Berita Nasional
Jalan Rusak di Parigi Moutong, Warga Dusun Sija Pikul Jenazah Hingga 4 Km
Kondisi jalan di Dusun Sija, Desa Sidoan Barat, Kecamatan Sidoan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, kembali menuai sorotan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PENDERITAAB-WARGA-DUSUN-SIJA-Warga-Dusun-Sija.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Kondisi jalan di Dusun Sija, Desa Sidoan Barat, Kecamatan Sidoan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, kembali menuai sorotan.
Warga setempat harus menghadapi kenyataan pahit setiap kali ada peristiwa darurat, termasuk ketika membawa jenazah.
Pada Kamis (25/9/2025), duka menyelimuti dusun itu setelah meninggalnya Alexander Timboko atau Papa Andris.
Karena jalan rusak parah, keluarga dan warga terpaksa memanggul jenazah sejauh 4 kilometer agar bisa keluar dari dusun.
Derita Warga Sija
Dalam sebuah video yang beredar, warga menggambarkan kesulitan hidup mereka.
Tidak ada akses kendaraan roda empat, sementara jalan setapak hanya memungkinkan motor untuk lewat.
Bagi masyarakat, kondisi ini menjadi masalah serius. Saat ada warga sakit, hendak melahirkan, atau meninggal dunia, semua harus dipikul menggunakan tandu.
“Merdeka bagi kami berarti memiliki jalan yang bisa dilalui. Semoga pemerintah tersentuh melihat penderitaan ini,” ucap salah seorang warga.
Warga berharap pemerintah kabupaten hingga provinsi, terutama Gubernur Anwar Hafid, turun langsung meninjau keadaan jalan yang sudah lama rusak.
Mereka menegaskan tidak ingin janji perbaikan hanya menjadi wacana.
“Kami bertahan dengan gotong royong memperbaiki seadanya. Tapi kami juga menagih janji, jangan biarkan kami hidup dalam keterisolasian,” tambah warga.
Dusun Sija merupakan bagian dari Desa Sidoan Barat yang berbatasan dengan Kecamatan Tinombo.
Meski tidak selalu tercatat dalam daftar dusun resmi, pembagian wilayah desa bisa mengalami pemekaran dari waktu ke waktu.
Secara geografis, Sidoan Barat memiliki wilayah pesisir sekaligus perbukitan. Banyak area digunakan untuk pertanian dan perkebunan, sehingga akses transportasi darat cukup menantang.
Nama dusun di Sulawesi Tengah, khususnya di wilayah Suku Lauje, biasanya diambil dari ciri alam, kejadian penting, atau tokoh pendiri permukiman.
Untuk mengetahui sejarah nama “Sija” lebih jelas, sumber terbaik adalah keterangan tokoh adat serta arsip pemerintahan desa.
(*)