Kantor Wali Kota Gorontalo
Progres Pembangunan Kantor Wali Kota Baru, Eks Terminal Andalas GorontaloMulai Rata dengan Tanah
Aktivitas pembongkaran bangunan di kawasan eks Terminal Andalas, Kota Gorontalo, masih terus berlangsung hingga Kamis (14/5/2026).
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-bangunan-eks-Terminal-Andalas-Kota-Gorontalo-yang-kini-mulai-rata-dengan-tanah.jpg)
Di beberapa titik juga tampak bekas pondasi bangunan yang sudah dibersihkan.
Debu tipis terlihat beterbangan saat kendaraan dan pekerja melintas di area pembongkaran.
Pembongkaran eks Terminal Andalas sendiri sebelumnya mulai dilakukan Pemerintah Kota Gorontalo sejak Sabtu (11/4/2026).
Baca juga: Kadinsos Gorontalo Sebut Aktivitas NIK di Judol Bisa Naikkan Desil Bansos
Saat proses awal pembongkaran, sejumlah aparat Satpol PP, petugas lapangan hingga kendaraan operasional mulai dikerahkan ke kawasan terminal lama tersebut.
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, saat itu turun langsung meninjau jalannya pembongkaran.
Ia datang bersama sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memastikan proses pengosongan lahan berjalan sesuai rencana.
Di tengah peninjauan, Adhan menegaskan pembongkaran dilakukan sebagai langkah awal pembangunan kantor wali kota baru di kawasan eks Terminal Andalas.
"Kita hari ini mulai pembongkaran, supaya masyarakat tahu bahwa benar-benar kita akan bangun kantor wali kota di sini," ujar Adhan saat berada di lokasi beberapa waktu lalu.
Menurutnya, seluruh bangunan lama yang pernah dibangun pemerintah di kawasan tersebut akan diratakan.
"Maka semua bangunan yang dibangun pemerintah itu kita bikin rata. Tinggal beberapa yang kita akan pilih sekarang," katanya.
Ia juga memastikan material bekas bongkaran tidak akan dibiarkan menumpuk di kawasan terminal.
Menurutnya, seluruh material akan dipindahkan ke lokasi penampungan sementara.
"Ada lapangan di Palma sana, taruh di sana semua. Karena kalau taruh di sini pasti akan hilang. Nanti jadi masalah lagi," tambahnya.
Sebelum dibongkar, kondisi bangunan terminal memang sudah cukup memprihatinkan.
Atap bangunan terlihat rusak parah.
Beberapa rangka kayu patah dan menggantung di bagian atas bangunan.