Pesawat Hilang Kontak
Tim SAR Temukan Satu Korban Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Gunung Bulusaraung Pangkep
Titik terang dalam operasi pencarian pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang jatuh di Sulawesi Selatan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-penemuan-korban-pesawat-jatuh.jpg)
Ringkasan Berita:
- Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu jenazah korban pesawat ATR 42-500 di tengah puing-puing pesawat
- Proses evakuasi berjalan sulit karena medan pegunungan karst yang terjal (1.353 MDPL)
- Satu jenazah sedang diturunkan secara manual menuju Posko Tompo Bulu untuk identifikasi
TRIBUNGORONTALO.COM – Titik terang dalam operasi pencarian pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang jatuh di Sulawesi Selatan mulai membuahkan hasil.
Tim SAR gabungan dilaporkan telah menemukan satu orang korban dalam kondisi meninggal dunia di kawasan puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, pada Minggu (18/1/2026).
Penemuan ini menjadi perkembangan signifikan sejak pesawat yang disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut dinyatakan hilang kontak. Saat ini, fokus utama petugas adalah melakukan evakuasi jenazah dari medan ekstrem menuju posko utama.
Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, mengonfirmasi kabar tersebut setelah menjalin komunikasi intensif via handy talkie (HT) dengan personel yang berada di titik nol pencarian. Berdasarkan laporan lapangan, korban ditemukan di tengah puing-puing pesawat yang tersebar di koordinat perbukitan tinggi.
"Bahwa betul telah ditemukan satu orang korban dan sedang dievakuasi melalui jalur pendakian," tegas Mayjen TNI Bangun Nawoko saat memantau langsung proses evakuasi di Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Pangkep.
Situasi di lokasi dilaporkan sangat menantang bagi tim evakuasi. Pangdam yang mengecek langsung kondisi personel di puncak Gunung Bulusaraung menyebutkan bahwa jenazah harus diturunkan secara manual melalui medan yang terjal dan licin.
Faktor cuaca menjadi hambatan utama dalam operasi kemanusiaan ini. Di Desa Tompo Bulu yang menjadi kaki gunung, kondisi atmosfer berubah sangat cepat; langit yang semula cerah berawan bisa seketika berubah menjadi mendung pekat disertai hujan deras.
Laporan terakhir dari tim di puncak gunung menyebutkan bahwa kabut tebal mulai turun menyelimuti area pencarian. Kondisi ini membuat jarak pandang menjadi sangat minim, sehingga tim SAR harus ekstra waspada dalam bergerak di sepanjang jalur pendakian yang curam.
Selain kabut, suhu udara yang rendah dan vegetasi hutan basah Karaengta yang lebat semakin mempersulit pergerakan personel.
Tim evakuasi kini berpacu dengan waktu sebelum cuaca ekstrem benar-benar menutup akses evakuasi udara maupun darat.
Meski satu korban telah ditemukan, identitas jenazah tersebut belum dirilis secara resmi oleh otoritas terkait. Petugas masih menunggu proses identifikasi lebih lanjut setelah jenazah tiba di Posko Tompo Bulu untuk kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat.
Hingga saat ini, Tim Pasgat TNI AU bersama Basarnas masih terus menyisir area sekitar temuan korban pertama untuk mencari keberadaan sembilan korban lainnya yang masih dinyatakan hilang di kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung tersebut.
Baca juga: Tampang Farhan Gunawan, Co-Pilot Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Pangkep Sulsel
Daftar Lengkap 10 Orang di Pesawat PK-THT
Berdasarkan data manifes resmi, terdapat 10 orang di dalam penerbangan nahas tersebut:
Kru Pesawat (7 Orang):