Timnas Indonesia
Kekhawatiran Pelatih Persidago Gorontalo soal John Herdman Jadi Juru Taktik Timnas Indonesia
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi memperkenalkan John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-Foto-Farid-Tanib-kiri-dan-John-Herdmann.jpg)
Ia mengingatkan bahwa sebelumnya Indonesia telah memiliki filosofi baku yang dirancang khusus sesuai karakter pemain nasional.
"Kemarin itu kita dilatih dengan filosofi filanesia, itu filosofi sepakbola Indonesia," bebernya.
Menurutnya, filosofi tersebut lahir dari kajian mendalam terhadap kultur sepakbola nasional.
Pergantian filosofi yang terlalu sering, kata Farid, justru menimbulkan kebingungan di kalangan pelatih daerah.
"Ini yang menciptakan kebingungan di ranah pelatih hingga ke tingkat bawah," keluh Farid.
Ia mengungkapkan bahwa pelatih-pelatih di daerah kerap kesulitan menyesuaikan diri dengan arah baru Timnas.
"Ini kita pelatih-pelatih di bawah agak bingung, karena setiap pergantian pelatih, pasti ada filosofi yang akan dibawa," ungkapnya
Kondisi tersebut membuat pembinaan di level akar rumput harus terus berubah mengikuti gaya pelatih nasional.
Farid lalu membandingkan filosofi yang dibawa para pelatih Timnas sebelumnya.
"Misalnya Luis Milla membawa tiki taka, Shin Tae-yong dengan formasi bertahan dan counter attack, terus Patrick Kluivert membawa total football," tuturnya.
Dari berbagai pendekatan itu, ia menilai satu gaya paling sesuai dengan karakter pemain Indonesia.
"Dari ketiganya ia menyebut paling cocok Indonesia dengan model sin ta Yong," jelasnya.
Ia pun menyampaikan kekhawatiran terhadap latar belakang Herdman yang diduga berasal dari sepakbola Inggris.
Menurutnya, gaya khas sepakbola Inggris belum tentu cocok dengan kondisi pemain nasional.
"Yang takutnya dia dari Liga Inggris, cepat dan keras," katanya.
Baca juga: Lowongan Kerja Gorontalo Hari Ini Rabu 14 Januari 2026 untuk SMA hingga S1