Kebakaran Rumah di Ipilo
Damkar Gorontalo Ungkap Kronologi Penanganan Kebakaran Rumah di Ipilo
Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Gorontalo membeberkan secara rinci detik-detik krusial saat personel berjibaku menjinakkan api
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Koordinator-Damkar-Kota-Gorontalo-Muhammad-Luthfi-saat-diwawancarai-TribunGorontalocom.jpg)
Ringkasan Berita:
- Setelah menerima laporan via WhatsApp pada pukul 16.21 WITA, Damkar Kota Gorontalo mengerahkan 3 unit armada utama (dibantu unit provinsi) untuk melokalisir api
- Rumah dua lantai tersebut dalam keadaan kosong saat api mengamuk, sehingga tidak ada korban jiwa
- Damkar menekankan pentingnya mematikan seluruh aliran listrik sebelum meninggalkan rumah dan menyarankan warga menitipkan kunci kepada tetangga agar kondisi rumah tetap terpantau secara berkala
TRIBUNGORONTALO.COM – Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Gorontalo membeberkan secara rinci detik-detik krusial saat personel berjibaku menjinakkan api di rumah dua lantai di Kelurahan Ipilo, Kecamatan Kota Timur, Jumat (6/3/2026) sore.
Upaya penyelamatan tersebut menjadi sangat dramatis lantaran lokasi kebakaran berada di jantung kawasan padat penduduk yang memiliki risiko perambatan api sangat tinggi.
Peristiwa ini bermula ketika kesunyian warga Kelurahan Ipilo pecah oleh kepulan asap tebal yang tiba-tiba membumbung tinggi dari sebuah bangunan dua lantai.
Koordinator Damkar Kota Gorontalo, Muhammad Luthfi, mengungkapkan kronologi awal bagaimana institusinya merespons bencana tersebut dengan cepat.
Luthfi menjelaskan bahwa pihaknya pertama kali mengetahui adanya musibah tersebut melalui jalur komunikasi digital.
Laporan awal masuk secara cepat melalui grup WhatsApp internal Damkar yang menjadi pusat koordinasi darurat mereka.
Begitu pesan darurat tersebut terkonfirmasi, suasana di markas Damkar langsung berubah menjadi siaga penuh.
Sesuai prosedur operasional standar, tim pemadam segera bersiap dengan peralatan lengkap tanpa membuang waktu sedikit pun.
Berdasarkan catatan waktu resmi, petugas mulai bergerak aktif melakukan tindak lanjut tepat pada pukul 16.21 WITA.
Armada pemadam langsung tancap gas menuju tempat kejadian kebakaran (TKK) dengan membunyikan sirine peringatan.
Perjalanan menuju lokasi dilakukan dengan kecepatan penuh namun tetap mengedepankan aspek keselamatan di jalan raya.
Setibanya di lokasi kejadian di Kelurahan Ipilo, petugas disambut oleh pemandangan kobaran api yang sudah mulai menguasai konstruksi bangunan.
Warga yang panik segera mengerumuni petugas untuk memberikan informasi awal terkait kondisi di dalam rumah.
Dari keterangan warga setempat, petugas mendapatkan data krusial bahwa rumah dua lantai tersebut sedang dalam keadaan kosong.
Diketahui saat si jago merah mengamuk, pemilik atau penghuni rumah tidak berada di tempat sehingga tidak ada aktivitas di dalam bangunan tersebut.
Meskipun rumah dalam kondisi tak berpenghuni, fokus utama petugas tetap pada upaya pemadaman total secepat mungkin.
Baca juga: Nama-nama 171 Kepala Sekolah Dilantik Bupati Gorontalo Hari Ini 6 Maret 2026
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Luthfi menjelaskan bahwa hingga saat ini, timnya masih terus bekerja di lapangan untuk mengumpulkan data-data terkait kebakaran hebat tersebut.
Penyebab pasti dari munculnya api hingga saat ini masih menjadi teka-teki dan dalam proses identifikasi mendalam oleh pihak terkait.
Namun, di tengah duka akibat kerugian harta benda, Luthfi mengaku bersyukur atas keberhasilan anggotanya di lapangan.
Keberhasilan paling vital adalah tim Damkar mampu melakukan isolasi api dengan sangat efektif.
Hal ini menjadi pencapaian besar mengingat letak bangunan yang berada di tengah pemukiman yang sangat rapat.
“Kita bisa batasi sehingga tidak menjalar ke bangunan yang lain,” tegas Luthfi.
Jika terlambat sedikit saja, api dipastikan akan merembet ke dinding-dinding rumah warga lainnya yang berdampingan langsung.
Dalam operasi pemadaman ini, kekuatan armada yang dikerahkan tidaklah main-main untuk memastikan api benar-benar padam.
Damkar Kota Gorontalo menerjunkan sedikitnya 3 unit armada pemadam utama milik pemerintah kota.
Berdasarkan pantauan di lokasi, konstruksi dua lantai dari rumah tersebut memang menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.
Petugas harus berupaya memutus "jalan api" agar lidah api tidak menjangkau atap-atap tetangga.
Hampir seluruh perabotan dan aset berharga di dalam rumah tersebut dilaporkan tidak sempat diselamatkan dan telah menjadi abu.
“Perabotan dalam rumah hangus semua,” ujar salah satu petugas yang melakukan pendinginan di area dalam bangunan.
Belajar dari kejadian di Ipilo ini, masyarakat Kota Gorontalo butuh kewaspadaan ekstra, terutama saat hendak meninggalkan rumah dalam durasi yang cukup lama.
Salah satu langkah preventif yang paling utama adalah memastikan seluruh fasilitas listrik dalam posisi non-aktif atau off.
Hal ini bertujuan untuk meminimalisir risiko arus pendek yang sering kali menjadi pemicu kebakaran rumah kosong.
Selain urusan teknis listrik, ia juga menyarankan pentingnya komunikasi sosial dengan tetangga sekitar.
Menitipkan kunci rumah kepada tetangga yang dipercaya dianggap sebagai langkah bijak agar rumah tetap terpantau secara berkala saat pemiliknya pergi. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.