Berita Viral
Tak Kapok Viral, Anak Menkeu Purbaya Pamer Uang USD dan Aktivitas Tradingnya di Media Sosial
Tak kapok viral, Yudo Sadewa anak Menkeu Purbaya pamer gepokan USD dan aktivitas trading kripto di TikTok, bikin warganet heboh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/pamer-uang-USD.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Yudo Sadewa, anak Menkeu Purbaya Sadewa, kembali mencuri perhatian publik lewat unggahan di akun TikTok pribadinya.
Kali ini, Yudo memamerkan gepokan uang dolar AS di meja kerjanya, lengkap dengan seperangkat komputer dan layar monitor yang menampilkan grafik trading saham, forex, dan kripto.
Dalam caption, Yudo menulis, “Hari-hari jadi pedagang, kadang Alhamdulillah, kadang-kadang berk,” menunjukkan keseharian dan pengalaman tradingnya yang fluktuatif.
Dalam unggahannya, terlihat tumpukan uang pecahan USD 100, 50, dan 20.
Uang USD (Dollar Amerika) adalah mata uang resmi Amerika Serikat yang juga sering dipakai di perdagangan internasional.
Pecahan populer antara lain 1, 5, 10, 20, 50, dan 100, dengan gambar tokoh bersejarah Amerika.
Baca juga: Harga HP iPhone 12 Merosot! Cek Daftar Lengkapnya Sebelum iPhone 17 Meluncur Oktober 2025
Dolar tak hanya digunakan untuk belanja, tapi juga sering dijadikan tabungan atau investasi karena nilainya cukup stabil.
Meskipun jumlah pastinya tidak disebutkan, tampilannya cukup mencuri perhatian netizen.
Tak hanya uang tunai, Yudo juga memamerkan harga-harga aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, ASTER/USDT, hingga MYX/USDT, menegaskan aktivitasnya sebagai trader muda yang sudah meraih pengalaman sejak duduk di bangku SMP.
Aset kripto adalah uang digital yang bisa dipakai untuk investasi atau transaksi online.
Contohnya seperti Bitcoin, Ethereum, dan ASTER.
Harganya bisa naik turun cepat, jadi berisiko tapi juga berpotensi untung besar.
Yudo, kelahiran 2006, mengawali trading dengan modal Rp500.000 dari uang tabungan jajan.
Berkat ketekunan dan strategi, ia berhasil menumbuhkan investasinya hingga meraih keuntungan miliaran rupiah.
Baca juga: Status NIP PPPK Paruh Waktu 2025 Bisa Dicek Online Lewat MOLA BKN, Begini Cara Mudah dan Cepatnya
Pada 2024, Yudo mengklaim memiliki uang sekitar Rp23 miliar.
Momen ini menjadikannya sorotan media dan publik, terutama karena latar belakangnya sebagai anak Menkeu Purbaya Sadewa.
Pendidikan Yudo juga menarik perhatian.
Ia menamatkan SMA di Al-Izhar Pondok Labu, Jakarta Selatan, pada 2023 dan tercatat sebagai mahasiswa Ilmu Ekonomi di Universitas Indonesia dengan status nonaktif.
Belum diketahui apakah ia masih melanjutkan kuliah atau fokus pada aktivitas trading dan investasi.
Selain Yudo, keluarga Menkeu Purbaya Sadewa juga memiliki anak lain yang menonjol di bidang akademik dan profesional.
Misalnya, anak bungsu Luqman Indra Pambudi menempuh pendidikan tinggi di luar negeri dan kini bekerja sebagai konsultan di Boston Consulting Group (BCG), London.
Luqman memiliki karier cemerlang di bidang konsultasi manajemen internasional, pernah menjadi konsultan Bank Dunia, dan aktif dalam proyek transformasi organisasi berskala besar.
Karier Luqman di BCG sendiri sudah dimulai sejak 2019 di Indonesia.
Baca juga: Bantuan Minyak Goreng dan Beras 2025 Segera Cair, Simak Jadwal Penyaluran dan Daftar Penerimanya
Ia pernah menjabat sebagai Associate hingga Senior Associate, terlibat dalam proyek efisiensi biaya lembaga keuangan, restrukturisasi organisasi, hingga penyusunan peta jalan lima tahun untuk salah satu subsektor Kementerian BUMN.
Dari sisi akademis, Luqman memiliki latar belakang pendidikan yang mentereng.
Ia menempuh studi Ekonomi di Dartmouth College, salah satu universitas bergengsi di Amerika Serikat.
Saat itu Luqman ikut sang ibu yang menjadi Managing Director Bank Dunia.
Saat bersekolah di Amerika, Luqman pernah menjadi pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) di Amerika Serikat pada HUT RI.
Setelah itu, ia meraih gelar pendidikan jenjang magister dengan mengambil program Magister Kebijakan Publik di Harvard Kennedy School pada 2023.
Dalam perjalanan akademik dan profesionalnya, Luqman menunjukkan ketertarikan mendalam pada isu GovTech, Ekonomi Internasional, Kesehatan, serta Pembangunan.
Bidang-bidang tersebut sejalan dengan fokus global terkait inovasi pemerintahan, penguatan sistem ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.