Berita Nasional
Cacahan Uang Pecahan Rp100 Ribu dan Rp50 Ribu Ditemukan di TPS Bekasi, Polisi Periksa Empat Saksi
Warga Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dihebohkan dengan temuan potongan uang rupiah pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu yang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/UANG-Potret-diduga-cacahan-uang-seratus-dan-50-ribu-yang-dibuang.jpg)
Ringkasan Berita:
- Temuan cacahan uang rupiah pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu di lokasi pembuangan sampah di Setu, Bekasi, memicu perhatian publik.
- DLH memastikan potongan tersebut merupakan uang asli, sementara polisi telah memeriksa empat saksi untuk menelusuri asal-usulnya.
- Hingga kini, aparat masih menyelidiki sumber serta prosedur pemusnahan uang yang diduga tidak sesuai aturan.
TRIBUNGORONTALO.COM – Warga Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dihebohkan dengan temuan potongan uang rupiah pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu yang berserakan di lokasi pembuangan sampah.
Cacahan uang tersebut ditemukan di area pembuangan di Desa Taman Rahayu dan langsung memicu perhatian masyarakat.
Peristiwa ini mencuat setelah beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan tumpukan potongan uang bercampur sampah.
Dalam rekaman yang diunggah akun Instagram @sahabatpedulilingkungan, terlihat lembaran uang yang sudah dicacah memenuhi area pembuangan, sebagian dimasukkan ke dalam karung, sementara sisanya tercecer di sekitar lokasi.
Baca juga: Rektor UNG Beri Beasiswa Penuh untuk Salvarinho Da Costa Ruing Binsasi, Ini Alasannya
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi memastikan bahwa potongan uang yang ditemukan merupakan uang rupiah asli.
Hal tersebut disampaikan Juru Bicara DLH Kabupaten Bekasi, Dedi Kurniawan, setelah pihaknya melakukan pengecekan langsung ke lokasi.
“Iya benar, cacahan uang asli,” ujar Dedi saat dikonfirmasi, Rabu (4/2/2026).
Ia menjelaskan, peninjauan dilakukan bersama Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup, tim penegakan hukum, serta aparat setempat.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan jenis limbah sekaligus menelusuri asal-usul cacahan uang tersebut.
Lokasi penemuan diketahui berada tidak jauh dari Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Area tersebut berdiri di atas lahan milik warga bernama H. Santo.
Dalam pemeriksaan lapangan, petugas memastikan tidak ditemukan limbah medis maupun lumpur limbah berbahaya seperti yang sempat beredar dalam pemberitaan sebelumnya.
Meski demikian, petugas menemukan plastik berwarna kuning yang umumnya digunakan sebagai wadah limbah medis, namun tanpa isi bahan berbahaya.
“Tidak ditemukan limbah medis maupun sludge. Namun memang ditemukan cacahan uang berwarna merah serta plastik bag kuning yang biasa dipakai untuk limbah medis, tetapi isinya tidak mengandung limbah medis,” jelas Dedi.
Hingga kini, sumber cacahan uang tersebut masih dalam proses penelusuran.
Baca juga: Rektor UNG Beri Beasiswa Penuh untuk Salvarinho Da Costa Ruing Binsasi, Ini Alasannya
DLH Kabupaten Bekasi telah berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk menggali informasi lebih lanjut terkait asal sampah, pihak pengangkut, serta pihak yang diduga menghasilkan limbah tersebut.
“Kementerian Lingkungan Hidup akan berkoordinasi dengan pemilik lahan dan pihak RT setempat untuk menelusuri sumber sampah maupun pengangkutnya,” tambah Dedi.
Sementara itu, pemilik lahan, H. Santo, membantah bahwa lokasi tersebut merupakan tempat pembuangan sampah liar.
Ia menyebut lahan miliknya digunakan untuk pengurugan sehingga menerima buangan material bekas dari pihak tertentu.
“Ini untuk pengurugan saja. Tidak ada pembayaran dari pihak yang membuang. Biasanya sampah atau barang bekas. Kebetulan yang membuang cacahan uang itu pihak yang bergerak di limbah,” ujar Santo.
Ia menuturkan aktivitas pembuangan di lahan tersebut telah berlangsung sekitar enam bulan terakhir. Namun, ia menegaskan pembuangan tidak dilakukan setiap hari dan biasanya menggunakan kendaraan dump truck.
“Kurang lebih sudah enam bulan, tapi tidak setiap hari ada yang membuang, termasuk cacahan uang itu,” katanya.
Di sisi lain, aparat kepolisian turut melakukan penyelidikan atas temuan tersebut. Polsek Setu telah memeriksa empat orang saksi guna mengungkap asal-usul cacahan uang yang ditemukan di lokasi pembuangan sampah di Kampung Serang RT 02 RW 06, Desa Taman Rahayu.
Kapolsek Setu AKP Usep Armansyah mengatakan saksi yang diperiksa meliputi pemilik lahan serta beberapa pekerja yang melakukan aktivitas pemilahan sampah.
“Untuk saksi, saat ini sudah ada empat orang yang kami periksa terkait temuan uang tersebut, yakni pemilik lahan dan beberapa pekerja yang melakukan sortir sampah di lokasi,” ujar Usep, Kamis (5/2/2026).
Baca juga: Sosok Didik Pratama Karim Diungkap Teman Indekos di Gorontalo: Orangnya Itu Bersih Sekali
Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan karena meskipun uang tersebut telah dicacah, secara fisik tetap termasuk dokumen negara yang harus diperlakukan sesuai prosedur pemusnahan resmi.
“Walaupun sudah berbentuk cacahan, uang itu tetap merupakan dokumen negara sehingga pengelolaannya harus mengikuti prosedur yang berlaku,” jelasnya.
Namun demikian, hingga saat ini kepolisian belum menemukan adanya unsur pelanggaran hukum terkait peristiwa tersebut. Proses penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan sumber dan mekanisme pemusnahan uang yang berakhir di lokasi pembuangan sampah tersebut.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.