Reshuffle Kabinet
Dulu Pecat Prabowo dari ABRI, Kini Djamari Chaniago Jabat Menko Polkam
Djamari Chaniago resmi dilantik menjadi Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Presiden-Prabowo-Subianto-Djamari-Chaniago.jpg)
Selama karier militernya, Djamari menduduki berbagai posisi komando yang penting.
Ia pernah dipercaya sebagai Komandan Yonif Linud 330/Tri Dharma dan Komandan Kodim 0501 Jakarta Pusat. Posisi-posisi ini membentuknya menjadi seorang pemimpin yang matang dan berpengalaman.
Puncak kariernya di dunia kemiliteran ditandai dengan jabatannya sebagai Panglima Kodam III/Siliwangi pada 1997-1998.
Tidak lama setelah itu, ia dipercaya sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) pada periode 1998-1999, sebuah posisi yang sangat strategis dalam struktur TNI
Saat itu, dia menggantikan posisi Prabowo Subianto yang diberhentikan saat pecah kerusuhan 1998
Sebelum memasuki masa purnawirawan pada tahun 2004, Djamari juga menjabat sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat dan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI.
Pengalamannya yang luas di berbagai level komando membuatnya sangat familiar dengan isu-isu politik dan keamanan, baik di dalam maupun luar negeri.
Di masa transisi politik Indonesia, Djamari Chaniago juga turut berkontribusi di ranah legislatif.
Ia sempat menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI mewakili Fraksi Utusan Daerah Jawa Barat (1997–1998) dan Fraksi ABRI (1998–1999).
Kehadirannya di parlemen memberikan perspektif militer dalam perumusan kebijakan nasional.
Setelah pensiun dari dunia militer, Djamari tidak lantas berdiam diri.
Ia tetap aktif dalam kegiatan sipil, salah satunya dengan menjabat sebagai Komisaris Utama PT Semen Padang.
Aktivitasnya ini menunjukkan kemampuannya untuk beradaptasi dan berkontribusi di luar lingkungan militer.
Djamari Chaniago juga dikenal sebagai sosok yang peduli pada lingkungan sosial.
Ia pernah terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk memimpin komunitas motor besar (moge) di Sumatera Barat. Keterlibatannya ini menunjukkan sisi lain dari seorang jenderal yang humanis dan dekat dengan masyarakat.