Mudik Lebaran 2026
Aturan Baru Beli Tiket Kapal Ferry saat Mudik Lebaran di Pelabuhan Gorontalo
Aturan baru beli tiket kapal Ferry saat mudik lebaran melalui Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Suasana-arus-mudik-di-Pelabuhan-Ferry-Gorontalo-ffffff8888.jpg)
Ringkasan Berita:
- Aturan baru beli tiket kapal Ferry saat mudik lebaran melalui Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
- Posko angkutan Lebaran akan mulai dibuka secara serentak pada Jumat 13 Maret 2026 hingga 30 Maret 2026.
- Deni Abdul mengungkap adanya perubahan kebijakan atau aturan dalam pembelian tiket kapal.
TRIBUNGORONTALO.COM - Aturan baru beli tiket kapal Ferry saat mudik lebaran melalui Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Kepala Wasatpel Pelabuhan Ferry Gorontalo, Deni Abdul, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama masa angkutan lebaran.
Menurutnya, posko angkutan Lebaran akan mulai dibuka secara serentak pada Jumat 13 Maret 2026 hingga 30 Maret 2026.
“Untuk persiapan angkutan Lebaran, kami sudah menerima surat dari pusat bahwa pembukaan posko dimulai 13 Maret dan berakhir pada 30 Maret 2026,” ujar Deni saat ditemui wartawan tribungorontalo.com di Pelabuhan Ferry Gorontalo.
Ia mengatakan, saat ini peningkatan jumlah penumpang sudah mulai terlihat meski belum signifikan. Puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi sekitar tiga hari menjelang Lebaran.
“Kami perkirakan mungkin di H-3 akan menjadi puncak arus mudik,” katanya.
PT ASDP Indonesia Ferry Berlakukan Sistem Double Trip Mulai 15 Maret 2026
Pihak PT ASDP Indonesia Ferry akan memberlakukan sistem double trip mulai 15 Maret 2026. Double trip merupakan sistem penambahan frekuensi perjalanan kapal dalam satu hari, di mana kapal yang biasanya hanya melakukan satu kali perjalanan pulang pergi akan melakukan dua kali perjalanan dalam sehari.
Melalui sistem tersebut, kapal akan melakukan perjalanan pulang pergi setiap hari untuk menambah kapasitas angkut penumpang.
“Mulai 15 sampai 20 pihak ASDP akan melakukan double trip. Jadi kapal berangkat malam dari Gorontalo, tiba pagi, kemudian hanya melakukan embarkasi sekitar satu sampai dua jam lalu berangkat lagi,” jelasnya.
Setelah tiba di Gorontalo pada malam hari, kapal akan kembali melanjutkan perjalanan dengan pola yang sama hingga masa posko angkutan Lebaran berakhir.
Menurut Deni, kebijakan ini diambil berdasarkan evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya ketika jumlah penumpang meningkat tajam saat musim mudik.
Ia menjelaskan bahwa kapasitas penumpang kapal tetap mengikuti ketentuan Surat Keputusan Keselamatan Pelayaran Kapal (SKKP).
“Misalnya KMP Moinit sesuai SKKP kapasitasnya 420 orang. Tahun-tahun sebelumnya pada momen tertentu bisa ditambah sampai 525 penumpang. Tahun ini tidak ada lagi penambahan, tetap sesuai SKKP yaitu 420 penumpang,” ungkapnya.
Penambahan frekuensi perjalanan kapal melalui sistem double trip diharapkan mampu mengantisipasi lonjakan penumpang.
“Kami khawatir jangan sampai ada pemudik yang tertinggal. Dengan double trip ini mudah-mudahan semua penumpang bisa terlayani,” tambahnya.
Selain itu, pemerintah juga mengeluarkan kebijakan untuk memprioritaskan pemudik selama masa angkutan Lebaran.
Kendaraan logistik tertentu akan dibatasi, namun kendaraan yang membawa kebutuhan pokok tetap diperbolehkan menyeberang.
“Memang ada edaran dari Kementerian Perhubungan untuk mengutamakan pemudik. Kendaraan logistik tertentu dibatasi, tetapi kendaraan yang membawa sembako tetap diperbolehkan karena masyarakat di daerah tujuan juga membutuhkan pasokan,” jelasnya.
Aturan Baru Beli Tiket saat Mudik Lebaran di Pelabuhan Gorontalo
Deni Abdul mengungkap adanya perubahan kebijakan atau aturan dalam pembelian tiket kapal. Jika sebelumnya satu orang dapat membeli banyak tiket. Kini jumlah pembelian tiket dibatasi untuk menghindari penumpukan atau praktik percaloan.
“Sekarang satu orang hanya bisa membeli empat tiket saja. Untuk VIP juga hanya empat tiket per orang,” katanya.
Langkah ini diambil sebagai upaya mengantisipasi keluhan masyarakat yang sebelumnya sempat viral terkait sulitnya mendapatkan tiket.
Selain itu, pihak ASDP juga berencana menambah kapasitas kelas VIP di kapal.
Jika sebelumnya hanya tersedia sekitar 40 kelas, ke depan jumlahnya akan ditingkatkan hingga lebih dari 100 kelas
“Ini menjadi kabar baik bagi penumpang yang sering berebut kelas VIP. Insya Allah ke depan akan ditambah,” ujarnya.
Deni juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap penipuan penjualan tiket kapal yang marak terjadi melalui media sosial.
Ia menegaskan bahwa pembelian tiket secara daring hanya berlaku untuk kelas ekonomi.
Sementara tiket kelas bisnis dan VIP harus dibeli langsung di loket resmi pelabuhan.
“Sering ada penipuan yang mengatasnamakan penjualan tiket, misalnya lewat Facebook menawarkan tiket VIP secara online. Itu tidak benar,” tegasnya.
Ia berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh tawaran tiket dari pihak yang tidak resmi.
“Untuk tiket online hanya kelas ekonomi. Sementara bisnis dan VIP wajib dibeli langsung di loket,” pungkasnya.
Tarif Tiket KMP Tuna Tomini
Penumpang (per orang)
Bayi ekonomi
• Wakai: Rp 6.700
• Ampana: Rp 13.200
Dewasa ekonomi
• Wakai: Rp 65.300
• Ampana: Rp 129.300
Bayi bisnis
• Wakai: Rp 8.000
• Ampana: Rp 89.000
Dewasa bisnis
• Wakai: Rp 72.000
• Ampana: Rp 140.000
Bayi eksekutif
• Wakai: Rp 10.000
• Ampana: Rp 103.000
Dewasa eksekutif
• Wakai: Rp 89.000
• Ampana: Rp 167.000
Kendaraan
Sepeda:
• Wakai Rp 108.000
• Ampana Rp 196.000
Motor <500cc>
• Wakai Rp 177.600
• Ampana Rp 336.600
Motor >500cc
• Wakai Rp 252.300
• Ampana Rp 592.800
Mobil penumpang ≤5 meter
• Wakai Rp 998.100
• Ampana Rp 1.983.600
Mobil barang ≤5 meter
• Wakai Rp 1.038.300
• Ampana Rp 1.977.800
Bus / mobil 5–7 meter
• Wakai Rp 2.353.100
• Ampana Rp 4.242.100
Truk 5–7 meter
• Wakai Rp 1.688.800
• Ampana Rp 3.176.300
Bus 7–10 meter
• Wakai Rp 3.135.400
• Ampana Rp 5.604.900
Truk 7–10 meter
• Wakai Rp 2.322.800
• Ampana Rp 4.248.800
Tarif Tiket Penumpang (Gorontalo – Pagimana)
Penumpang:
Bayi ekonomi: Rp 12.700
Dewasa ekonomi: Rp 121.200
Bayi bisnis: Rp 15.000
Dewasa bisnis: Rp 132.000
Bayi eksekutif: Rp 18.000
Dewasa eksekutif: Rp 166.000
Tarif Kendaraan:
Sepeda kayuh: Rp 156.600
Motor <500cc>
Motor >500cc / roda 3: Rp 507.200
Mobil penumpang (≤5 meter): Rp 2.147.300
Mobil barang (≤5 meter): Rp 1.978.300
Mobil / bus 5–7 meter: Rp 3.924.100
Truk 5–7 meter: Rp 3.163.700
Bus 7–10 meter: Rp 5.520.300
Truk 7–10 meter: Rp 4.083.600
Tronton / alat berat 10–12 meter: Rp 6.203.200
Tronton besar 12–16 meter: Rp 8.483.800
Tronton >16 meter: Rp 12.389.100.
Penumpang Mudik Lebaran Mulai Meningkat
Arus mudik penumpang di Pelabuhan Ferry Gorontalo mengalami peningkatan menjelang Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.
Calon penumpang terlihat datang silih berganti sejak Kamis sore hingga malam untuk menunggu keberangkatan kapal menuju berbagai daerah di Sulawesi Tengah.
Meski hujan di Kota Gorontalo, para penumpang terus berdatangan. Bahkan beberapa di antaranya sudah menunggu buka puasa di pelabuhan tersebut.
Pelabuhan penyeberangan yang berada di Kelurahan Leato Utara, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Pelabuhan Ferry ini menjadijalur transportasi yang banyak digunakan masyarakat untuk menyeberang ke wilayah Sulawesi Tengah.
Amatan Tribun Gorontalo, Kamis (12/3/2026) malam, sejumlah penumpang tampak duduk di ruang tunggu sambil membawa tas dan barang bawaan.
Sebagian lainnya berdiri di sekitar loket tiket untuk memastikan jadwal keberangkatan kapal.
Meski belum terlalu padat, aktivitas di pelabuhan mulai menunjukkan tanda-tanda meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.
Kapal yang melayani penyeberangan menuju Pelabuhan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah adalah KMP Moinit dengan rute Gorontalo
Di antara penumpang yang mudik ke Sulawesi Tengah, ada kakak beradik Eka Widya Wahyuni (22) dan Aulia Faradina Usman (19) yang berencana mudik ke Toili.
Kedua mahasiswa Gorontalo ini datang ke pelabuhan setelah waktu magrib untuk menunggu keberangkatan kapal menuju Pagimana.
“Kami datang setelah magrib. Biasanya memang mudik lewat sini setiap tahun,” kata Eka.
Ia mengatakan perjalanan menggunakan kapal laut sudah menjadi hal yang biasa bagi mereka.
Menurutnya, pelayanan di pelabuhan cukup baik sehingga perjalanan terasa nyaman.
“Kami sudah biasa dengan ombak, jadi tidak mabuk laut,” ujarnya.
Sejumlah penumpang terlihat membawa tas besar dan barang bawaan untuk dibawa pulang ke kampung halaman.(*/Jefri)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.