Sabtu, 28 Maret 2026

Kebakaran Rumah Gorontalo

Penyebab Kebakaran Rumah di Siendeng Belum Diketahui, BPBD Gorontalo: Kita Masih Fokus Penyelamatan

Masyarakat Kelurahan Siendeng, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, dihebohkan kebakaran sebuah rumah pada Jumat (13/2/2026).

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Penyebab Kebakaran Rumah di Siendeng Belum Diketahui, BPBD Gorontalo: Kita Masih Fokus Penyelamatan
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
KEBAKARAN RUMAH -- Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Gorontalo, Agusyono Taha (tengah) saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Jumat (13/2/2026). Penyebab kebakaran rumah di Siendeng hingga kini belum diketahui. 
Ringkasan Berita:
  • Kebakaran hebat melanda rumah warga di Kelurahan Siendeng, Kota Gorontalo, Jumat (13/2/2026) sore
  • BPBD dan Damkar bersama aparat gabungan segera dikerahkan karena lokasi padat penduduk berisiko memperluas api
  • Prioritas utama adalah penyelamatan warga dan stabilisasi lokasi, bukan penyelidikan penyebab api
  • Seorang penghuni rumah, Yeti Mahmud, ditemukan meninggal dunia setelah api berhasil dipadamka

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Masyarakat Kelurahan Siendeng, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, dihebohkan kebakaran sebuah rumah pada Jumat (13/2/2026).

Hingga detik ini, penyebab pasti dari kebakaran hebat yang meluluhlantakkan pemukiman warga tersebut masih menjadi teka-teki besar bagi pihak berwenang dan warga sekitar.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gorontalo menegaskan bahwa saat ini prioritas utama bukan pada penyelidikan pemicu api, melainkan pada langkah-langkah darurat penyelamatan dan stabilisasi lokasi pasca-kejadian.

Situasi di lapangan menunjukkan kepanikan yang luar biasa saat api pertama kali berkobar, menghanguskan bangunan dengan kecepatan yang sulit dibendung oleh warga secara mandiri.

Petugas gabungan dari berbagai instansi langsung dikerahkan ke lokasi begitu laporan diterima, mengingat padatnya pemukiman di wilayah Siendeng yang berisiko memperluas area kebakaran.

Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Gorontalo bersama BPBD menjadi garda terdepan dalam upaya menjinakkan si jago merah yang mengamuk sejak pagi hari tersebut.

Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Gorontalo, Agusyono Taha, memberikan keterangan resmi mengenai status terkini penanganan bencana di lokasi kejadian.

Agusyono menekankan bahwa seluruh personel di lapangan masih berjibaku dengan sisa-sisa api dan memastikan tidak ada ancaman susulan bagi rumah-rumah di sekitarnya.

"Kita masih fokus ke penyelamatan dulu," ujar Agusyono kepada TribunGorontalo.com di lokasi kebakaran, Jumat (13/2/2026) sore.

KEBAKARAN -- Warga Donggala, Kota Gorontalo berkerumun di rumah yang kebakaran, Sabtu sore (13/2/2026).
KEBAKARAN -- Warga Donggala, Kota Gorontalo berkerumun di rumah yang kebakaran, Sabtu sore (13/2/2026). (TribunGorontalo.com)

Ia menjelaskan bahwa dalam situasi darurat seperti ini, keselamatan nyawa manusia dan pengamanan aset warga yang tersisa menjadi harga mati bagi tim gabungan.

Upaya penyelamatan ini melibatkan koordinasi yang intens antara BPBD, TNI, Polri, serta pihak Polsek setempat yang menjaga ketat perimeter lokasi kebakaran.

Masyarakat sekitar pun tidak tinggal diam; mereka bahu-membahu bersama petugas untuk mengevakuasi barang-barang dan membantu jalannya selang pemadam.

Sayangnya, meski upaya maksimal telah dilakukan, musibah ini tetap memakan korban jiwa yang menyisakan duka mendalam bagi warga Siendeng.

Yeti Mahmud Ditemukan Tak Bernyawa

Korban diketahui bernama Yeti Mahmud, seorang penghuni rumah yang diduga terjebak saat api mulai menjalar ke seluruh bagian bangunan.

Evakuasi jenazah dilakukan dengan sangat hati-hati oleh tim medis dan petugas BPBD untuk kemudian segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Baca juga: Kronologi Kebakaran di Siendeng Gorontalo, Yeti Mahmud Sempat Tidur Bersama Cucu sebelum Meninggal

KEBAKARAN RUMAH -- Potret evakuasi korban kebakaran rumah di Siendeng, Kota Gorontalo. Yeni Mahmud ditemukan tak bernyawa di dalam rumah.
KEBAKARAN RUMAH -- Potret evakuasi korban kebakaran rumah di Siendeng, Kota Gorontalo. Yeti Mahmud ditemukan tak bernyawa di dalam rumah. (TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

Ia menyebut satu korban telah dilarikan ke RSUD Aloe Saboe, Kota Gorontalo.

Keberadaan Yeti Mahmud di dalam rumah baru disadari sepenuhnya setelah api berhasil dipadamkan secara total oleh petugas pemadam kebakaran.

Kondisi korban saat ditemukan dilaporkan sangat memprihatinkan akibat paparan suhu panas yang ekstrem di dalam reruntuhan bangunan.

Terkait kondisi fisik bangunan yang terdampak, Agusyono memberikan gambaran yang cukup miris mengenai tingkat kerusakan yang terjadi.

Bangunan yang menjadi titik awal api dilaporkan tidak menyisakan banyak hal selain puing-puing yang menghitam.

"Kalau kita lihat kondisi kerusakan sudah (ludes) ya," katanya.

Material bangunan yang sebagian besar mudah terbakar disinyalir menjadi penyebab api dengan sangat cepat merambat ke bagian atap dan ruangan lainnya.

Hingga saat ini, garis polisi telah dipasang di sekitar lokasi guna mencegah warga yang tidak berkepentingan masuk ke area yang masih labil.

Pertanyaan besar mengenai apa yang sebenarnya memicu kemunculan api pertama kali masih terus bergulir di tengah masyarakat.

Namun, BPBD secara konsisten menyatakan bahwa dugaan sementara mengenai penyebab kebakaran masih belum bisa disimpulkan secara prematur.

"Dugaan sementara masih belum kita ketahui," ungkap Agusyono jujur, mengingat tim investigasi belum mulai bekerja secara mendalam.

Pihak kepolisian nantinya akan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mencari bukti-bukti teknis terkait sumber api.

Data-data lapangan masih terus dikumpulkan oleh petugas pendata guna menghitung total kerugian materiil yang diderita oleh korban.

Dukungan psikologis bagi keluarga korban juga mulai menjadi perhatian, mengingat dampak traumatis dari kebakaran yang terjadi secara tiba-tiba ini.

Operasi penanganan di Kelurahan Siendeng diprediksi akan terus berlangsung hingga status lokasi dinyatakan benar-benar aman dari potensi api dalam sekam.

Kekuatan personel gabungan tetap disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama proses pembersihan puing dilakukan.

Tragedi di Siendeng ini menjadi pengingat keras bagi seluruh warga akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran di lingkungan padat penduduk.

Hingga berita ini diturunkan, proses penanganan masih terus dilakukan oleh petugas gabungan di lokasi kejadian. 

 

(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved