Kunci Jawaban
Kunci Jawaban Soal Bahasa Indonesia Kelas 10 Hal 238–239 Kurikulum Merdeka, Materi Majas Puisi
Pelajari kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 10 halaman 238–239 Kurikulum Merdeka untuk memahami majas dan imaji puisi secara tepat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sejumlah-siswa-mengikuti-UNBK-di-Sekolah-Mengengah-Kejuruan-Negri-50-Jakarta-Timur.jpg)
Ringkasan Berita:
- Membahas kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 10 halaman 238–239 Kurikulum Merdeka
- Fokus pada analisis majas, citraan, kata konkret, dan makna konotatif puisi
- Digunakan sebagai pendamping belajar, bukan pengganti latihan mandiri
TRIBUNGORONTALO.COM -- Kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 10 Kurikulum Merdeka halaman 238–239 disajikan sebagai sumber rujukan sekaligus pendamping belajar bagi peserta didik.
Materi ini bertujuan membantu siswa memahami pembelajaran yang sedang dibahas secara lebih mendalam.
Melalui kunci jawaban tersebut, siswa dapat mencocokkan hasil pekerjaan mereka dengan jawaban yang tepat, sehingga lebih mudah mengenali kekeliruan dan melakukan perbaikan.
Meski demikian, siswa sangat dianjurkan untuk mengerjakan soal terlebih dahulu secara mandiri sebelum melihat pembahasan jawaban.
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Kurikulum Merdeka: Negosiasi Halaman 127-128
Dalam buku Bahasa Indonesia kelas 10 Kurikulum Merdeka halaman 238–239 yang ditulis oleh Fadillah Tri Aulia, Sefi Indra Gumilar, dan Alvian Kurniawan serta diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada tahun 2021, terdapat latihan yang berkaitan dengan materi Bab 6 berjudul Berkarya dan Berekspresi Melalui Puisi.
Baca juga: Latihan Membuat Kalimat: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Hal 111, Kegiatan 2
Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 238–239
Cermati puisi karya Dorothea Rosa Herliany di atas dengan mengisi tabel yang tersedia.
1. Majas (Gaya Bahasa)
Personifikasi – “dinding-dinding memantulkan sakit dan nestapa” (larik 11–12)
Metafora – “dadanya terlalu terbuka buat harapan-harapan” (larik 23)
Hiperbola – “derita terkibas sayap-sayap emasnya” (larik 27–28)
2. Pengimajian (Citraan)
Visual – “ikan-ikan merubung dan ternganga” (larik 5, 10, 18)
Auditori – “berkatalah, dan mereka akan mendengar” (larik 8–9)
Afektif (perasaan) – “hatinya terlalu teduh buat keisengan tegur sapa” (larik 22)