Khazanah Islam
3 Perilaku Ini Dibenci Allah SWT karena Menyerupai Tabiat Binatang
Manusia diciptakan sebagai makhluk paling mulia, dibekali dengan akal dan nafsu yang seimbang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-orang-berbicara-keras.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Manusia diciptakan sebagai makhluk paling mulia, dibekali dengan akal dan nafsu yang seimbang.
Namun, terkadang perilaku manusia justru menyimpang, hingga menyerupai tabiat binatang yang tak berakal.
Rasulullah SAW mengingatkan umatnya agar menjauhi tiga sifat buruk ini, karena sangat dibenci oleh Allah SWT.
Dikutip TribunGorontalo.com dari NU Online, berikut tiga sifat yang dibenci Nabi Muhammad SAW.
1. Menarik Kembali Pemberian
Rasulullah SAW dengan tegas melarang umatnya mengambil kembali barang yang sudah diberikan atau dihadiahkan kepada orang lain.
Tindakan ini disamakan dengan perbuatan menjijikkan dari seekor anjing yang menjilat kembali muntahannya.
Dalam sebuah hadis riwayat Imam Bukhari, dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda, "Bukanlah bagi kami contoh yang jelek. Orang yang menarik kembali hibahnya (pemberiannya) adalah seperti anjing yang kembali menjilati muntahnya."
Hadis ini mengajarkan pentingnya keikhlasan dalam memberi.
Ketika sebuah pemberian sudah berpindah tangan, maka hak kepemilikannya sudah sepenuhnya menjadi milik orang yang diberi.
Mengambilnya kembali adalah perbuatan yang tidak hanya tidak etis, tetapi juga dibenci oleh agama.
2. Berlebihan dalam Berbicara
Segala sesuatu yang berlebihan cenderung tidak baik, termasuk dalam berbicara. Rasulullah SAW membenci orang-orang yang terlalu berlebihan dalam berbicara hingga terkesan sombong dan ingin dipuji.
Perilaku ini diserupakan dengan seekor sapi yang menggerakkan lidahnya berlebihan saat mengunyah rumput.
Hadis riwayat Imam Tirmidzi, dari Abdullah bin Amr RA, "Sesungguhnya Allah SWT membenci laki-laki yang pandai berbicara, yang menggerakkan lidahnya seperti sapi."
Para ulama menjelaskan, hadis ini melarang orang yang terlalu memainkan lidahnya agar terlihat pandai, hingga mulutnya berbuih seperti sapi.
Tujuannya adalah untuk pamer dan mencari pujian dari orang lain. Sifat ini menunjukkan kesombongan dan keangkuhan yang sangat dibenci.
Baca juga: Bacaan Doa Pagi Hari Jumat, Kebutuhan Tercukupi hingga Sejahtera Dunia Akhirat
3. Gerakan Sholat yang Menyerupai Binatang
Selain dua sifat di atas, Rasulullah SAW juga melarang beberapa gerakan saat sholat yang menyerupai binatang. Sholat adalah ibadah paling utama, yang menuntut kekhusyukan dan kesempurnaan gerakan.
Beberapa gerakan yang dilarang tersebut antara lain:
Sujud seperti anjing:
Rasulullah melarang meletakkan kedua siku dan telapak tangan menempel ke lantai saat sujud, karena menyerupai cara anjing saat berbaring.
Hadis riwayat Bukhari, "Seimbanglah dalam sujud, dan janganlah salah seorang dari kalian membentangkan lengannya seperti anjing."
Mematuk seperti gagak:
Gerakan ini merujuk pada sujud yang terlalu cepat, seperti burung gagak yang mematuk makanannya. Hal ini mengurangi nilai tumakninah dalam sholat.
Duduk seperti hewan buas:
Duduk dengan kedua lengan bawah menempel ke lantai saat sujud juga dilarang karena menyerupai posisi duduk hewan buas.
Berpindah tempat seperti unta:
Larangan ini ditujukan untuk orang yang memiliki tempat khusus di masjid dan enggan berpindah, seperti unta yang berdiam di suatu tempat.
Baca juga: Bacaan Doa Mohon Ampunan Allah SWT, Hati Lebih Tenang dan Jiwa Damai
Mengibaskan tangan saat salam seperti ekor kuda:
Saat salam, Rasulullah melarang menggerakkan tangan ke kanan dan kiri, karena menyerupai gerakan ekor kuda yang mengibas.
Hal ini mengurangi ketenangan dan fokus dalam sholat.
Dengan menghindari sifat-sifat ini, kita bisa menjadi manusia yang beradab dan menjunjung tinggi kemuliaan yang telah dianugerahkan Allah SWT.
Semoga kita semua selalu diberi petunjuk untuk menjauhi perbuatan yang tidak disukai oleh Rasulullah SAW. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.