Berita Viral
5 Hari Tanpa Listrik dan Logistik, Warga Sibolga Ramai-ramai Jarah Minimarket hingga Gudang Bulog
Sejumlah warga di Sumatera Utara ramai-ramai menjarah minimarket dan gudang Bulog. Aksi ini dipicu minimnya logistik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/penjarahan-minimarket-sibolga.jpg)
Ringkasan Berita:
- Puluhan warga yang menjadi korban banjir bandang dan longsor di Kota Sibolga, Sumatera Utara
- Budi Cahyanto menjelaskan bahwa petugas keamanan di gudang tidak mampu membendung massa
- Hingga saat ini, 16 orang pelaku penjarahan telah diamankan bersama barang bukti
TRIBUNGORONTALO.COM – Sejumlah warga di Sumatera Utara ramai-ramai menjarah minimarket dan gudang Bulog.
Aksi ini dipicu minimnya logistik yang diterima para korban banjir tersebut.
Melansir pemberitaan Tribun-Medan.com, Indomaret dan Alfamart jadi sasaran warga yang kelaparan.
Insiden penjarahan yang juga terjadi di gudang Bulog ini berlangsung di Kota Sibolga, Sumatera Utara pada Sabtu (29/11/2025).
Pemimpin Wilayah Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, peristiwa penjarahan bermula sekitar pukul 15.30 WIB.
Sekelompok warga membobol pagar hingga gerbang roboh. Mereka lalu merusak gembok gudang.
Benteng pengamanan yang terbatas membuat petugas gudang tidak mampu membendung dorongan massa.
“Warga terdampak banjir, banjir bandang, dan longsor. Kami memahami kondisi psikologis mereka dalam situasi sulit seperti ini,” ujar Budi seperti dilansir TribunGorontalo.com dari Wartakota, Senin (1/12/2025).
Ia menegaskan bahwa pihak Bulog Sibolga sebenarnya telah berkoordinasi dengan aparat TNI dan Polri setempat untuk melakukan pengamanan.
Namun keterbatasan jumlah personel membuat situasi tak terkendali.
Budi tidak merinci besaran kerugian akibat penjarahan tersebut.
Komunikasi yang terputus di beberapa titik dan kondisi lapangan yang belum sepenuhnya stabil membuat pendataan kerugian belum dapat dilakukan.
Meski begitu, ia memastikan bahwa kebutuhan pangan masyarakat tetap menjadi prioritas Bulog.
“Pasokan untuk Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah aman. Kami segera menambah stok ke gudang Sibolga agar distribusi beras dan komoditas lain tidak terganggu,” jelasnya.
Peristiwa ini menambah rangkaian dampak sosial dari bencana yang dalam beberapa hari terakhir menyapu sejumlah wilayah di Sumatera Utara.
Otoritas setempat terus berupaya memulihkan akses, sementara warga berharap pasokan bantuan dapat segera menjangkau mereka sebelum situasi semakin memburuk.
Pelaku jarah minta maaf
Usai melakukan penjarahan, seorang warga yang terdampak banjir dan longsor di Sibolga, Sumatera Utara, menyampaikan permintaan maaf atas tindakan penjarahan di minimarket.
Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, pria itu mengaku mengambil beberapa barang seperti mie instan, air mineral dan snack.
Ia terpaksa menjarah karena keluarganya hampir tidak makan.
"Kepada pemilik Alfamart sebelumnya saya minta maaf, karena saya juga orang salah satu yang menjarah toko Alfamart tersebut. Saya sebenarnya tidak ada niat untuk berbuat itu, cuman karena keterbatasan makanan yang kami miliki, kami juga terjebak banjir, kami juga tidak ada uang untuk membeli, tidak ada bantuan sama sekali, akhirnya saya ikut mengambil juga," katanya seperti dikutip dari Instagram @folkkonoha yang tayang pada Minggu (30/11/2025).
Pria itu menjelaskan bahwa barang yang diambil hanya untuk bertahan hidup keluarganya.
Ia berjanji ketika kondisi tempat tinggalnya telah pulih, akan membayar barang-barang jarahannya.
Jarah Minimarket hingga Gudang Bulog
Pasca-bencana banjir dan longsor yang melanda Kota Sibolga, Sumatera Utara, situasi darurat memicu aksi penjarahan terhadap sejumlah fasilitas penyimpanan bahan pangan dan minimarket.
Setelah minimarket seperti Alfamart dan Indomaret dijarah, Gudang Bulog Sarudik menjadi sasaran warga yang diduga merupakan korban terdampak bencana.
Pemimpin Wilayah Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, menjelaskan bahwa massa memaksa masuk dengan merobohkan pagar dan mengambil beras serta minyak goreng.
Aparat keamanan berupaya menghalau, namun desakan kebutuhan pangan membuat situasi sulit dikendalikan.
Bulog masih mendata kerugian akibat beras dan minyak goreng yang diambil.
Koordinasi terus dilakukan agar distribusi bantuan segera pulih dan situasi kembali kondusif.
Pihak Bulog telah meminta tambahan pengamanan dari Polres Sibolga dan Kodim Tapanuli Tengah, namun fokus utama aparat saat itu adalah evakuasi korban dan penanganan darurat.
Gangguan jaringan telekomunikasi juga menghambat koordinasi lapangan.
Selain mengevakuasi korban dan penanganan darurat, Polres Sibolga bersama TNI malah menambah tugas untuk memperketat pengamanan di pusat perbelanjaan dan melakukan deteksi serta pemantauan situasi untuk mencegah aksi lanjutan.
Untuk sementara ini, 16 orang pelaku penjarahan telah diamankan dengan barang bukti berbagai kebutuhan rumah tangga.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dan Wartakota
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.