Berita Nasional
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Sebut Ekonomi Era SBY Lebih Sehat Dibanding Jokowi
Perbandingan tajam dua dekade kepemimpinan ekonomi Indonesia itu disampaikan Menkeu Purbaya dalam acara Investor Daily Summit 2025 Kamis, (9/10/2025).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/menkeu-purbaya-jadi-idola.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Dalam forum Investor Daily Summit 2025, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa perdebatan publik, usai dirinya menyampaikan penilaian tajam terhadap kinerja ekonomi dua dekade terakhir.
Dalam pernyataannya, ia menyebut bahwa ekonomi Indonesia di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) jauh lebih sehat dibandingkan dengan era Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Perbandingan tajam dua dekade kepemimpinan ekonomi Indonesia itu disampaikan Menkeu Purbaya dalam acara Investor Daily Summit 2025 pada Kamis (9/10/2025).
Menurut Menkeu Purbaya, era SBY (2004-2014) ekonomi lebih sehat karena digerakkan sektor swasta dengan pertumbuhan ekonomi mendekati 6 persen, uang beredar 17 persen , dan kredit 22 persen .
Kondisi tersebut mencerminkan adanya dinamika ekonomi yang hidup, terutama karena peran aktif sektor swasta dan investasi domestik yang kuat.
Baca juga: Fakta Baru Suami Kritis dan Istri Wafat saat Bulan Madu: Diduga Terpapar Gas Monoksida
Sementara era Jokowi (2014-2024), justru terlalu bergantung pada belanja infrastruktur pemerintah, dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 5 persen , uang beredar 7 persen , dan kredit di bawah
Diakui Purbaya, di zaman SBY rakyat cukup makmur karena tak banyak membangun infrastruktur.
“Zaman SBY meski tak banyak bangun infrastruktur, rakyat makmur,” ujar Purbaya dalam Investor Daily Summit 2025.
Sementara itu, Purbaya mengakui mesin ekonomi era Jokowi pincang karena swasta lamban bergerak dan pertumbuhan uang beredar terlalu rendah untuk menopang aktivitas ekonomi.
Disampaikan Purbaya, di era Jokowi perbankan harus berhenti karena kebijakan di sisi keuangan cenderung terlalu ketat.
Sehingga di beberapa sektor tak berhasil tumbuh dengan optimal
“Mesin ekonomi kita jadi pincang karena sektor swasta lamban bergerak,” kata Purbaya
Purbaya menilai perlambatan ekonomi era Jokowi bukan semata akibat belanja infrastruktur, melainkan karena kurangnya keberanian perbankan menyalurkan kredit dan lambannya ekspansi usaha baru di sektor produktif
Utang menggunung
Seperti diketahui, sejak era Presiden Joko Widodo alias Jokowi, utang negara meroket bak meteor.
Keinginan Jokowi membangun infrastruktur, mengakibatkan negara butuh pinjaman besar, hingga akhirnya tembus Rp 9.138 triliun.