Ramadan 2026
Masih Punya Utang Puasa? Syaban Jadi Kesempatan Terakhir Sebelum Ramadan Tiba
Ramadan 2026 kian dekat, masih punya utang puasa? Jangan sampai terlambat, ini batas waktu qadha puasa beserta konsekuensi jika ditunda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-Puasa_3934953.jpg)
Ringkasan Berita:
- Utang puasa Ramadan wajib diganti (qadha) sebelum masuk Ramadan berikutnya, paling lambat akhir bulan Sya’ban.
- Jika terlambat qadha hingga masuk Ramadan baru, tetap wajib mengganti puasa disertai fidyah.
- UAS menyarankan qadha puasa di bulan Sya’ban, terutama hari Senin, untuk meraih pahala tambahan.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Tidak terasa Ramadan 2026 atau 1 Ramadan 1447 Hijriah sudah semakin dekat.
Bagi umat Muslim yang masih memiliki kewajiban puasa, sudah sepatutnya segera menunaikan puasa pengganti sebelum Ramadan berikutnya tiba.
Sebab, puasa yang ditinggalkan wajib untuk diganti di luar bulan Ramadan sebagai bentuk pemenuhan kewajiban ibadah.
Baca juga: Kronologi Lengkap Kematian Lula Lahfah: Apartemen Terkunci, Korban Ditemukan Tak Bernyawa
Hal ini sesuai dengan perintah berpuasa tercatat dalam Alquran surah al-Baqarah ayat 183:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَععَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
Namun perlu diingat, khusus bagi kamu yang pada Ramadan sebelumnya memiliki hari-hari tertentu sehingga tidak dapat berpuasa, maka wajib menggantinya dengan puasa qadha.
Baca juga: Gabung Tentara Amerika, Kezia Syifa Terancam Kehilangan Kewarganegaraan
Puasa qadha Ramadan sebenarnya dapat dilakukan kapan saja di luar bulan Ramadan. Meski demikian, sangat dianjurkan untuk segera menunaikannya agar tidak terlupa atau tertunda.
Karena itu, umat Muslim yang masih memiliki utang puasa sebaiknya memanfaatkan bulan-bulan menjelang Ramadan 2026 untuk melunasi kewajiban tersebut dengan mengqadha puasa.
Lalu, kapan batas akhir membayar utang puasa Ramadan sebelum memasuki Ramadan berikutnya?
Baca juga: 5 Anak yang Lahir di Hari Patriotik 23 Januari Gorontalo dapat Kado Spesial dari Adhan Dambea
Batas Waktu Membayar Utang Puasa
Dalam ajaran Islam, seseorang yang meninggalkan puasa Ramadan wajib menggantinya sebelum datangnya Ramadan selanjutnya. Artinya, waktu qadha puasa masih terbuka hingga hari terakhir bulan Sya’ban.
Apabila seseorang belum juga mengganti puasa hingga memasuki Ramadan berikutnya, maka ia tetap wajib mengqadhanya setelah Ramadan berakhir, disertai kewajiban tambahan berupa fidyah.
Fidyah tersebut berupa memberi makan fakir miskin untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan.
Mengutip penjelasan Ustaz Abdul Somad (UAS) melalui kanal YouTube, ditegaskan bahwa batas akhir mengganti puasa adalah sebelum masuk Ramadan tahun berikutnya.
“Batasnya sampai Ramadan berikutnya,” ujar UAS.
UAS juga menambahkan, waktu yang paling utama untuk mengqadha puasa adalah di bulan Sya’ban, terutama pada hari Senin.
Selain menunaikan kewajiban, seseorang juga berpeluang meraih pahala puasa sunnah Sya’ban sekaligus puasa sunnah Senin.
Niat Puasa Qadha Ramadan
Niat puasa qadha Ramadan dilafalkan sejak malam hari, mulai dari terbenamnya matahari hingga terbit fajar. Lafal niatnya sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: "Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT".
Tata Cara Puasa Qadha Ramadan
Berikut ini dia tata cara melaksanakan puasa qadha Ramadan:
1. Baca Niat
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: "Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT".
2. Makan Sahur
Makan sahur lebih utama menjelang masuk waktu subuh sebelum imsak.
3. Melaksanakan Puasa
Selama berpuasa harus menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa seperti makan, minum, nafsu, dan amarah.
Bacaan Doa Buka Puasa Qadha Ramadan
Berikut dua versi doa saat buka puasa.
1). Doa buka puasa Rasulullah SAW dari Sahabat Mu’adz bin Zuhrah yang diriwayatkan Abu Daud.
Latin: Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika afthartu.
Artinya: “Ya Allah hanya untuk-Mu kami berpuasa dan atas rezeki yang Engkau berikan kami berbuka.” (HR. Abu Daud)
2). Doa Rasulullah SAW saat berbuka puasa dari Abdullah bin ‘Umar yang diriwayatkan Abu Daud.
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ
Latin: Dzahabadzh dzhama-u wabtallatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah.
Artinya: “Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala tetap, insyaallah.” (HR. Abu Daud).
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunpriangan.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.