilai mampu melindungi fungsi otak.
- Meski menjanjikan, konsumsi kopi tetap perlu dipadukan dengan pola hidup sehat secara keseluruhan.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Konsumsi dua hingga tiga cangkir kopi setiap hari disebut berpotensi menurunkan risiko demensia.
Temuan ini berasal dari penelitian observasional terbaru yang dipublikasikan dalam The Journal of the American Medical Association (JAMA).
Penelitian yang dilakukan ilmuwan Amerika Serikat tersebut menganalisis data selama empat dekade dari lebih dari 130 ribu tenaga kesehatan, termasuk dokter dan perawat.
Hasil analisis menunjukkan konsumsi kopi berkafein dalam jumlah moderat, termasuk teh, dapat membantu menurunkan risiko penurunan fungsi kognitif.
Ditemukan Titik Konsumsi Paling Efektif
Peneliti menemukan bahwa peserta dengan konsumsi kopi berkafein tertinggi memiliki risiko demensia 18 persen lebih rendah dibanding mereka yang jarang atau tidak mengonsumsinya.
Selain itu, para peserta juga menunjukkan performa yang lebih baik dalam pengujian fungsi kognitif secara keseluruhan.
Baca juga: Menata Rumah, Menumbuhkan Kebaikan saat Bulan Ramadan, Mulai dari Informa Gorontalo
Studi ini juga menemukan adanya “titik optimal” konsumsi kafein.
Manfaat paling jelas terlihat pada individu yang mengonsumsi dua hingga tiga cangkir kopi berkafein atau satu hingga dua cangkir teh setiap hari.
Sebaliknya, kopi tanpa kafein tidak menunjukkan efek perlindungan yang sama, sehingga peneliti menduga kafein menjadi faktor utama dalam memberikan manfaat bagi kesehatan otak.
Analisis Data Puluhan Tahun
Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, peneliti menggunakan data dari Nurses’ Health Study dan Health Professionals Follow-Up Study.
Kedua penelitian tersebut melacak pola konsumsi makanan dan minuman tenaga kesehatan sejak usia paruh baya hingga usia lanjut.
Selama periode pemantauan hingga 43 tahun, pola konsumsi peserta dikumpulkan melalui kuesioner setiap empat tahun.
Baca juga: DPR RI dan Kemenag Sepakati Pengangkatan Guru Madrasah Jadi PPPK, Kuota 630 Ribu Orang
Metode ini memungkinkan peneliti memantau perubahan kebiasaan konsumsi kafein sekaligus mengamati diagnosis demensia dan perubahan fungsi kognitif secara bertahap.
Dari total 131.821 peserta yang dianalisis, sebanyak 11.033 orang tercatat mengalami demensia.
Kandungan Kopi dan Teh Dinilai Bersifat Neuroprotektif
Peneliti menjelaskan bahwa kopi dan teh mengandung zat bioaktif seperti polifenol dan kafein yang dapat membantu mengurangi peradangan serta kerusakan sel.
Kandungan tersebut dinilai mampu memberikan perlindungan terhadap penurunan fungsi otak.
Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi kafein tidak menimbulkan dampak negatif yang signifikan, bahkan pada individu yang memiliki risiko genetik tinggi terhadap demensia.
Pencegahan Dini Tetap Jadi Kunci
Demensia diketahui memengaruhi lebih dari 55 juta orang di seluruh dunia, termasuk lebih dari 6 juta kasus di Amerika Serikat.
Para ahli menekankan pentingnya langkah pencegahan sejak dini karena pengobatan yang tersedia saat ini masih memiliki efektivitas terbatas setelah gejala muncul.
Meski demikian, peneliti mengingatkan bahwa manfaat kopi terhadap kesehatan otak tergolong kecil dan sebaiknya dilihat sebagai salah satu bagian dari pola hidup sehat secara keseluruhan.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.