Update Demo
Sri Mulyani, Diisukan Mundur dari Jabatan Menteri Keuangan Pasca Rumahnya Dijarah Massa
Usai rumahnya dijarah oleh Massa pada Minggu dini hari, (31/8/2025), kabar mundurnya Sri Mulyani, Menteri Keuangan pun mencuat karena tak hadiri rapat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sri-Mulyani-sdjhcfs.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Rumor mengundurkan diri mulai menyelimuti Menteri Keuangan, Sri Mulyani, setelah rumah pribadinya di Bintaro, Tangerang Selatan, diserbu massa pada Minggu dini hari, 31 Agustus 2025.
Meski tidak berada di kediaman saat kejadian, aksi penjarahan tersebut menimbulkan spekulasi publik tentang posisinya di Kabinet Merah Putih.
Sejumlah pejabat tinggi termasuk Wakil Menteri Keuangan dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian memilih bungkam ketika ditanya terkait isu mundurnya Sri Mulyani.
Sidang kabinet mendadak yang digelar Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara menambah tanda tanya, karena Sri Mulyani tidak tampak hadir di antara para menteri lainnya.
Sejumlah menteri tiba di Istana mengenakan kemeja putih.
Para Menteri terlihat turun dari mobil dinas berwarna hitam lalu berjalan cepat menuju pintu masuk.
Beberapa di antaranya sempat berjabat tangan sebelum memasuki ruangan sidang.
Petugas Paspampres juga terlihat mengawal ketat jalannya kedatangan.
Hujan gerimis yang mengguyur kawasan Istana membuat staf protokoler menyiapkan payung berwarna merah muda dan kuning untuk melindungi para pejabat.
Mobil dinas menteri tampak berjejer di halaman depan. Suasana cukup ramai dengan aparat keamanan yang berjaga di titik-titik strategis.
Namun dari pantauan di lapangan, Sri Mulyani yang biasanya hadir melalui pintu kedatangan tersebut tidak tampak di barisan kedatangan.
Rumah Sri Mulyani kini dijaga ketat oleh aparat TNI, sementara warga sekitar melaporkan bahwa massa yang menyerbu tampak terorganisir dan membawa berbagai barang dari kediaman tersebut.
Hingga saat ini, pihak Istana maupun Kemenkeu belum mengeluarkan pernyataan resmi soal kondisi dan langkah selanjutnya dari Menkeu.
Dilansir dari TribunKaltim.com, Sejumlah pejabat bungkam ketika dimintai konfirmasi terkait kabar pengunduran diri Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dari Kabinet Merah Putih.
Kabar ini mencuat ketika Sri Mulyani menemui Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor.
Kabar juga beredar setelah rumah Sri Mulyani di Bintaro, Tangerang Selatan dijarah masyarakat, Minggu (31/8/2025) dini hari.
Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono memilih bungkam ketika diminta konfirmasi oleh wartawam mengenai kabar tersebut.
"Nanti ya, nanti ya. Nanti setelah rapat kabinet," ujar Thomas di Istana Kepresidenan, Minggu (31/08/2025).
Demikian juga dengan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada kesempatan yang sama.
"Kita rapat dulu ya, terima kasih," kata Suahasil.
"Belum saya dengar, terima kasih ya," ucap Airlangga.
Kompas.com juga telah mengkonfirmasi kabar ini ke Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi, Deni Surjantoro sejak Minggu pagi.
Namun hingga berita ini ditulis belum mendapat jawaban.
Rumah Sri Mulyani Jadi Sasaran
Untuk diketahui, rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani di Jalan Mandar, Bintaro Sektor 3A, Tangerang Selatan, menjadi sasaran amuk massa, Minggu dini hari, 31 Agustus 2025.
Peristiwa ini terjadi dalam dua gelombang, sekitar pukul 01.00 dan 03.00 WIB, melibatkan ratusan orang yang sebagian besar adalah remaja dan pemuda.
Dua truk berwarna putih keluar dari lingkungan rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani yang berada di Jalan Mandar X, Bintaro Sektor 3A, Tangerang Selatan.
Kedua truk mengangkut barang-barang sisa jarahan.
Diketahui, rumah Sri Mulyani menjadi salah satu yang mengalami penjarahan pada Minggu (31/8/2025) dini hari.
Usai penjarahan, pada pagi pukul 9.15 WIB, dua truk masuk ke lingkungan rumah Sri Mulyani.
Lalu pada pukul 13.10 WIB, kedua truk tersebut keluar dengan muatan penuh barang-barang sisa jarahan.
Itu artinya menghabiskan sekitar 4 jam untuk melakukan pembersihan usai penjarahan.
Berdasarkan pantauan Kompas.com, terdapat meja, kursi, hingga sapu yang diangkut kedua truk.
Selain itu, banyak barang-barang yang ditaruh di dalam dus dan karung yang diangkut di truk.
Adapun rumah Sri Mulyani saat ini dijaga ketat oleh TNI sejak pagi tadi.
Gang menuju rumah Sri Mulyani di portal, hanya warga di gang tersebut yang boleh melintasi portal.
Menurut Olaf, salah satu warga Mandar, menyebut massa melakukan aksi pada dini hari dalam dua gelombang, yakni gelombang pertama sekitar pukul 00.30 WIB dan gelombang kedua sekitar pukul 02.30 WIB.
“Kalau yang pertama itu pada pakai masker, kalau yang kedua itu baru pakai penutup (masker).
Soalnya itu dari Jakarta, bukan orang sini. Saya sempet tanyain, rata-rata dari Pamulang, Tangerang, sama Depok,” ucap Olaf.
Menurutnya, massa nampak mengambil sejumlah barang dari rumah Sri Mulyani, TV, lukisan, baju, piring, sepatu hingga parfum.
Olaf bilang, rumah Sri Mulyani yang berlokasi di Bintaro ini kosong, hanya dihuni oleh penjaga atau pembantu.
Sedangkan keluarga Sri Mulyani memang tidak tinggal di rumah ini.
“Ini emang rumahnya kosong, cuma barang doang (isinya). Orangnya emang enggak sempat tinggal di sini, cuma yang jaga doang, pembantu,” ucap dia seperti dikutip TribunKaltim.co dari kompas.com.
Kronologi Penjarahan Rumah Sri Mulyani
Lokasi: Jalan Mandar, Bintaro Sektor 3A
Gelombang pertama: Sekitar pukul 01.00 WIB
Gelombang kedua: Lebih besar, sekitar pukul 03.00 WIB
Barang dijarah: TV, perhiasan, lukisan, mainan anak, hingga peralatan dapur
Korban jiwa: Tidak ada, Sri Mulyani tidak berada di rumah saat kejadian
Pasca kejadian, rumah kini dijaga ketat oleh TNI. Warga sekitar menyebut massa tampak terorganisir, bahkan menggunakan kembang api sebagai aba-aba.
Beberapa saksi menyebut penjarah membawa senjata tajam dan drone
Peristiwa ini menambah daftar rumah pejabat yang digeruduk massa, setelah sebelumnya rumah Ahmad Sahroni, Eko Patrio, Uya Kuya, dan Nafa Urbach juga mengalami penjarahan. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunKaltim.co
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.