Info Cuaca Nasional
BMKG Tetapkan Siklon Tropis Bakung, Sejumlah Wilayah Indonesia Diminta Waspada Cuaca Ekstrem
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan penting kepada masyarakat menyusul
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Rumah-warga-desa-dembe-tergenang-air-hujan.jpg)
BMKG juga mengingatkan masyarakat pesisir dan pengguna transportasi laut untuk mewaspadai kondisi perairan yang memburuk.
Sejumlah wilayah laut diprediksi mengalami gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter, antara lain:
Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung
Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat
Selat Sunda bagian selatan
Aktivitas pelayaran, nelayan, dan wisata bahari di wilayah tersebut diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan peringatan resmi.
BMKG Pantau Bibit Siklon Lain di Selatan Indonesia
Di sisi lain, BMKG juga terus memantau perkembangan Bibit Siklon Tropis 93S yang terdeteksi berada di wilayah selatan Bali hingga Nusa Tenggara Barat.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan bahwa peluang bibit siklon tersebut berkembang menjadi siklon tropis masih tergolong rendah dalam 24 hingga 72 jam ke depan.
Meski demikian, dampak tidak langsungnya tetap perlu diantisipasi.
“Keberadaan Bibit Siklon 93S berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah, seperti Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, serta sebagian Jawa Tengah dan DI Yogyakarta,” kata Guswanto.
Selain hujan lebat, BMKG juga memperingatkan potensi angin kencang dan gelombang tinggi di wilayah pesisir selatan Jawa Timur, Bali, hingga Nusa Tenggara, yang dapat membahayakan aktivitas masyarakat.
Imbauan BMKG
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya di wilayah rawan bencana.
Pemerintah daerah, operator transportasi, dan masyarakat pesisir diminta mengambil langkah antisipatif guna meminimalkan risiko akibat dampak tidak langsung dari aktivitas siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia. (*)