Rabu, 25 Maret 2026

Berita Viral

Hujan Meteor Bakal Terlihat di Indonesia Oktober 2025, Catat Tanggalnya Jangan Sampai Ketinggalan!

Langit Indonesia memang akan dipenuhi berbagai hujan meteor yang bisa diamati langsung dengan mata telanjang di berbagai daerah.

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Hujan Meteor Bakal Terlihat di Indonesia Oktober 2025, Catat Tanggalnya Jangan Sampai Ketinggalan!
Tribunnews.com
METEOR - Ilustrasi hujan meteor. Langit Indonesia Akan Dipenuhi Cahaya Meteor, Berikut 5 Fenomena Langit Menakjubkan di Oktober 2025 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Jagat maya saat ini tengah dihebohkan oleh penampakan benda bercahaya yang jatuh di wilayah Cirebon, Jawa Barat, Minggu (5/10/2025) malam. 

Benda yang diduga meteor itu tampak meluncur cepat di langit sebelum akhirnya menimbulkan kobaran api di sekitar Tol Ciperna.

Fenomena langka ini bukan sekadar kebetulan. 

Menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sepanjang Oktober 2025, langit Indonesia memang akan dipenuhi berbagai hujan meteor yang bisa diamati langsung dengan mata telanjang di berbagai daerah.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadi lembaga yang mengungkapkan fenomena hujan meteor di langit Indonesia karena memiliki peran resmi dalam penelitian dan pengamatan antariksa di Indonesia.

BRIN memiliki tim ahli, fasilitas penelitian, dan data ilmiah yang memungkinkan mereka memantau jalur orbit meteoroid, memprediksi waktu puncak hujan meteor, serta menentukan lokasi terbaik untuk pengamatan.

Melalui analisis ini, BRIN dapat memastikan kapan dan di mana hujan meteor akan terlihat, termasuk memberikan perkiraan jumlah meteor per jam dan rasi bintang asalnya.

Karena itulah masyarakat bisa langsung mengamati hujan meteor dengan mata telanjang di berbagai daerah, sambil mendapatkan informasi akurat dan ilmiah dari BRIN.

Bulan ini disebut sebagai salah satu momen terbaik bagi para pengamat langit dan masyarakat umum untuk menyaksikan keindahan fenomena antariksa tersebut. 

Mulai dari hujan meteor Draconid hingga Orionid yang berasal dari sisa debu Komet Halley, semuanya siap menghiasi langit malam Nusantara.

Siapkan teleskop atau cukup cari lokasi terbuka jauh dari cahaya kota, karena sepanjang Oktober ini, langit Indonesia akan benar-benar mempesona dengan pancaran cahaya alami dari luar angkasa.

Dilansir dari TribunToraja.com, berikut jadwal lengkap hujan meteor yang bisa disaksikan di langit Indonesia:

1. Hujan Meteor Draconid – 8 Oktober

Hujan Meteor Draconid adalah peristiwa alam ketika bintang jatuh terlihat berjatuhan dari arah rasi bintang Draco atau Naga.

Fenomena ini terjadi karena sisa debu dari Komet 21P/Giacobini-Zinner yang masuk ke atmosfer Bumi dan terbakar, sehingga tampak seperti cahaya bergerak di langit malam.

Berbeda dari hujan meteor lainnya yang biasanya terlihat menjelang pagi, Draconid justru bisa dilihat pada malam hari setelah matahari terbenam. 

Jumlah meteor yang muncul memang tidak terlalu banyak, sekitar 5 sampai 10 per jam, tapi cahayanya cukup terang dan bergerak lambat, sehingga tetap indah untuk disaksikan.

Hujan meteor ini bisa disaksikan pada puncaknya di tanggal 8 Oktober 2025.

2. Hujan Meteor Taurid Selatan – 10 Oktober

Hujan Meteor Taurid Selatan adalah fenomena alam yang terjadi saat Bumi melewati jalur sisa debu dari Komet Encke. 

Saat partikel debu itu masuk ke atmosfer, mereka terbakar dan tampak seperti bintang jatuh yang melintas perlahan di langit malam.

Taurid Selatan dikenal karena kilauannya yang terang dan gerakannya yang lambat, membuatnya mudah terlihat dan menawan untuk diamati dengan mata telanjang.

Fenomena ini biasanya berlangsung cukup lama, dari awal Oktober hingga pertengahan November, dengan puncaknya sekitar tanggal 10 Oktober. 

Meski jumlah meteor yang terlihat tidak banyak—hanya sekitar 3 sampai 5 per jam.

3. Hujan Meteor Delta Aurigid – 11 Oktober

Hujan Meteor Delta Aurigid adalah fenomena alam yang muncul ketika Bumi melewati sisa debu dari komet yang sudah lama melintas di orbitnya. 

Partikel debu itu masuk ke atmosfer dan terbakar, menimbulkan cahaya terang seperti bintang jatuh di langit malam.

Fenomena ini mencapai puncaknya sekitar tanggal 11 Oktober setiap tahunnya. 

Titik asal atau radian meteor ini berada di rasi bintang Auriga. 

Jumlah meteor yang bisa terlihat tidak terlalu banyak, sekitar 5 meteor per jam, tapi cahayanya cukup jelas jika langit cerah dan bebas dari polusi cahaya. 

Waktu terbaik untuk menyaksikan hujan meteor Delta Aurigid adalah menjelang tengah malam hingga dini hari.

4. Hujan Meteor Epsilon Geminid – 18 Oktober

Hujan Meteor Epsilon Geminid adalah salah satu hujan meteor yang bisa diamati di bulan Oktober. 

Fenomena ini terjadi ketika Bumi melintasi jalur debu dan partikel kecil yang ditinggalkan oleh asteroid atau komet purba. 

Saat partikel tersebut memasuki atmosfer, mereka terbakar dan tampak sebagai cahaya terang di langit malam.

Puncak hujan meteor Epsilon Geminid biasanya terjadi sekitar tanggal 18 Oktober setiap tahunnya. 

Titik asalnya berada di rasi bintang Gemini, yang baru terlihat setelah tengah malam hingga menjelang fajar. 

Walau jumlah meteor yang tampak tidak terlalu banyak—sekitar 3 sampai 5 per jam—cahaya yang dihasilkan cukup jelas jika langit gelap dan cuaca cerah, membuatnya menarik untuk dinikmati oleh para pengamat langit.

5. Hujan Meteor Orionid – 21 Oktober

Hujan Meteor Orionid adalah fenomena hujan meteor yang muncul setiap bulan Oktober ketika Bumi melintasi sisa debu dari Komet Halley. 

Partikel-partikel kecil ini masuk ke atmosfer dan terbakar, menimbulkan cahaya terang yang tampak seperti bintang jatuh di langit malam.

Puncak hujan meteor Orionid biasanya terjadi sekitar tanggal 21 Oktober. 

Fenomena ini tergolong spektakuler karena bisa menghasilkan hingga 20 meteor per jam. 

Titik asal meteor berada di rasi bintang Orion, dan waktu terbaik untuk mengamatinya adalah mulai tengah malam hingga dini hari. 

Dengan langit yang gelap dan lokasi pengamatan jauh dari cahaya kota, Orionid bisa terlihat sangat jelas dan menakjubkan bagi para penggemar astronomi. (*)

 

 

Artikel ini telah tayang di Tribuntoraja.com

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved