Kebakaran Rumah Gorontalo
3 Jam Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Rumah Warga Siendeng Gorontalo, Suplai Air Jadi Sorotan
Kebakaran hebat melanda sebuah rumah tua di Kelurahan Siendeng, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Foto-bersama-Tim-Gabungan-usai-memadamkan-api-di-rumah-warga-Kelurahan-Siendeng.jpg)
Ringkasan Berita:
- Tim gabungan dari Damkar Kota Gorontalo, Bone Bolango, PDAM, dan Polres berjibaku memadamkan api yang cepat menjalar di rumah tua, dengan kendala utama suplai air terbatas
- Seorang perempuan bernama Yeti Mahmud ditemukan meninggal setelah terjebak di dalam rumah, sementara keluarga lainnya berhasil menyelamatkan diri
- Seluruh isi rumah hangus terbakar, termasuk perabotan dan dokumen penting. Keluarga korban kini mengandalkan bantuan kerabat dan pemerintah untuk kebutuhan sehari-hari
(Penulis: Yunima Hasan, Magang TribunGorontalo.com)
TRIBUNGORONTALO.COM – Kebakaran hebat melanda sebuah rumah tua di Kelurahan Siendeng, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Jumat (13/2/2026) sore.
Api yang cepat menjalar akhirnya berhasil dipadamkan setelah tim gabungan bekerja keras selama kurang lebih tiga jam.
Pemadaman api melibatkan koordinasi lintas instansi, mulai dari Damkar Kota Gorontalo, Damkar Bone Bolango, PDAM, hingga Polres Kota Gorontalo.
Informasi awal kebakaran diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Gorontalo pada pukul 15.29 Wita.
Laporan menyebutkan api muncul dari bagian belakang rumah.
Hanya sembilan menit setelah laporan masuk, dua unit mobil damkar Kota Gorontalo sudah tiba di lokasi.
Petugas langsung melakukan penyemprotan untuk mencegah api menjalar lebih luas.
Namun kondisi rumah yang sudah tua membuat api cepat merambat ke bagian atas bangunan.
Kepala Seksi Pemadam dan Penyelamatan Kebakaran Kota Gorontalo, Muh Luthfie Latief, mengatakan bahwa api pertama kali terlihat di area dapur. Dari sana, kobaran dengan cepat menjalar ke atap kayu.
“Kondisi bangunan tua dan adanya indikasi arus listrik belum terputus membuat penjalaran api sangat cepat,” ujarnya.
Dalam proses pemadaman, Damkar Bone Bolango turut mengerahkan satu unit mobil damkar. Kehadiran mereka membantu memperkuat barisan pemadam di lapangan.
Selain itu, PDAM Kota Gorontalo juga menurunkan satu unit mobil tangki untuk suplai air.
Dukungan ini sangat krusial karena petugas menghadapi kendala keterbatasan pasokan.
“Kendala utama kami adalah suplai air yang terbatas sehingga harus isi ulang untuk melanjutkan pemadaman,” kata Luthfie.
Polres Kota Gorontalo ikut membantu pengamanan lokasi. Mereka memastikan warga tidak mendekat terlalu dekat ke titik api demi keselamatan.
Pantauan di lapangan menunjukkan api beberapa kali kembali muncul di bagian kayu atas rumah.
Petugas harus berulang kali melakukan penyemprotan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa.
Meski sempat terkendala, kerja sama lintas instansi akhirnya membuahkan hasil.
Setelah kurang lebih tiga jam, api berhasil dikendalikan sepenuhnya.
Namun, kebakaran ini menelan korban jiwa.
Baca juga: Kronologi Kebakaran di Siendeng Gorontalo, Yeti Mahmud Sempat Tidur Bersama Cucu sebelum Meninggal
Identitas Korban Jiwa
Seorang perempuan bernama Yeti Mahmud ditemukan meninggal setelah api padam.
Korban diketahui masih berada di dalam rumah saat api membesar. Ia tidak sempat menyelamatkan diri meski keluarganya sudah berusaha memanggil.
Pemilik rumah, Yeni Mahmud (62), menceritakan bahwa saat kejadian ia sedang beristirahat. Asap tebal tiba-tiba muncul dari bagian atas rumah.
“Saya juga tidak tahu, asap sudah banyak,” ujarnya dengan nada panik.
Yeni segera membawa cucunya keluar rumah. Namun dalam kepanikan, ia belum menyadari bahwa saudaranya Yeti masih tertinggal di dalam.
“Saya sudah panggil-panggil dia (Yeti), tapi tidak menjawab,” ungkapnya.
Api yang semakin membesar membuat upaya penyelamatan tidak mungkin dilakukan.
Baru setelah api padam, jasad Yeti ditemukan.
Warga sekitar turut berkerumun menyaksikan proses pemadaman. Mereka sempat membantu dengan peralatan seadanya sebelum tim damkar tiba.
Kondisi Korban Kebakaran
Kebakaran yang terjadi pada Jumat sore, 13 Februari 2026, meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga korban.
Seluruh isi rumah dilaporkan habis terbakar, mulai dari perabotan rumah tangga, pakaian, hingga dokumen penting yang tidak sempat diselamatkan.
Wilayah Kelurahan Siendeng sendiri merupakan kawasan permukiman padat di daerah pesisir.
Jarak bangunan yang saling berdekatan sempat menimbulkan kekhawatiran warga sekitar karena api berpotensi menjalar ke rumah-rumah lain di sekitarnya.
Salah satu korban, Yeni Mahmud (62), mengungkapkan bahwa dirinya bersama anggota keluarga kini tinggal sementara di rumah adiknya yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Ia menuturkan, tidak ada satu pun barang yang berhasil diselamatkan saat kebakaran berlangsung.
Menurut Yeni, seluruh peralatan rumah tangga, termasuk barang elektronik seperti televisi dan lemari pendingin, ikut hangus terbakar.
Bahkan, pakaian yang dikenakannya saat kejadian menjadi satu-satunya yang tersisa.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, keluarga korban masih mengandalkan bantuan dari keluarga.
Yeni mengaku bersyukur karena masih mendapatkan dukungan dari kerabat di tengah situasi sulit yang mereka alami.
Keterangan serupa disampaikan Devi Ladjidji yang juga menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Saat kebakaran terjadi, Devi tidak berada di rumah karena sedang menjalankan tugas mengajar di salah satu sekolah menengah kejuruan di Gorontalo.
Ia mengaku baru mengetahui kejadian itu ketika menerima kabar saat berada di sekolah.
Setibanya di lokasi, api telah membesar dan melalap seluruh bagian rumah, termasuk berkas-berkas penting serta telepon genggam miliknya.
Devi menjelaskan, anak laki-lakinya berada di rumah ketika kebakaran terjadi. Mendengar kabar tersebut, ia segera menuju lokasi menggunakan bentor.
Namun, sesampainya di tempat kejadian, ia mengalami syok hingga sempat kehilangan kesadaran.
Pasca peristiwa kebakaran, Devi menyebutkan bahwa aparat kelurahan hingga pemerintah daerah telah melakukan pendataan awal terhadap keluarga korban.
Selain itu, bantuan mulai disalurkan oleh sejumlah pihak, termasuk instansi sosial pemerintah.
Sementara itu, hasil pemantauan TribunGorontalo.com di lokasi pada Sabtu pagi menunjukkan kondisi bangunan yang hangus dan hanya menyisakan puing-puing.
Garis polisi terlihat dipasang mengelilingi area rumah dari bagian depan hingga belakang bangunan.
Sisa kebakaran masih tampak jelas, seperti lembaran seng atap yang berserakan, perabotan yang terbakar, serta dinding bangunan yang menghitam.
Aroma bekas kebakaran juga masih tercium di sekitar lokasi kejadian.
Sebelumnya, kebakaran hebat melanda rumah warga di kawasan tersebut pada Jumat sore.
Api dengan cepat membesar karena sebagian besar bangunan menggunakan material kayu yang mudah terbakar.
Kepala Seksi Pemadam dan Penyelamatan Kebakaran Kota Gorontalo, Muh Luthfie Latief, menjelaskan bahwa laporan kejadian diterima sekitar pukul 15.29 Wita.
Setelah menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Ia menuturkan, kondisi bangunan yang sudah tua, bahan bangunan yang mudah terbakar, serta keterbatasan pasokan air menjadi faktor yang memperlambat proses pemadaman.
Sejumlah armada pemadam dari berbagai instansi diterjunkan untuk mengendalikan api agar tidak merambat ke permukiman warga lainnya.
Proses pemadaman disertai tahap pendinginan berlangsung hampir tiga jam hingga api berhasil dikendalikan sepenuhnya.
(TribunGorontalo.com/Herjianto/Yunima)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.