MBG di Gorontalo
1.109 Siswa SMPN 1 Gorontalo Antusias Terima MBG, Makanan Ringan Jadi Andalan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Kota Gorontalo tetap berjalan selama bulan suci Ramadan 2026.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-siswa-SMPN-1-Gorontalo-sumringah-menerima-paket-MBG.jpg)
Meski mengakui menu sebelum Ramadan terasa lebih mengenyangkan, ia memahami penyesuaian yang dilakukan.
“Teman-teman juga senang, tetap antusias menerima makanan,” ucapnya.
Umumnya, paket MBG disimpan siswa untuk berbuka puasa di rumah. Pada hari itu, menu yang diterima terdiri dari kurma, kue, susu, dan tempe goreng.
Affan pun memberi masukan agar penyelenggara lebih menekankan aspek gizi dan variasi menu.
“Karena ini MBG, sebaiknya gizinya lebih dipertimbangkan dan menunya lebih variatif,” sarannya.
Sekitar pukul 10.00 Wita, para siswa dipanggil melalui pengeras suara menuju aula sekolah. Di sana, ratusan paket makanan telah tertata rapi di atas meja.
Guru dan wali kelas kemudian mengarahkan perwakilan tiap kelas untuk mengambil paket MBG sekaligus mendokumentasikan proses penerimaan.
Suasana terlihat tertib dan penuh antusiasme. Meski hanya berupa snack kering, program MBG selama Ramadan tetap menjadi momen yang dinantikan siswa. Penyesuaian menu pun dinilai relevan dengan kondisi bulan puasa.
MBG di SMK Tridharma Gorontalo
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Tridharma Gorontalo tetap berjalan lancar selama bulan suci Ramadan.
Pihak sekolah mengambil inisiatif strategis dengan melakukan penyesuaian pola penyaluran yang inovatif.
Penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan paket MBG dapat dibawa pulang dan dimanfaatkan sebagai menu berbuka puasa oleh para siswa.
Kebijakan ini diambil mengingat siswa SMK Tridharma sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Kepala Sekolah SMK Tridharma Gorontalo, Nurfajriyati Massa, menjelaskan bahwa mekanisme ini diterapkan untuk mempermudah siswa.
"Setelah MBG sampai dari dapur SPPG, kami tunggu sampai jam pulang sekolah," ujar Nurfajriyati saat diwawancarai, Jumat (27/2/2026).
Jam pulang sekolah yang lebih awal selama Ramadan dimanfaatkan dengan baik oleh pihak sekolah.
Biasanya anak-anak pulang jam satu siang, bertepatan dengan waktu transit makanan sebelum dibawa pulang.
"Baru setelah itu MBG diserahkan," jelasnya lebih lanjut mengenai teknis pembagian.