Pemkot Gorontalo
Pawai Obor dan Kendaraan Warnai HUT ke-298 Kota Gorontalo, Jalan Nani Wartabone Dipadati Warga
Malam di Jalan Nani Wartabone, Kota Gorontalo, Kamis (19/3/2026), berubah menjadi lautan cahaya.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/HUT-GORONTALO-Para-peserta-pawai-obor-dalam-momen-HUT-ke-298-Kota-Gorontalo.jpg)
Ringkasan Berita:
- Pawai obor HUT ke-298 Kota Gorontalo berlangsung meriah di Jalan Nani Wartabone dengan ratusan pelajar dan puluhan kendaraan hias ikut ambil bagian.
- Kegiatan ini menjadi penutup tradisi Tumbilotohe, menghadirkan suasana penuh cahaya dan antusiasme warga yang memadati sepanjang jalan.
- Momentum tersebut diharapkan memperkuat kebersamaan serta menjadi refleksi spiritual bagi masyarakat usai menjalani Ramadan.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo—Malam di Jalan Nani Wartabone, Kota Gorontalo, Kamis (19/3/2026), berubah menjadi lautan cahaya.
Ratusan siswa jalan kaki sembari membawa obor dari bambu.
Juga adadan kendaraan yang digelar Pemerintah Kota Gorontalo dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-298 Kota Gorontalo.
Kegiatan yang dimulai usai prosesi adat Tonggeyamo itu berlangsung meriah dan penuh antusiasme.
Sepanjang ruas jalan utama itu warga berdiri berjejer di sisi tengah, sebagian mengabadikan momen menggunakan telepon genggam, sementara yang lain sekadar menikmati suasana malam yang berbeda dari biasanya.
Dari pantauan di lokasi, pawai obor didominasi oleh para pelajar. Tercatat sekitar 27 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 7 Madrasah Tsanawiyah (MTS) ambil bagian.
Baca juga: Hasil Tonggeyamo di Rudis Wali Kota Gorontalo, Idulfitri 1447 H Jatuh 21 Maret 2026
Ada yang menggunakan seragam Pramuka dan juga yang menggunakan putih-putih atau PMI.
Mereka berjalan beriringan sambil membawa obor yang menyala, menciptakan barisan cahaya yang memanjang di tengah jalan.
Tidak hanya itu, pawai kendaraan juga ikut memeriahkan suasana.
Sebanyak 50 kelurahan menampilkan kendaraan berupa getor, ditambah armada dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta sembilan unit dump truk yang telah dihias sesuai tema masing-masing.
Di depan Rumah Dinas Wali Kota Gorontalo, sebuah panggung utama berdiri sederhana dengan balutan kain berwarna hijau dan putih.
Lampu-lampu menghiasi sisi panggung, menambah kesan semarak pada malam itu. Di atas panggung, Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, bersama sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda tampak duduk menyaksikan jalannya pawai.
Suasana semakin hidup ketika iring-iringan peserta mulai melintas di depan panggung kehormatan.
Kendaraan bergerak perlahan di tengah kerumunan warga, diiringi sorak sorai dan tepuk tangan.
Sementara itu, petugas kepolisian tampak sigap mengatur arus lalu lintas agar tetap berjalan lancar meski dipadati penonton.
Dari sudut pandang Tribun Gorontalo, cahaya obor yang berpendar berpadu dengan lampu kendaraan dan penerangan jalan menciptakan panorama malam yang hangat sekaligus dramatis.
Asap tipis dari obor-obor yang menyala terlihat melayang di udara, menambah nuansa khas perayaan tradisional yang sarat makna itu.
Sebuah momen menarik terlihat saat rombongan pawai obor membawa spanduk bertuliskan 'Pawai Obor 1447 H' melintas di tengah jalan.
Di belakangnya, barisan peserta dengan obor menyala tampak kompak berjalan, menunjukkan semangat kebersamaan dan kekompakan generasi muda Gorontalo.
Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar momentum ini menjadi ajang refleksi bagi masyarakat.
Ia membuka kegiatan tersebut dengan ucapan basmalah, sekaligus menandai dimulainya pawai secara resmi.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, pawai kendaraan dan pawai obor dalam rangka HUT ke-298 Kota Gorontalo dan penutupan malam pasang lampu Tumbilotohe, dengan ini resmi dimulai,” ucapnya.
Ia juga berharap seluruh ibadah masyarakat selama bulan Ramadan dapat diterima, serta membawa perubahan ke arah yang lebih baik.
“Insyaallah ibadah kita semua masyarakat Kota Gorontalo selama sebulan penuh ini diterima dan kita kembali menjadi manusia yang fitrah,” tambahnya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan hari jadi daerah, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebersamaan, budaya, dan religiusitas masyarakat Gorontalo.
Tradisi pawai obor yang digelar setiap tahun ini juga jadi penutup tradisi Timbilotohe atau malam pasang lampu dimana menjadi simbol semangat menyambut malam-malam terakhir Ramadan sekaligus mempererat hubungan antar warga.
Hingga pawai berakhir, suasana tetap kondusif. Arus lalu lintas yang sempat dialihkan dapat kembali normal berkat pengaturan dari pihak kepolisian.
Warga pun tampak tertib meninggalkan lokasi dengan membawa kesan mendalam dari perayaan yang berlangsung meriah tersebut.
Perayaan HUT ke-298 Kota Gorontalo tahun ini menjadi bukti bahwa tradisi dan modernitas dapat berjalan beriringan, menghadirkan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat yang terus menjaga warisan budaya di tengah perkembangan zaman.(*/Jefri)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.